
" Baiklah nanti aku akan menyelidiki ini, aku kira kau yang menerornya agar Jenni mau Melakukan apa yang kita suruh ternyata bukan kau. Jika bukan kau aku akan menyelidiki nya..." Marco kini mengangguk. Setidaknya hari ini ada kabar menyenangkan untuk hati nya. Dia sungguh tak sabar menunggu semua tim itu' hancur berkeping keping di depan mata nya.
Marco memang sengaja tak mengatakan kepada David bahwa Zac memiliki sebuah kelompok yang di takuti di dunia gelap. Marco hanya mengatakan bahwa Zac memiliki kejahatan yang harus di bongkar.
" Jenni ingin bertemu dengan mu, kapan kau bisa bertemu dengan nya?"
" Akhir minggu ini. Sekarang aku harus mengurus beberapa perusahan yang ingin aku datangi untuk mengajukan kontrak dan presentasi. Jangan sebutkan nama ku di Jenni, sebelum kami bertemu..." David hanya diam, dia terlanjur menyebutkan namanya agar wanita itu percaya bahwa dirinya tak berbohong.
" Aku sudah mengatakan nama mu..." Marco melotot karena teman nya itu dengan muda mengatakan siapa namanya pada wanita itu.
" Tapi karena dia memaksa Marco, dia hanya meminta nama mu agar dia lebih yakin bahwa kita akan melindungi nyawanya..." Sambungnya.
" Kau selalu lemah jika sudah di depan wanita..." Marco tak bisa berbuat apa apa ketika teman nya itu menyebutkan namanya. Padahal dari awal sudah di katakan bawa tak ada yang perlu tahu tentang dirinya yang memiliki misi ini secara diam diam.
" Sekarang katakan apa yang di temukan oleh Jenni beberapa bulan ini yang berada di sekeliling mereka?"
" Tidak ada apapun, Jenni berkata semua nya baik baik saja tak yang mencurigakan sama sekali. Bahkan dirinya di sana tak menemukan kejahatan gelap yang kau katakan itu..." Marco tentu saja tak percaya bahwa tak ada apapun di sana. Tak mungkin selama beberapa bulan ini wanita itu tak menemukan yang mencurigakan sama sekali.
" Kau yakin bawa Jennifer berkata jujur pada mu?, aku merasa dia mengetahui sesuatu tapi dia tak ingin berkata pada mu. Maksud ku dia menyembunyikan sesuatu dari kita..." David berpikir sejenak, tapi apa yang di katakan oleh teman nya itu benar juga.
Selama Jenni menjalankan misinya baru misi ini yang terlihat sangat lama, bahkan Jenni tak menemukan apapun di sana. Atau hanya memang perusahan nya yang tak ada apapun.
" Kau benar, setelah aku pikir pikir baru kali uni Jenni terlalu lama bertugas, tapi apa memang perusahan Zac tak mengalami apapun, dan kecurigaan mu itu hanya omong kosong karena kau memiliki dendam pribadi dengan mereka semua..." David kini malah menatap teman nya itu dengan tatapan sengit nya, jika saya ini memang benar hanya akal-akalan teman nya itu David akan langsung menarik Jenni untuk segera keluar dari perusahan itu.
David tentu saja tak ingin melukai tim nya, di tambah lagi Jenni adalah wanita yang dia cintai. Dia tak ingin nyawa wanita itu dalam bahaya, dia juga tak ingin mengorbankan tim nya dan melukai wanita yang dia cintai.
__ADS_1
" Kau meragukan ku he?" David hanya mengangkat bahu nya dengan acuh. Tapi pikiran nya seakan menghantui laki laki itu.
Apa yang di katakan oleh Jenni dia percaya memang selama ini perusahan dengan nama Zac Kozan tak pernah memiliki skandal apapun. Tapi apa yang di katakan oleh Marco teman nya juga benar. Semua nya bisa saja terjadi, semua kemungkinan juga bisa terjadi. Pikiran David kini penuh dengan tanda tanya dan keraguan yang mendalam tentang ini semua.
Sedangkan di ruangan Jenni kini tengah bergelut dengan angka angka itu. Tak berselang lama panggilan itu pun masuk ke ponsel wanita itu. Jenni kini menatap ponsel itu dan segera mengangkat panggilan itu.
" Ada apa Vid?" Jenni kini setengah berbisik ketika bicara dengan bos nya melalui panggilan telpon itu.
" Marco tak bisa sekarang untuk bertemu dengan mu, akhir minggu ini kalian akan bertemu..." Ucap David.
