
Tiga hari berlalu begitu cepat, malam yang di tunggu banyak orang kini telah menghitung jam. Malam ini Val tengah berulang tahun dan acara pesta itu di gelar di sebuah hotel berbintang. Val yang kini masih merias wajah nya dengan di bantu para perias handal. Gaun hitam yang membelit tubuh indah nya menyempurnakan kesannya yang begitu cantik serta elegan.
Malam ini juga tengah di tunggu tunggu oleh laki laki yang berambut gondrong, malam ini dia juga sudah menyiapkan semua nya untuk meminta kepada keluarga kekasih nya, meminta ijin untuk menikah adiknya yang membuatnya tergila gila.
" Kamu sungguh cantik malam ini Val..." Kakak dari wanita itu mengagumi wajah cantik dari adik nya yang begitu persis dengan mendiang ibunya.
" Aku dari dulu memang cantik kak..." Senyumnya mengembang ketika kakaknya yang berdiri di belakangnya memuji dirinya. " Kakak juga sangat tampan..." Pujian itu di lempar kembali kepada kakak nya.
" Val apa kamu yakin malam ini akan memperkenalkan kakak sebagai kakak mu?" Abhi sebenarnya ragu karena dia juga takut bahwa dirinya dikenalkan sebagai kakak dari model cantik ini para musuh kakaknya akan mengincar kelemahannya.
" Kak sampai kapan aku harus bersembunyi dari jati diri ku..." Val membalikan badannya menatap wajah kakak nya yang penuh kekhawatiran.
" Sayang kakak hanya tak ingin para musuh mengincar kelemahan kakak, kau tahu bukan maksud ku?" Seorang police bagian kriminal kebanyakan akan menyembunyikan keluarga nya hanya untuk melindunginya agar tak di incar seseorang yang sudah dia tangkap.
" Ada kakak yang akan menjaga aku, jadi aku tak perlu khawatir..." Abhi tak mungkin tega untuk membatalkan rencana yang sudah di susun oleh mereka, Val sungguh bahagia ketika mengetahui bahwa dirinya bisa memakai nama keluarga di belakangnya.
Abhi tersenyum bahagia melihat adiknya bahagia meskipun kekhawatiran menyelimuti hatinya.
Sedangkan di aula Aiden tengah duduk di sana dengan penampilannya yang juga memakai setelan jas berwarna hitam, dia sengaja memakai setelan jas hitam karena dia tahu warna gaun yang di pakai oleh wanita itu.
Aiden yang duduk di sana dengan di kelilingi wanita merasa sangat takut jika Val melihatnya dia akan berpikir bahwa dirinya tak bisa berubah.
Sedangkan di tempat agak jauh Zac juga tengah duduk menantikan kedatangan princess nya, menunggu wanita itu datang memasuki aula hotel tersebut.
__ADS_1
Semua mata tertuju kearah dua insan yang sedang masuk kedalam dengan cara tangan Val di sisipkan ke lengan sang kakak. Semua mata mengagumi kecantikan dari wanita itu, bahkan semua mata para laki laki yang di sana seakan memujanya dengan cara menatapnya.
Zac dan Aiden begitu terpanah melihat Valarie yang sangat cantik malam hari.
" Kakak aku akan menyapa tamu yang lain..." Abhi mengangguk ketika adik nya segera melepaskan himpitan tangan yang dari tadi berada di lengan nya.
Abhi yang tak sengaja melihat teman nya yang duduk di antara wanita wanita teman adiknya.
" Ch!! dasar playboy murahan..." Desisnya dengan melangkah kearah nya.
" Honey terima kasih sudah datang..." Zac menyambut kekasihnya dengan pelukan hangat nya ketika sang kekasih mendekati dirinya.
" Malam ini kau begitu cantik honey, aku sampai tak mengenali dirimu..." Val melepaskan pelukannya menatap kekasihnya yang memuji dirinya.
" Terima kasih, kamu juga sangat tampan hari ini..." Val membalikan pujian itu, kini mereka masih saling mengobrol dengan terkadang Val memperkenalkan Zac sebagai kekasihnya di depan teman teman yang menghampirinya.
