
Sedangkan di tempat lain Abhi kini tengah menyembunyikan diri nya dari pengejaran para mafia itu, dia yakin Abhi lah yang menjadi dalang penyergapan tadi. Abhi mengepalkan tangan nya ketika dia tahu siapa di balik ini, dia mengusap wajah nya dengan kasar. Kali ini dia bisa menahan amarahnya yang melambung tinggi tapi untuk tidak besok, dia harus memikirkan cara agar menjebak orang itu keluar.
" Arghh.. kenapa aku bisa ceroboh sekali, aku tak bisa mengetahui semua nya..." Teriakan frustasi nya.
Abhi sedikit membenturkan kepalanya ke dinding, menahan rasa sakit hati nya. " Kau harus aku bawah di depan Zac, bagaimana pun cara nya..." Katanya dengan dada naik turun.
Abhi menatap keluar jendela dengan cara memikirkan cara agar musuhnya kini agar keluar dari tempatnya. Abhi kali ini harus melupakan masa lalu nya kini dia harus maju untuk membersihkan nama nya agar para tim nya tak berpikir bawa dirinya yang telah berkhianat.
Abhi cukup tahu diri bawa mendapatkan kepercayaan dari seseorang tak semuda membalikan telapak tangan jadi dia tak mungkin menjadi laki laki bodoh yang berkhianat untuk kedua kali nya.
Abhi memejamkan matanya bayangan kekasihnya marah padanya, serta kilatan kebencian dari kekasihnya juga mengusik hati dan pikirannya. Masih tergambar jelas wajah kekasihnya yang begitu membencinya. Kebahagian yang semalam kini hancur karena kejadian beberapa jam saja. Tawa serta mimpi juga lenyap di bantai oleh kebencian.
" Monica maafkan aku, aku tak bisa menjadi yang kau harapkan. Tapi percayalah bahwa aku tak mungkin mengingkari janji untuk meninggalkan mu dan tim mu. Aku tak tahu siapa pelaku di balik ini, tapi aku mohon percayalah untuk kali ini..." Gumamnya dengan nada begitu sedih, dia juga meneteskan air matanya.
Harapannya untuk mengatakan semuanya pada sang kakak nya untuk meminta wanita itu kini harus tertunda karena penyergapan dadakan tadi, tapi setelah semua ini selesai dia akan segera mengambil cinta nya lagi. Cinta yang sudah tumbuh di antara kedua insan itu, cinta itu kini di pertaruhkan, cinta itu kini di uji untuk saling mendukung dan saling melindungi. Tapi wanita itu kini mundur dari rasa cinta yang menyakiti hati nya.
Abhi kini mengambil ponsel nya mencoba menghubungi orang rumah nya, tapi nihil tak mendapatkan jawaban apapun dari orang yang menjaga rumahnya. Kini dia duduk di ranjang nya mencoba ingin menghubungi siapa tapi dia juga tahu harus meminta bantuan ke siapa.
__ADS_1
Abhi memberanikan diri untuk menghubungi seseorang, dengan tangan yang bergetar serta hati yang tak karuan dia menunggu pemilik no itu menjawab telfon nya.
" Kakak, kau di mana?" Valarie lah yang tengah di hubungi oleh Abhi, hanya adiknya dan Adik iparnya yang mungkin saat ini percaya pada nya.
" Aku di tempat aman sekarang, kau tak perlu mengkhawatirkan aku. Sekarang katakan bagaimana kondisi di sana dan di mana suami mu?" Val menceritakan semuanya dan dia juga mengatakan bagaimana hancurnya wanita yang mencintai nya, bahkan seorang Suhu pelatih Kung Fu di sana hancur karena pengkhianatan itu.
Abhi menghela nafas nya berat ketika mendengar apa yang di katakan oleh adiknya itu, dia semakin hancur mendengar bahwa wanita itu juga hancur. Tapi dia tak bisa berbuat apa apa sebelum semuanya terungkap dan dia membawa pelaku itu di depan tim nya.
" Honey..." Suara panggilan dari Zac mengejutkan wanita itu yang sedang bicara dengan kakak nya yang sedang bersembunyi.