Jenni menghela nafasnya, apa yang harus dia katakan bawa dirinya tak jadi mengikuti misi ini.
" Sir maafkan aku tapi sepertinya aku tak berani untuk menghancurkan ini semua, aku terlalu takut mereka akan membunuh ku jika mereka tahu bahwa aku penyusup di sini..." Bisikan itu masih dapat di dengar oleh David dan perkataan nya membuat David langsung merasakan pusing pada kepalanya.
" Jenni kau tak bisa mundur dari misi ini, kau dan aku sudah sepakat kemarin jadi kau tak bisa tiba tiba berubah pikiran setalah kau mengetahui siapa nama yang menyuruh mu melakukan pekerjaan ini..." David tentu saja melarang wanita itu untuk mundur dari misi nya.
" Dengar Jennifer kau tak bisa mundur dari uni semua, kita sudah sepakat dengan semuanya. Aku akan menemui mu di apartemen mu, kita perlu bicara ini semua secara langsung."
" Misi yang di berikan oleh Marco adalah tugas luar pekerjaan ku, jadi aku berhak menolak nya. Harusnya kau yang menjadi pimpinan ku melindungi ku bukan malah menyetujui aku berkhianat di sini..." Jenni kini menyemburkan rasa kesal nya pada laki laki pimpinan nya itu.
" Jangan bahas sekarang, aku akan datang ke apartemen mu..." Jenni yang menjawabnya tak jadi karena David langsung memutuskan panggilan itu secara sepihak.
Jenni kembali meletakan ponsel nya dan tak memikirkan apa yang di katakan oleh pimpinannya itu.
" Biarkan saja dia datang apartemen..." Senyum licik dari Jennifer kini kembali terbit ketika dia baru ingat bahwa dirinya tak ada di sana melainkan tinggal bersama kekasihnya itu.
__ADS_1
" Di mana Steve ya, kenapa dia tak menghubungi ku sama sekali?, apa tuan Zac sangat marah karena dirinya tadi terlambat?" Dialog nya sendiri dengan memikirkan laki laki yang berstatus kekasihnya itu. Hubungan yang harus di sembunyikan itu membuat wanita itu tak bisa leluasa dan secara terang terangan mencari keberadaan laki laki itu.
Sedangkan Steve kini berada di ruangan bos nya bersama Albert. Mereka bertiga kini duduk di sofa ruangan itu dengan mengamati dokumen mereka masing masing.
" Steve aku ingin kau mencari tau tentang Jennifer..." Perkataan bos nya membuat Steve langsung menatap kearah bos nya dengan cepat.
" Maaf bos Jennifer siapa yang harus saya cari tau?"
" Jennifer wanita audit itu, siapa lagi?" Timpal Albert dengan tetap menatap dokumen di depan nya.
" Memangnya ada apa bos?, apa dia berulah?" Steve sangat pandai menutupi kepanikannya, Steve tentu saja tak ingin mengatakan sebenarnya dia belum siap tentang semuanya.
" Aku hanya curiga dengan nya, jadi aku minta aku mencari tahu sedetil detil nya. Aku tak ingin ada yang tertinggal apapun..." Steve kini mengangguk. Zac yang mengamati wajah asisten itu.
" Atau kau sebenarnya sudah tahu siapa Jennifer?, dan kau sudah menyelidiki semunya sebelum aku menyuruh mu?" Steve langsung tegang ketika bos nya berkata seperti itu. Dirinya hanya bisa diam tak bisa berkata apa apa lagi.
Bersambung ya mak 🤭 lanjut besok 🤭
Mince hadir dengan enam bab hari ya 🤗 terima kasih untuk kalian semua yang sudah mendoakan kesehatan anak mince 🤗 berkat doa kalian semua kami akhirnya bisa sembuh 😍
Kalian harus jaga kesehatan kalian semua ya 🤗 visual kagak bisa di buka ya 😁 agak susah visual akhir akhir ini, yang penasaran dengan visual mereka kalian bisa hubungi mince lewat wa mince 🤭
Ini nomer mince ya mak 081324594302 kalian hubungi mince, kita ngehalu sama sama mak 😂 kalian jika mau hubungi mince pakai sandi ya mak, jawab pertanyaan mince.
Siapa nama abang mince yang masih ada darah sepupu dengan Jonathan Cristopher?, itu sandi nya para mak mak yang tahu.
__ADS_1
Terima kasih buat kalian semua ya 😘😘😘