Acara akan segera di mulai, para tamu yang diundang mungkin sudah banyak yang datang, pembawa acara mempersilahkan untuk yang memiliki acara kedepan karena akan meniup lilin nya.
" Honey ayo ikut aku, di sana pasti ada kakak juga nanti aku bisa kenalkan pada kakak dan para media jika kita memiliki hubungan..." Ajaknya kepada Zac.
__ADS_1
" Kau yakin mau mengekspos hubungan kita sayang?"
" Yakin honey buat apa di sembunyikan lagian nanti orang orang juga bakal tahu hubungan kita..." Zac tersenyum bahagia bahwa kekasihnya akan mengumumkan hubungan mereka di seluruh media yang ada di acara ini.
Para tamu yang datang kini maju ke depan menjadi lingkaran mengelilingi kue tar yang begitu bagus. Val yang mengandeng Zac maju kedepan membuat semua orang bersorak gembira, Abhi yang dari tadi tersenyum ketika melihat adiknya mengandeng kekasih nya begitu mesra kini tiba tiba menjadi tatapan yang tegang.
" Kakak dia kekasih ku Zac, dan Zac di kakak ku Abhi..." Senyuman mereka kini luntur, seakan ada bebatuan besar yang menimpah tubuh mereka berdua.
Abhi yang langsung melotot tak percaya dengan cepat menarik tangan adik nya agar jauh jauh dari laki laki itu.
Bug !! satu pukulan yang di layangkan Abhi mengenai wajah laki laki itu membuat semua orang yang di sana menatapnya dengan terkejut bukan main.
" Kakak..." Teriak Val ketika melihat kekasihnya malah mendapatkan jotosan dari kakak nya.
" Kau sengaja mendekati adik ku untuk balas dendam pada ku he..." Suara yang tinggi dan sinis kini terdengar begitu nyaring di ruangan aula itu.
" Kakak mengenalnya?" Val menatap kakak nya tak mengerti, tatapan tanda tanya tentang perkataan kakak nya. Val yang dari tadi ingin menghampiri kekasihnya ditahan oleh kakak nya yang memegang tangan nya dengan erat.
" Dia sengaja mendekati mu karena dia ingin balas dendam pada kakak mu..." Val menatap kekasihnya dengan meminta penjelasan kepada nya. Zac yang di tatap hanya tersenyum tipis. " Dia mafia yang terkenal kejam Val, dia mendekati mu untuk maksud tujuan lain..." Sambungnya dengan menggebu, sedangkan Zac hanya tenang dengan mengusap ujung bibirnya yang sedikit berdarah.
" Aiden bubarkan acara ini..." Titahnya dengan keras, Aiden dengan segera meminta maaf dan membubarkan acara itu, padahal acara itu belum sampai ke acara inti.
" Zac katakan sesuatu?, apa benar yang kakak maksud, bahwa kamu mendekati ku karena memiliki dendam pada kakak ku?" Val yang tak tahu harus berbuat apa akhirnya dia bertanya kepada kekasihnya yang dari tadi hanya diam di tuduh seperti itu oleh kakaknya.
" Apa kau tak pernah merasakan ketulusan ku honey?" Jawabnya dengan lembut. " Aku tak mengatakan apapun karena apa yang dikatakan kakak mu tak benar jadi aku tak perlu menjelaskan apapun. Aku juga tak tahu bahwa kakak mu adalah Sir Abhi yang selalu mencurigai ku sebagai gembong mafia..." Zac menjelaskan dengan sikapnya yang begitu tenang, berbeda dengan Abhi yang sudah memerah padam wajahnya.
__ADS_1
" Omong kosong dengan ketulusan mu, ch! kau hanya memanfaatkan adik ku?" Tuduhnya lagi.
" Kau tak mungkin tak mengetahui bahwa Valarie adalah adik ku..." Sambungnya dengan wajah memerahnya, sedangkan Aiden yang menyaksikan itu semua tak berani mengatakan apapun.