
Penderitaan 2
Sedangkan di tempat lain kini alfred hanya menatap gedung yang tinggi miliknya kini tak bisa dia masuki, semua kejayaan nya kini hilang, runtuh didepan matanya, karena ulahnya sendiri, dengan rasa marahnya dia meninggalkan gedung tersebut. Berjalan kaki berjalan menujuh apartemen milik emil yang tak jauh dari gedung tinggi yang telah berganti nama bukan miliknya lagi.
“ sebenarnya apa yang kalian lakukan disini he,, ini apartemen milikku.. kalian tak bisa mengusirku..” emil marah marah ketika orang berpakaian hitam mengeluarkan paksa dirinya serta baju baju yang ada di lemarinya. “ kris apa yang kau lakukan ha.. apa kau lupa ini apartemen milikku..” sambunganya dengan marah ketika melihat asisten dari mantan tuanangan nya berdiri di depan.
“ maaf nona emil apa anda lupa, bahwa apartemen ini masih atas nama tuan jonathan.”
“ tapi jonathan bilang bahwa ini sudah menjadi nama ku.”
“ anda yang sudah tertipu..” jawab tegas kris.
“ tapi kau tetap tak bisa mengusirku seperti ini kris, kau akan di pecat oleh jonathan kalau dia tahu bahwa kau mengusirku seperti ini.”
“ tuan jonathan sendiri yang mengutus saya kesini untuk mengusir anda nona.”
Emil menekan ponselnya mencoba menghubungi jonathan tapi lagi lagi nomernya sibuk dan di ahlikan. “ tuan jonathan saat ini sedang sibuk nona, tidak bisa di ganggu.”
“ dia sibuk dengan wanita jal*ng itu.. brengs*k..” bentaknya dengan marah.
“ tolong jaga bicara anda nona,, saya bisa berbuat lebih kasar dari ini.. jika anda memanggil nona muda saya dengan seperti itu.”
“ sekarang kau juga membelanya ha.”
“ dengar nona emil.. meskipun nona ara dari lingkungan hitam, wanita nakal yang tercap di dirinya.. tapi etika nya masih jauh di atas anda..” jawaban kris membuat emil tersulut emosinya.
__ADS_1
“ apa maksudmu ha.”
“ dari dulu hingga sekarang saya pribadi tak perna suka bahwa tuan jonathan menikah dengan anda.. wanita matre yang suka dengan uangnya saja.. dan anda sendiri yang bodoh karena bermain api dibelakang tuan saya.. anda pikir tuan yongki lebih kaya dari tuan saya.. hahaha.. anda terlalu bodo*..” ejeknya dengan senang.
“ kau-“
“ emil.. apa yang terjadi..” emil tak dapat melanjutkan bicara nya ketika suara laki laki yang membuatnya melihat kearah sumber suaranya.
“ alfred..” sapanya pelan, emil melihat dari atas kebawah melihat alfred yang kusut. “ apa yang terjadi pada dirimu alfred..” katanya dengan penasaran.
“ jadi kalian berdua bersengkongkol selama ini?” kris melipat tangan kedadanya.
“ kau tanyakan saja pada laki laki perebut milik orang itu..” alfred menunjuk pada kris yang santai disana.
“ apa kalian pikir tuan jonathan akan diam saja, melihat kalian membunu* calon anak nya.”
“ membunu* calon anaknya?” emil mengulanginya dengan menatap alfred dengan mata yang bertanyak. “ alfred kau-“ emil tak tahu apa yang alfred lakukan sebenarnya tapi melihat alfred yang terdiam dia bisa menyimpulkan bahwa apa yang dikatakan kris ini adalah ulah dari alfred. “ kris aku tak tahu bahwa wanita itu hamil.. dan aku juga tak ikut rencana alfred..” emil membela dirinya.
“ itu bukan urusan saya.. yang jelas kalian sekarang harus merasakan balas dendam kami..” kris berkata dengan meninggalkan mereka yang terdiam disana.
Alfred dan emil saling bertatapan dengan perasan yang binggung, ketika mereka tak punya tempat tinggal mereka harus kemana.
“ apa yang kau lakukan hingga membunuh calon anak dari jonathan he?” emil segera bertanyak dengan mereka yang berjalan meninggalkan apartemen miliknya yang sudah tak bisa dia tempati.
“ aku memberikan obat bius terlalu banyak dan itu membuat calon anaknya mereka meninggal.”
__ADS_1
“ astaga kau-“ emil hanya bisa menutup mulutnya tak percaya. “ lalu apa yang terjadi padamu sekarang?”
“ semua asetku di ambil ahli jonathan brengs*k itu..” katanya dengan emosi.
“ untung hanya aset mu yang di ambil.. bukan nyawamu yang di ambil oleh jonathan.”
“ apa kau pikir hidup tak memiliki apapun, juga tak sama dengan mati perlahan ha.. jonatahn sengaja memberiakan ku hidup tapi dia akan membunuh ku perlahan, dengan tak memiliki uang, tak memiliki tempat tinggal, sama saja dengan mati.. lebih baik aku mati dari pada harus disiksa seperti ini..” emosi alfred juga sudah tak bisa dibendung lagi.
“ arghh... sial.. ini semua gara gara wanita si*lan itu..” emil kini menyalahkan jovanka lagi, padahal jovanka tak melakukan apapun. “ lalu kita harus kemana alfred, aku tak ingin jadi gelandangan di sini, aku juga tak memiliki uang sama sekali, semua fasilatasku juga sudah di ambil oleh jonathan..” katanya dengan duduk disalah satu bangku taman didepan apartemennya.
“ tutup mulutmu jangan menambah aku pusing.. biarkan aku berfikir dulu..” katanya membuat emil terdiam. Alfred menghubungi beberapah orang yang dia kenal sangat dekat, menghubunginya memintak tolong tapi percuma semuanya seperti menghindar dari dirinya. “ arghh...” teriaknya membuat emil yang didekatnya terkejut.
“ kau membuatku terkejut alfred..” bentaknya.
“ semuanya menghindar dari ku.. aku yakin ini ulah dari jonathan..” katanya dengan emosi, dadanya yang bergemuruh menandahkan alfred benar benar sangat marah.
“ teman ku juga tak bisa aku hubungi semuanya.. apa ini juga ulah jonathan?” katanya dengan berfikir. “ kita akan mengalami kematian dikehidupan ini alfred.. kita akan menderita..” sambungnya dengan meneteskan air matanya.
“ tak akan ku biarkan kita menderita emil,, saat ini kita hanya perlu tempat tinggal, lalu memikirkan lain nya..” alfred merangkul pundak emil dengan menatap kedepan. Pikirannya menerawang kedepan, tak ada penyesalan sama sekali dimata nya.
Jonathan hanya tersenyum ketika mendengar laporan yang di sampaikan oleh asistennya kris, akhirnya semua akan di mulai, balas dendam nya akan terlaksakan dengan segera, ini hanya babak pertama dari penderitaan mereka yang berani mengusik hidupnya.
jangan lupa like dan vote yuk
makasih
__ADS_1