Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ kenangan 2


__ADS_3

Monica hanya mampu menelan ludah nya dengan kasar ketika sebuah keputusan yang harus dia ambil sekarang. Tapi pernikahan itu belum siap dia lakukan.


" Jika kau belum siap kita tak akan menikah, kau meminta kita menikah hanya karena laki laki bernama Marco datang?, kita tak akan menikah. Biarkan dia datang di depan ku. Aku akan menikah dengan mu karena kau siap menjalani pernikahan dengan ku, bukan karena terpaksa..." Abhi berdiri ingin meninggalkan kekasihnya agar kekasihnya bisa berpikir bahwa apa yang dirinya katakan memang benar.


" Marco adalah laki laki pengkhianat yang berkedok baik hati, dia menipu semuanya dan menjadikan aku sebagai alat untuk jalan nya yang mulus dan aku bodoh yang tertipu dengan kebaikannya, aku hampir di perkos* oleh beberapa orang nya dulu waktu aku tak sengaja mendengar bahwa mereka hanya pura pura baik dengan ku..." Ucapan Monica kini menghentikan langkah Abhi, dirinya berbalik menatap wanita itu yang berbicara pelan. Tapi dirinya masih saja bisa mendengar apa yang di katakan oleh wanitanya itu.


" Marco Paulus.. laki laki bajingan, waktu itu..." Abhi kini berjalan kembali ke sisi ranjang wanitanya dia kembali duduk di sana ketika wanita nya bercerita tentang siapa laki laki yang bernama Marco Paulus itu.


Flashback On


Ini masih ada sangkut pautan nya dengan cerita Om Johan dan Paman Antoni dari season 2 ya. Ayah dari Clarissa.


" Steve aku ingin dia juga berlatih di sini bersama kalian, jika aku melatih di dua tempat itu membuat aku lelah, kau tahu kadang tenan orang tua tak sekuat tenaga kalian para anak muda..." Paman Antoni yang tiba tiba datang ke tempat latihan mereka dengan membawa satu anak muda yang umur nya mungkin seperti mereka.


" Paman yakin?" Steve hanya berucap seperti itu dengan menatap laki laki yang ada di sebelah pelatih nya itu.


" Tak apa dia baru memulai nya, jika kau tak keberatan dia juga bisa masuk ke dalam kelompok mu?" Saran dari paman Antoni itu hanya di anggap angin lewat dari Steve.


Kini mereka semua berlatih cukup keras, latihan yang selalu di berikan oleh orang orang paman Antoni adalah latihan ala militer yang sulit di tembus oleh para musuh, tak heran jika orang orang dari paman Johan juga tak muda di kalahkan waktu itu.


" Paman maaf aku datang terlambat..." Gadis cantik yang terurai rambutnya kini berlari menghampiri Antoni yang sedang mengawasi gerakan setiap orang orang yang ada di sana.

__ADS_1


" Kau ini selalu datang terlambat..." Monica hanya tersenyum, dia tak terlalu khawatir karena Monica memiliki jam khusus berlatih dengan paman Antoni. Paman Antoni ingin menjadikan dirinya satu satu wanita yang paling kuat di mafia itu.


" Sudahlah sana bergabung..." Monica mengangguk pelan dan langsung masuk ke dalam barisan untuk mengikuti gerakan yang sudah ada contohnya di depan.


" Hai.. kau baru di sini?, aku belum pernah melihat mu..." Monica langsung menyapa laki laki muda yang baru dia lihat, Monica tak tahu bahwa dia bukan anggotanya. " Kau anggota baru dari kami?" Sambungnya dengan memasang kuda kuda tangan nya.


" Anggota?, ahh.. iya.. aku Marco..." Dia menjawabnya dengan tersenyum.


" Monica..." Jawabnya dengan juga tersenyum, Marco yang lebih tua dari nya merasa tersentak hati nya ketika melihat senyuman ketulusan dan senyuman cantik dari wanita satu satu nya yang ada di sana.


