
Kini Zac dan Valarie yang sudah tiba di markas besar itu segera di sambut oleh orang orang nya yang berbaris di halaman yang luas itu. Steve kini berada di depan sendiri, menyambut bos serta istrinya yang turun dari mobil nya.
Zac melihat semua orang yang berkumpul di sana dengan kepala mereka yang menunduk, tak ada satu pun yang berani menunjukan wajah nya di sana.
Valarie di buat merinding ketika melihat orang orang itu benar benar tunduk kepada suaminya itu. Valarie menelan ludah nya dengan kasat ketika melihat bahwa orang itu begitu banyak. Padahal jika di ingat ingat dulu sewaktu dia datang ke sini orang berbadan tegap itu tak sebanyak sekarang.
" Selamat datang di markas Dio Della Morte..." Bariton yang tegas itu membuat Valarie sedikit terkejut. Zac yang dari tadi memeluk pinggang istrinya merasakan istrinya yang terkejut langsung menatap kearah laki laki yang membuat istrinya itu terkejut. Laki laki itu langsung menunduk takut ketika tatapan dari bos nya begitu tajam.
" Maafkan saya Nyoya..." Laki laki itu langsung meminta maaf dengan kepala yang menunduk, suaranya bergetar karena takut kepada bosnya dan tatapan Steve yang seperti menusuk ke jantungnya.
" Tak apa sayang..." Bisiknya dengan segera ketika menyadari bahwa laki laki itu takut karena tatapan dari suaminya.
Kini mereka dengan cepat memberikan jalan untuk kedua bos nya itu masuk kedalam, dan mereka pada mengikuti langkah bosnya. Zac dan Monica kini masuk ke dalam dengan berjalan santai dengan diikuti orang orangnya yang berada di belakangnya.
" Steve aku akan menunggu di ruangan ku saja..." Steve mengangguk, dan mereka kini berjalan masuk ke dalam ruangan yang biasa di tempati oleh ketua itu ketika dia berada di markas besar itu.
Sedangkan Abhi dan mereka kini telah tiba jiga di markas itu, jantung mereka kini berdetak tak karuan ketika sadar bahwa ada mobil yang ada di depan markas itu.
__ADS_1
" Singa sudah tiba?" Katanya dengan berbisik dengan kepada Andre.
" Hmm, kau harus tenangkan hati dan pikiran mu..." Jawabnya dengan juga berbisik.
" Apa yang kalian bisikan?" Abhi kini penasaran dengan apa yang mereka kedua bisikan itu.
" Tak ada..." Jawabnya dengan cepat. Andre yang melangkah masuk ke dalam markas dengan segera dengan di ikuti oleh kedua orang itu.
Tapi sebelum Abhi dan Monica sampai ke pintu, Monica menarik pelan tangan Abhi hingga membuat Abhi terhenti dengan menatap ke arah Monica.
" Singa sudah ada di dalam, kau sudah siap..." Monica kini menyakinkan kembali laki laki itu.
Kini mereka masuk ke dalam markas itu, Abhi melihat sedikit terkejut bahwa orang orang itu yang berkumpul di sana cukup banyak. Dia tak menyangka bahwa orang orang itu cukup banyak.
Kini mereka mengobrol dengan obrolan ringan, saling membahas pekerjaan mereka masing masing di dunia gelap. Kini Abhi juga mulai terbiasa dengan obrolan mereka semua, meskipun Abhi tak tahu persis apa yang mereka katakan. Kini mereka semua langsung terdiam ketika mendengar suara langkah dan melihat bahwa Steve dan Andre berjalan menuju kearah mereka, tatapan dari Andre membuat jantung Suhu cantik itu semakin tak menentu, cemas serta ketakutan menimpa tubuhnya saat ini.
