
Alex dan Cla kini tiba di depan rumah yang sangat besar. Nuansa putih yang menambah kesan apik, taman yang hijau serta bunga yang bermekaran juga nilai yang plus untuk rumah besar tersebut.
..
" Alex aku takut dan gugup.." Cla mengusuk tangan nya sendiri yang yang basah karena keringat.
" Tak ada yang perlu kamu takut kan, ada aku honey.." Alex memegang tangan wanita nya, menggenggam nya dengan erat.
Alex mengajak wanita nya masuk kedalam rumahnya, sedangkan sang ibu yang duduk di taman belakang dengan seseorang wanita yang tak di undang sama sekali.
" Bu aku sungguh minta maaf, aku tahu aku salah, tapi ibu sendiri tahu bahwa aku dulu sangat kecil jika memiliki anak, aku ingin mengejar cita cita ku dulu.." Wanita itu nampaknya memohon kepada wanita yang duduk dengan santai.
" Tapi setidak nya jangan kau bunu* cucu ku, kau bisa melahirkan nya dulu lalu pergi.." Jawabnya dengan sinis.
" Aku sungguh tak memiliki pilihan waktu itu ibu, aku harus segera pergi untuk mengejar karier ku waktu itu.." Wanita itu tetap membela dirinya.
" Sudahlah tak ada gunanya kau memohon sekarang, kau memohon pun tak bisa mengembalikan cucu ku yang sudah kau bunuh."
" Tapi aku bisa memberikan cucu kepada lagi bu, aku sudah siap menikah dengan Alex sekarang bu.." Perkataan nya hanya dapat gelak tawa yang mengejek dari wanita tua yang masih cantik ini.
" Menikah dengan Alex, jangan konyol.." Ulang sang ibu.
" Ibu.." Suara tegas yang tak asing di telinga mereka membuatnya dengan cepat menoleh ke sumber suara.
__ADS_1
Cla yang mendengar apa yang di katakan ibu Alex bertambah gemetar, takut bahwa dirinya tak bisa memilihi tempat di rumah ini, maupun di hati ibu kekasih nya.
" Alex sayang, putra ku akhir nya kalian datang juga.." Sang ibu berjalan menghampiri putranya yang mengandeng tangan wanita nya begitu erat. Sedangkan Alex tak menyangka bertemu wanita di masa lalu nya di sini, tepat ada calon wanita yang akan di kenalkan kepada sang ibu.
" Apa ini calon menantu ibu.. Astaga cla kau sangat cantik.." Sang ibu memeluk nya dan Cla tersenyum kaku di sebelah Alex.
Sedangkan Alex tak melepaskan genggaman tangan nya kepada wanita nya, Alex memasang wajah kaku di sana.
" Chelsea kenalkan ini clarissa calon istri Alex.." Sang ibu menekan kata kata nya agar wanita di masa lalu putra nya sadar siapa dirinya dan tahu siapa wanita yang di samping putra sekarang.
" Sayang kenalkan ini Chelsea seseorang yang sudah kami lupakan, tapi entah kenapa tiba tiba datang, padahal ibu tak mengundang nya.." Sang ibu seakan membuat drama tapi Alex dan Cla hanya terdiam karena tak tahu.
Chelsea tak menganggap apa yang di katakan wanita tua itu, dia mendekati Alex, menyisipkan tangan nya ke lengan Alex dengan sengaja.
" Alex aku ingin kita bicara."
" Aku mohon, aku hanya ingin bicara berdua saja dengan mu.." Chelsea memohon dengan lembut suara nya.
" Sayang jangan sungkan mengusir wanita ular ini dari rumah.." Sang ibu berbisik tepat di telinga Cla. Cla yang dari tadi hanya diam menatap calon mertua nya dan sang ibu memainkan mata nya memberikan kode kepadanya.
Cla berpindah posisi berdiri di depan wanita yang dari tadi memaksa menyentuh kekasihnya di depan mata nya.
" Honey sebenarnya siapa dia?" Cla menatap kekasihnya meminta penjelasan.
__ADS_1
" Aku-"
" Bukan siapa siapa honey.." Alex segera memotong apa yang ingin di katakan wanita itu.
" Alex aku ingin kita bicara."
" Nona calon suami saya tidak ingin bicara dengan anda jadi jangan memaksa lagi, jika ada hal yang penting maka katakan pada ku, aku bisa menyampaikan kepada calon suami ku.." Cla yang bicara santai dengan nada yang begitu menekan.
" Aku tidak ada urusan dengan anda, urusan saya dengan Alex.." Katanya dengan sinis.
" Apa yang menjadi urusan Alex akan menjadi urusan saya juga, dan menyingkirkan wanita seperti anda yang menganggu calon suami ku juga menjadi urusan ku.." Cla tak ada lagi lagi ramah ramah nya, kini dia menatap mata wanita yang menantang nya dari tadi.
" Kau jangan-"
" Chelsea sebaiknya kau pergi dari sini, saya sedang kedatangan calon menantu, jadi saya harap kamu sadar tentang hal itu dan saya harap kamu pergi dari sini.." Sang ibu langsung mengusir wanita yang dari tadi memaksa.
Chelsea menatap ke arah Cla dengan tatapan tak suka bercampur marah. " Aku akan membalas apa yang kamu lakukan sekarang pada ku.." Ancam nya setelah mengatakan hal itu dia lebih memilih pergi di banding di sana membuat nya bertambah malu.
" Clarissa maafkan atas insiden kecil ini. Ini sungguh di luar dugaan.." Sang ibu memegang tangan Cla dengan merasa bersalah.
" Apa yang ibu dan dia katakan, aku tak ingin menikah dengan nya. Ibu tahu sendiri bahwa aku membawa calon ku hari ini, kenapa ibu masih menerima nya di sini.." Alex memotong apa yang ingin Cla katakan.
" Ibu tak tahu dia datang Alex, dia masuk dan langsung menemui ibu di taman belakang yang sedang menunggu kalian datang.." Memang benar ibunya sedang santai di taman tiba tiba wanita itu masuk kedalam dan bicara kepada dirinya.
__ADS_1