Mereka berlatih dua jam, dan latihan itu selesai. Mereka yang lain pada mengambil air minum nya sendiri.


" Hanya kau wanita yang ada disini?" Tanyanya dengan menyodorkan air putih.


" Keren, aku ingin bergabung dengan kalian..." Monica hanya tersenyum dia tentu saja tak bisa memutuskan apapun.


Perkenalkan itu akhirnya membuat pertemanan mereka lebih kental, lebih dekat satu sama lain. Pada Akhirnya Marco juga bisa bela diri, serta kung fu seperti yang di latih oleh pelatihnya.


Marco dan Monica kini menjadi orang yang begitu pintar dan cepat jika di ajari kuda kuda oleh pelatih. Suatu hari Zac Kozan kini tiba di sana dia ingin melihat seperti apa para orang orang nya berlatih.


" Paman Antoni..." Sapanya dengan suara dingin nya. Semua orang yang ada disana kini menghentikan semua aktifitas nya, melihat ke arah bos nya, memberikan hormat serta menunduk sebentar, mereka tak ada yang berani menatap ke arah bos nya.

__ADS_1


" Dia siapa?, kenapa kita harus memberi hormat?" Bisiknya pada Monica waktu itu.


" Dia bos kami, maka dari itu sangat di hormati..." Jawabnya dengan berbisik pelan.


Marco merasakan ada sesuatu di hati nya ketika melihat ada seseorang yang di hormati serta di takuti seperti itu. Sedangkan dirinya seperti semua orang yang ada di sana ingin melawannya dan menantang nya.


Marco akhirnya mendekati Monica, selalu menyanjung nya tinggi hingga Monica akhirnya jatuh cinta pada laki laki dewasa itu. Kedekatan Monica dengan laki laki selalu di awasi oleh Andre tapi Andre juga menyukai laki laki itu karena terlalu pandai Marco menyimpan rasa iri nya.


" Steve Marco ingin masuk kelompok kita?, apa boleh?" Andre kini berkata ketika mereka selesai dengan latihannya.


" Jika dia baik kenapa tidak, tapi katakan untuk tidak macam macam. Karena dasar nya aku tak suka pada nya, entah kenapa tatapan dan pukulannya seakan berbicara tentang ambisi yang dalam..." Ucap Steve karena dirinya tahu tatapan apa yang ada di sana.


" Dia tak akan berani macam macam..." Andre sedikit membela nya dan Steve tak bisa berbuat apa apa lagi.


Tiga bulan Marco akhirnya masuk ke dalam kelompok mereka, dia menjadikan Monica agar dirinya menjadi pimpinan di sana, Monica yang juga menjadi pimpinan bandar, dan Marco hanya kaki tangan dari Andre, dia anggota perampok. Rasa iri dan ambisinya waktu itu akhirnya memberikan racun untuk kelompok mereka terpecah dan mengatakan bawa dirinya akan membuat kelompok baru dan mencari anggota dari anggota itu.


Beberapa orang yang di iming imingi kini akhirnya berada di belakang, niat jahat telah di susun untuk menghancurkan kelompok nya waktu itu.


" Suhu Marco seperti nya memiliki niat jahat kepada kelompok kita?" Seseorang yang melapor hanya di tatap tajam oleh wanita itu.


" Jangan membuat omong kosong, aku bisa menghajar mu jika kau macam macam dengan Marco, dia tak mungkin serendah itu..." Monica malah marah padanya, dia melotot kearah Monica ketika dirinya mendengar omong kosong itu. Wanita jatuh cinta semua keburukannya tak akan terlihat. Itulah yang di alami oleh wanita cantik itu.

__ADS_1


" Suhu aku berani bersumpah, mereka sedang menyusun rencana untuk menghancurkan kita semua dan membunuh Singa kita, agar dirinya yang menjadi Singa..." Monica malah tak percaya dirinya malah pergi ingin menemui laki laki yang dia cintai itu.


__ADS_2