" Kau yakin ingin bertemu dengan ketua kita?, kau sudah siap?" Steve kini yang bertanya dengan wajahnya yang serius, semua orang yang ada di sana kini menatap ke arah Abhi. Hanya beberapa dari mereka yang tahu siapa Abhi sebenarnya, sedangkan yang lain tak ada yang tahu, yang mereka tahu adalah Abhi anggota baru. Mereka tahu di kumpulkan seperti ini pasti ada anggota baru yang bergabung di kelompok ini.
__ADS_1
" Kau bisa mundur jika kau ingin mundur..." Timpal Andre dengan cepat. Dia malah berharap laki laki itu mundur dan siksaan ketakutan ini akan segera berakhir. Sebenarnya mereka tak takut jika harus saling melawan, tapi yang mereka takutkan adalah bos nya di ketahui oleh laki laki police itu.
Abhi sebenarnya terkejut bahwa ada Steve di sana, tapi pikirannya tak ingin menuju kearah kesana, yang dia pikirkan hanya satu bahwa Steve juga tim di salah satu tim dunia gelap, tapi berpikir bahwa adik iparnya adalah ketua itu tak ada sama sekali.
" Keputusan ku sudah jelas dan tak berubah. Aku akan maju dan tak akan mundur..." Jawabnya dengan lantang.
Salah satu dari mereka kini memutar sebuah film yang ada di sana, Abhi tersentak terkejut ketika melihat tayangan yang ada di depannya itu. Semua yang dia lakukan kini terpampang jelas di video itu, dia membantu para mafia itu juga nampak jelas, membunuh temannya sendiri pun juga ada di sana. Abhi memandang Steve dan Andre dengan tatapan tak bisa di artikan, sedangkan Monica kini berdiri di belakang kedua laki laki yang selalu berada di garden depan untuk semua timnya.
" Kau mengatakan maju dan semua kejahatan mu aman bersama kami, jika kau macam macam semua bukti ini akan sampai di Jendral mu..." Ancamnya dengan segera, Abhi hanya menatap ke arah Andre, dia tak menyangka bahwa semua kejahatannya selama ini telah di rekam oleh seseorang dan itu untuk melawan dirinya.
" Silahkan kau tentukan lagi, kau maju bersama kami atau kau mundur sekarang..." Bentaknya dengan kencang. Semua orang yang ada di sana hanya terdiam tak ada yang berani menyela nya sedikit pun. Ini memang resiko yang harus di ambil setiap anggota mafia itu. Mereka tak akan bisa mundur setelah melihat wajah bos nya.
" Keputusan ku tetap dari dulu, aku akan maju bersama kalian dan akan melindungi kalian, bahkan aku siap jika harus menjadi mata mata di militer..." Jawabnya dengan lantang dan keras.
" Kau tak bisa mundur setelah ini Abhi..." Gumamnya Monica dengan pelan. Abhi tahu bahwa kekasihnya merasakan kekhawatiran tapi ini adalah keputusannya, dia akan tetap maju dengan keputusannya dari awal.
Tap,tap,tap!! Suara sepatu yang keras membuat jantung Abhi berdetak kencang, keringat dingin kini membasahi kening laki laki itu, dia tetap tak di perbolehkan untuk melihat kebelakang sebelum laki laki yang berjalan mendekat membuka suaranya. Semua orang yang di sana menunduk, mereka tak berani menunjukan wajahnya meskipun itu hanya sebentar. Keadaan ruangan itu kini menjadi menegangkan ketika bos nya semakin mendekati kearah mereka. Semua orang tak tahu bahwa ketiga orang itu panik bukan main ketika menyadari bahwa bos nya sudah hampir tiba di belakang laki laki itu.
__ADS_1
" Selamat datang di markas besar Dio Dell Morte..." Singa itu membuka suaranya dengan dingin membuat semua orang merinding seketika. Abhi dengan segera membalikan badanya dan matanya terkejut ketika melihat siapa yang berdiri di belakangnya dengan menyebutkan nama mafia mereka.