
Tak ada yang sanggup kehilangan ketika semua rencana telah di susun,
Siapa yang akan rela kehilangan ketika kebahagian telah di susun rapi oleh mereka.
Tak ada yang mampu bertahan dalam duka kehilangan meskipun hanya sebentar,
Pertemuan pasti ada perpisahan,
Tapi
Bukan perpisahan yang seperti ini yang akan diingkan setiap insan,
Perpisahan yang secara baik baik adalah perpisahan yang diingkan,
Bukan perpisahan dengan meninggalkan secara tragis seperi ini.
.
.
.
Semua orang yang ada di sana hanya bisa terdiam beberapa dari mereka bahkan masih tetap berada di sekeliling makam hanya untuk tetap menyaksikan bahwa wanita yang di kenal adalah orang yang telah damai di alam yang berbeda dengan mereka.
Zac dan beberapa orang di sana hanya bisa menatap laki laki yang saat ini hanya bisa memeluk batu nisan dengan bertulisan nama wanita yang telah di janjikan kebahagian, bukan seperti ini yang diingkan oleh nya.
Duka yang mendalam masih sangat terlihat jelas di mata laki laki itu, kesedihan dan tepatnya tak menyangka adalah hal yang tak bisa di hindari dari wajah tampan nya.
__ADS_1
Tubuh kekarnya nyata tak mampu menahan rasa sedih dan air mata itu. Tangisan dan jeritan laki laki adalah hal yang menyayat hati setiap orang yang melihatnya. Ketulusan hati laki laki itu meluluhkan hati setiap wanita yang di cintai olehnya.
" Amel siapa yang tega melakukan ini pada mu?, di sini aku bersumpah akan membalaskan setiap luka dan rasa sakit kepada mereka yang melakukan nya. Aku berjanji akan membawa pembunuh mu di atas tanah mu dengan keadaan mati ataupun hidup..." Rahangnya mengeras dia terlalu kecewa dengan keadaan.
Keadaan yang harusnya bahagia kini malah menjadi duka di setipa orang yang mengenal wanita polos itu. Laki laki itu kini menghapus air matanya, mencium batu nisan itu dan kemudian dia berdiri menatap semua orang yang ada di sana dengan tatapan datarnya.
" William..." Panggilnya dengan pelan dia tau semua orang yang ada di sana bertanya tanya tentang siapa dirinya.
Tubuh yang gagah itu kini seakan meringsut ketika suara sang Ayah dan larangan nya malah teringat di telinga nya dengan keras.
" Kamu tak apa?" William tau apa yang terjadi pada teman nya itu karena dia tau semua apa yang terjadi.
Ayah dari laki laki itu mengatakan untuk tidak terlibat apapun dengan kelompok yang bernama Dio Della Morte, karena sang Ayah memiliki hutang nyawa yang tak bisa di ungkapkan, jika suatu saat nanti mereka bertemu mungkin ayah dari laki laki itu tak akan memiliki keberanian yang utuh untuk menatap mereka karena rasa malunya yang tinggi.
" William siapa dia?" Jonathan sang ayah kini membuka suaranya ketika dia melihat anak nya yang menyembunyikan sesuatu di wajahnya.
" Will sebelum kamu memberi tau mereka bisa kah aku juga mengikuti sumpah mereka untuk membalas dendam kepada orang telah membunuh wanita ku? aku tau Dio Della Morte tak akan meleset jika sudah bertindak."
Perkataan laki laki itu membuat semua orang yang ada di sana saling bertatapan dengan wajah penuh tanda tanya, Sedangkan Zac hanya bersikap tenang dan tak gusar sedikit pun. Dia kini semakin meneliti wajah anak muda yang ada di depan nya mencari tau siapa laki laki itu tapi nyatanya dia tetap tak menemukan siapa dia.
" Tuan Zac boleh kah saya bergabung dengan kelompok anda membalaskan dendam ini semua?" Zac hanya tersenyum tipis ketika dia malah menyebut nama Zac Kozan dengan menatap dirinya.
" Kau mengenal Daddy ku?" Bryan kini yang penasaran malah bertanya balik kepada laki laki itu. Tapi laki laki itu tak menjawabnya dia hanya terdiam menunggu jawaban dari pimpinan kelompok tersebut.
Zac hanya berjalan mendekati laki laki menatapnya dengan jarak dekat, senyum tipis di bibirnya tak dapat di lihat oleh siapapun kecuali dia sendiri yang merasakan. Laki laki itu gusar ketika Zac meneliti wajahnya dengan sungguh sungguh.
Kini Zac berjalan ingin meninggalkan tempat pemakaman itu. " Bawah dia ketempat kita..." Ujarnya dengan lembut dengan menepuk pundak William dengan pelan.
__ADS_1
" Sayang pulang lah ini urusan para laki laki oke. Jangan katakan apapun ini kepada Mommy..." Zac menghampiri putrinya yang juga ada di sana.
Sang putri hanya mengangguk meskipun dia penasaran dia tetap menurut apa yang di katakan oleh Daddy nya. Dia tak ingin bertanya apapun di sini.
" Nanti aku akan jelaskan sebaik nya sekarang kau pulang..." Bisik Bryan yang tau adiknya itu pasti ingin bertanya. " Tapi ingat jangan katakan apapun pada Mom!" Sambungnya lagi.
Naila Kozan kini mengangguk pelan dia lebih baik pulang dari pada dia ada bersama para laki laki yang membuatnya bingung dengan siapa mereka.
Beberapa orang kini mengikuti Zac dan Bryan yang telah berjalan terlebih dahulu dengan pelan. Beberapa orang yang masih di sana dengan menatap orang itu serta William secara bergantian.
" Dad nanti aku bisa jelaskan..." William tau ayahnya menatap dirinya penuh tanda tanya.
Jonathan hanya diam dan menyusul semua orang yang ada di sana yang telah berjalan terlebih dahulu. Sedangkan asisten sekaligus sekretaris nya juga berada di sana dengan tatapan bingungnya. Naila adalah asisten dan sekaligus sekretaris dari laki laki gagah tersebut.
" Tuan-"
" Sebaiknya kamu pulang, bos mu biar bersama aku..." Timpal William yang langsung memotong apa yang ingin di katakan oleh sepupunya itu.
Tapi di sana William berpura pura tak mengenal Naila tapi mungkin setelah ini semua jati diri dari mereka akan terbongkar dengan sendirinya.
Naila kini sedikit membungkukkan kepala nya menatap bos nya yang saat ini hatinya telah hancur berkeping keping. Dia merasa iba tapi dia juga tak tau harus berbuat apa kepada bos nya. Dia tak ingin menambah beban bosnya dia lebih cepat mengundurkan diri dari tempat itu dan pergi meninggalkan nya.
" Ayo kita akan membongkar siapa dirimu..." Laki laki itu mengangguk pelan dan apa yang telah di pesan ayah nya harus dia ingkari.
Sebenarnya secara tidak langsung semuanya sudah di ingkari dari awal, dia yang menjadikan Naila asisten nya secara tidak langsung berurusan dengan putri sang Singa, bekerja sama dengan William juga sudah mengingkarinya tapi ingin masuk secara langsung untuk balas dendam terhadap kematian wanitanya adalah hal yang harus dia lakukan, tak peduli sang Ayah akan marah nanti setelah dia tau keputusan nya.
__ADS_1