
Suhu cantik itu kini dengan rasa malasnya karena setiap hari dan setiap waktu hanya bermain main di dalam markasnya kini mencoba berjalan jalan keluar untuk mencari udara seger di luaran sana.
" Suhu kau ingin kemana?" Andre yang baru keluar dari kamarnya kini tanpa sengaja melihat wanita bertato itu memakai jaket nya yang seperti ingin pergi.
" Aku bosan di rumah, aku ingin keluar sebentar..." Katanya dengan berjalan meninggalkan laki laki itu yang berjalan di belakangnya.
" Aku tak bisa menemani mu, karena harus ada pekerjaan yang aku lakukan..." Andre langsung mengatakan apa yang terjadi.
" Aku tidak meminta mu untuk menemani ku, lagian aku juga tahu kau tak bisa menemani ju, Abhi juga sudah menunggu mu di bawah..." Suhu itu langsung dengan cepat berjalan meninggalkan Andre yang berjalan di belakangnya. Andre kini menghampiri Abhi yang menunggunya di depan mobilnya, sedangkan Suhu kini siap dengan sepeda motornya yang akan dia kendari.
" Kau hati hati, jika ada apa apa hubungi aku segera..." Ucap Abhi ketika melihat kekasihnya akan keluar mengunakan sepeda besarnya itu.
" Hmm..." Gumamnya lalu Suhu itu langsung melajukan sepeda motornya dengan kecepatan tinggi hingga dengan cepat menghilang dari pandangannya.
Andre hanya geleng geleng kepala ketika melihat adik wanita yang ugal-ugalan ketika mengendari sepeda motornya.
" Ayo jalan, Albert sudah menunggu..." Kini mereka berdua langsung masuk ke dalam mobilnya yang akan membawa mereka menuju perusahan yang di mana Albert sedang menunggu dirinya.
Kini Monica tengah mengendari sepeda motornya dengan cepat, dia menyalip semua mobil yang ada di depannya itu, dengan lihainya dia membawa sepeda motor itu, bahkan tak nampak bawa dia adalah wanita yang mengendarai nya. Monica melihat sebuah cafe yang cukup cocok untuk dia meminum kopi nya. Dia menghentikan sepeda motornya itu tepat di sebelah mobil yang berhenti di sana dengan cara bersamaan.
" Nona tak bisa kah kau geser sedikit sepeda mu, aku tak bisa membuka pintu mobil ku..." Wanita itu kini mengeluarkan kepalanya ketika pintu mobilnya hanya bisa di buka sedikit dan membuat dirinya tak bisa keluar dari mobilnya.
Monica yang sudah turun dari sepeda nya dan melepaskan helm nya itu hanya menatap orang itu yang berbicara padanya.
__ADS_1
" Yang tiba dulu adalah saya, jadi hak saya ingin berhenti di mana dan saya tidak mau menggeser sepeda saya..." Katanya dengan menatap orang yang ada di dalam mobil itu dengan sengit.
" He Nona kita sama sama baru sampai, tak bisakah kau menggeser sepeda mu sedikit saja, apa kau tak bisa melihat bahwa aku sungguh tak bisa keluar..." Orang itu terjebak di dalam mobilnya karena memang dirinya tak bisa keluar dari mobilnya. " Aku sudah di tunggu klien ku di dalam, please. Aku bisa membayar kau meminum kopi atau makan di dalam..." Sambungnya dengan penuh permohonan, tapi Monica tetap enggan untuk menggeser sepeda motor besarnya itu.
" Kau tak punya otak, dan perusahan bodoh yang memperkerjakan orang seperti mu. Jika kau tak bisa lewat sini, kau bisa lewat sebelah mu yang kosong..." Monica segera meninggalkan orang itu yang menatap ke arah samping nya ketika melihat sebelahnya kosong.