Dada nya naik turun menjadi panik, rasa bahagia ketika dia mendengar suara kakaknya kini hilang ketika mendengar suara suaminya. Zac mengerutkan keningnya ketika dia melihat wajah panik dari istrinya itu, dia melangkah mendekat dengan tetap menatap istrinya. Val menyembunyikan ponsel nya, dengan menatap suaminya itu. Dia tak ingin suaminya tahu siapa yang menghubungi nya.
" Siapa yang bicara di telpon?" Tanyanya dengan melirik ke arah ponsel yang sedang dia sembunyikan di belakang punggung nya.
" Tidak ada, hanya teman..." Elaknya dengan cepat.
" Sayang kau tak bisa berbohong kepada ku, siapa yang menghubungi mu. Kau katakan sendiri atau aku mencari tahu, jika aku yang mencari tahu kau tak akan bisa mencegah ku untuk menghancurkan nya, karena aku tak suka istri ku berbohong menutupi siapa yang menghubungi nya..." Suaranya yang lembut tapi masih terdengar kata kata penuh penekanan dengan ancaman seperti itu.
__ADS_1
Mata Zac terpancar tak main main, dia benar benar mengatakan hal itu, pengkhianatan itu membuat hati nya terpengaruh dia juga mulai takut bahwa istrinya akan berkhianat di belakang nya. Val hanya mampu menelan ludahnya.
" Siapa yang menghubungi mu?" Zac bertanya satu kali lagi dengan suara dingin nya. " Kau mencoba berbohong karena kau berpikir untuk berkhianat juga di belakang ku?" Perkataan Zac mampu membuat wanita yang ketakutan tadi kini menantang mata elang itu. Perkataan Zac membuat hati nya terluka. " Gara gara ini tak hanya satu orang yang hancur tapi kau lihat Suhu begitu hancur karena kakak mu yang membuatnya jatuh cinta tapi kemudian meninggalkan nya seperti sampah tak berguna..." Sambungnya dengan kembali menatap istrinya.
" Kau menuduh ku apa?" Val ingin suaminya mengulangi lagi apa yang dia katakan, tapi Zac seketika sadar apa yang terlontar itu salah.
" Sayang ini-" Zac menghentikan ucapan nya ketika tangan mengangkat tangan nya memberikan kode untuk tak melanjutkan ucapannya yang mungkin akan tetap menyakitkan hati nya.
" Dengar tuan Zac Kozan, kakak ku memang kau curigai dalam hal ini, tapi aku tak pernah berpikir untuk mengkhianati suami ku sendiri. Tadi yang menghubungi adalah Abhi kakak ku yang menanyakan keadaan kita semua, aku tak memberi tahu mu karena keadaan masih tegang dan kau malah menuduh ku seperti itu..." Val tersenyum kecut di depan suaminya yang diam tak berkutik sama sekali.
" Bukan hanya kau yang hancur tapi aku juga hancur Zac, dia kakak ku. Orang yang kalian tuduh berkhianat, dia yang rela membunuh teman nya di depan kalian, dia rela mengorbankan semuanya demi kalian. Tapi kalian tak ada satu pun yang percaya pada nya, bahkan kau..." Val menghentikan ucapannya dengan dada yang bergemuruh tak karuan karena rasa kecewa nya.
" Kau malah menuduh ku, tak ku sangka kau berpikir picik dengan istri mu..." Sambungnya dengan meletakan ponsel itu, dia melangkahkan kaki nya untuk keluar dari kamar itu.
" Kau mau ke mana?" Sebuah tangan yang menarik pelan tangan Val membuatnya berhenti dan menoleh kearahnya dengan tatapan tajamnya.
" Jika kau tak percaya pada nya, buat apa kau melepaskannya tadi, harusnya kau tadi membunuhnya agar kau tak berpikir buruk tentang ku..." Jawabnya dengan menghempaskan tangan itu dengan kasar. Val kini keluar dari kamarnya, dia memilih untuk menenangkan hatinya yang kacau oleh perkataan suaminya, sedangkan Zac kini mengusap wajahnya karena bodoh bisa berkata seperti itu.
__ADS_1
" Nyonya mau kemana?" Sebuah suara itu tak membuat Val menghentikan langkahnya, dia terlalu lelah dengan masalah ini. Tak hanya mereka yang hancur, tapi dirinya juga hancur karena yang mereka tuduh adalah kakaknya.