" Shi*..." Umpatnya dengan cepat bergeser dan cepat keluar dari mobilnya itu, dengan hati yang kesal dia melangkah masuk ke dalam cafe yang sedang ada klien nya di sana.
Monica hanya tersenyum sinis melihat orang itu masuk ke dalam sana dengan melihat tajam kearahnya. Monica malah menantang tatapan orang itu dengan pandangan meremehkan orang itu.
" Bodoh..." Umpatnya dengan keras membuat orang itu berhenti tepat di sebelahnya dengan menatap kearahnya dengan tatapan sengitnya.
Tapi orang itu dengan cepat meninggalkan Monica yang memandangi dirinya dengan tatapan remeh.
Monica kini berdiri setelah menyelesaikan pembayarannya, dia berjalan dengan santai, dia keluar dari cafe itu dengan mengotak atik ponselnya. Ada sebuah laki laki yang berlari dan melemparkan dirinya sebuh dompet yang membuat dirinya terkejut dengan menangkapnya.
" Jadi dia komplotan pencuri itu..." Sebuah suara dengan orang yang banyak menghampiri Monica yang sedang memengang dompet itu.
" Jaga bicara anda, saya tidak mengenal mereka..." Monica memang tak tahu apapun, bahkan dia terkejut ketika ada sebuah dompet di lempar kearahnya.
" Ada apa ini?" Suara orang yang ada di belakangnya mengejutkan nya, orang tersebut merasa heran ketika melihat lawannya tadi di hampiri banyak orang di depan cafe.
__ADS_1
" Wanita ini sindikat pencuri, tadi orangnya mengambil dompet seseorang ibu tua..." Seseorang laki laki segera menjelaskannya.
" Jaga bicara anda..." Monica segera membentaknya dengan kasar.
" Semua ada buktinya, kau memengang dompet itu..." Monica langsung melemparkan dompet itu.
" Tak ku sangka kau sindikat pencuri kelas murahan..." Orang itu kini berucap sinis. " Aku akan menghubungi police agar dia membusuk di penjara..." Sambungnya dengan cepat menekan nomer police.
Monica merampas paksa ponsel milik orang itu, kini ponsel itu menjadi rebutan Monica dan orang yang ingin melaporkan hal itu. Dia sungguh tak melakukannya maka dia akan membela dirinya di sini. Terjadi saling berebut ponsel di sana yang membuat semua orang yang ada di sana menatap kedua orang itu.
Monica dan orang itu sama sama saling menendang dan membuat ponsel itu terlempar keatas dan mereka berjauhan dengan cara mundur dengan menyentuh perutnya yang sama sama terasa sakit pada perutnya.
Prank!! Ponsel itu jatuh ke tanah membuat ponsel itu langsung pecah seketika, sang pemilik langsung menatap ke arah monica dengan tajam, sedangkan Monica hanya sinis menatapnya.
" Kau harus ganti ponsel ku..." Orang itu meminta Monica menganti ponselnya yang jatuh karena ulah perebutan itu.
Monica hanya sinis menatap kearah orang itu dengan tatapan datarnya.
" Aku?, kau meminta aku untuk menganti ponsel mu yang rusak?" Monica malah tertawa keras melihat tatapan tajam dari lawannya itu. Bahkan orang yang bergerombol tadi kini bubar, menyerahkan dompet itu kepada wanita tua, dan mengatakan tak ingin memperpanjang masalah itu.
" Kau harus menganti nya aku tak mau tahu, mau harus menganti nya..." Orang itu kini berbicara dengan melotot ketika Monica tak menghiraukan ponsel yang jatuh.
" Itu akibat karena kau sok menjadi pahlawan di sini, dan itu salah mu. Sekarang kenapa kau ingin aku yang menganti nya..." Orang itu malah di buat tak percaya ketika kaki Monica malah menginjak ponsel yang jatuh itu.
__ADS_1
" He..." Teriak orang itu yang melihat Monica dengan sengaja menginjak ponselnya yang sudah jatuh itu.