
Malam ini mereka tim dari Andre beraksi, biasanya mereka akan menyasar ke tempat tempat ada sebuah barang antik, dan kepada museum tapi kali ini mereka menyasar kesebuah rumah mewah, rumah seorang model yang saat ini tengah naik daun, bukan karena tidak beralasan, mereka menyasar rumah itu karena memiliki satu dendam kepada wanita tersebut, dan Andre yang menuruti permintaan sosok gadis yang belum lama dia kenal.
Mereka kini mulai mengendap-endap masuk ke dalam halamannya, kini mereka saling berjaga jaga, mata mereka kini saling melihat ke kanan dan ke kiri, mengamati situasi malam hari.
Salah satu dari mereka kini sedikit berlari pelan, menuju ke sebuah pintu belakang, dia mengeluarkan sebuah alat untuk membuka paksa pintu belakang rumah tersebut. Tak membutuhkan waktu lama pintu itu kini terbuka dengan paksa.
Tangan seorang di belakangnya kini mengisyaratkan bawa mereka sudah mulai bisa masuk ke dalam. Kini mereka dengan cepat beraksi, mencari ruangan yang bisa mereka ambil barang berharganya.
Maria memilih untuk balas dendam dengan mencuri semua barang barang itu, karena mereka begitu menyanyangi harta di banding dengan menyanyangi keluarganya sendiri. Sedangkan satu rekannya mencari CCTV yang bisa saja merekam aksinya, sedangkan satu lagi juga mencari ruangan di mana CCTV itu berada.
" Kau tahu di mana kamar kakak mu itu." Gumamnya dengan pelan dan berbisik.
" Jika aku tahu dari tadi aku sudah mengatakannya." Andre hanya berdecak kesal karena gadis di belakangnya itu tidak tahu apa apa.
Andre kini membuka semua pintu yang berada di depannya, membuka satu persatu dengan begitu pelan agar tak membuat suara. Kini Andre membuka satu pintu begitu pelan, kepalanya masuk sedikit untuk melihat sesuatu.
Tangannya dengan pelan mengisyaratkan untuk salah satu dari mereka masuk. Gadis itu sedikit tersenyum ketika melihat ternyata itu adalah sebuah kamar dari sang kakak, mereka kini dengan cepat mencari berangkas.
Maria bersama Andre kini memberantakan semua barang barang yang di sana, sedangkan yang lain sedang membobol brangkas yang mereka temukan. Tak butuh lama sebuah brangkas itu terbuka dan memperlihatkan barang barang yang ada di sana. Mereka dengan cepat memasukan barang barang itu ke dalam tasnya.
" Kau mau apalagi?" Andre kini bertanya ketika gadis itu ingin melakukan sesuatu. Tapi Maria hanya diam dia melanjutkan apa yang ingin dia lakukan.
" Bos ini yang kita cari?" Salah satu dari mereka menunjukan sesuatu yang mereka cari. Kini mereka dengan segera meninggalkan kamar besar itu.
Mereka masih masuk ke dalam ruangan yang ternyata ruangan itu adalah ruangan kerja dari kakak nya. Mereka mencari sebuah brangkas di sana dan salah satu dari mereka menemukannya dan mereka memasukan semua yang ada di sana dengan cepat.
__ADS_1
Mata Maria menangkap foto dari pasangan yang sangat mereka benci, kini Maria mengambilnya dan menginjaknya. Semua yang mereka cari kini telah mereka kantongi, barang yang mereka inginkan kini juga sudah ada di tangan mereka. Perampokan kali ini tak terlalu sulit ketika semua penghuninya tak ada di rumah. Para pembantu juga tengah terlelap ke dalam mimpi indahnya.
Abhi yang ada di depan sana memantau situasi dengan terus melihat jam kini semakin gelisah ketika hitungan itu sudah hampir dua belas menit mereka tak keluar di dalam sana. Abhi kini matanya menatap ke depan dengan mengamati jika salah satu dari timnya keluar tapi nyatanya mereka belum ada satu sama sekali yang keluar dari sana.
Abhi berpindah kebelakang, mengambil senjata yang memang di gunakan untuk melakukan kejahatan ini. Tapi sebelum dia berhasil mengambilnya ada sebuah mobil yang ingin masuk ke dalam rumah itu.
" Sial…" Umpatnya dengan kasar.
Para penjaga dan para pengawal kini membukakan gerbang tinggi itu agar mobil itu bisa masuk ke dalam. Abhi yakin bahwa mobil itu adalah penghuni rumah itu yang sedang berada rekan rekannya.
" Ayo keluar…" Abhi memukul setirnya dengan pelan dia berusaha untuk tidak memikirkan hal apa apa tapi pikirannya kini tertuju ke arah mereka semua.
Senyum tipisnya itu kini sedikit mengembang ketika melihat dua rekannya ada di atas tembok itu dengan membantu rekannya yang ada di bawah. Abhi kini segera menghidupkan mesin mobilnya agar mereka cepat meninggalkan tempat itu.
Sedangkan mereka kini sudah berada di atas tembok, Andre yang membantu Maria juga segera naik ke sana. Sedangkan Andre kini juga sudah naik.
" Sial…" Mereka kini dengan cepat berlari, Abhi yang melihatnya kini segera menghampiri dengan mobilnya, mereka yang segera naik ke dalam sana.
" Jangan lari…" Teriakan dari pengawal itu membuat mereka segera naik.
" Ayo ayo cepat."
" Andre dan wanita itu…" Ujar Abhi.
" Andre bisa mengatasinya…" Abhi kini semakin cepat melajukan mobilnya meninggalkan Andre bersama gadis tadi.
Andre dan gadis itu yang tadi masih berada di atas segera turun dan segera berlari bersembunyi.
__ADS_1
Tap, tap, tap, tap, tap mereka berlari kencang meninggalkan rumah itu. Andre yang dari tadi mengandeng tangan gadis itu yang juga mengikuti langkahnya berlari.
" He jangan kabur, berhenti…" Teriakan itu semakin membuat mereka berlari kencang, Gadis itu menoleh ke arah belakang dan ada beberapa orang ikut mengejarnya.
Jantungnya kini tak bisa di netralkan, jantungnya kini memompa begitu cepat, aliran darah seakan mengalir begitu deras, nafas mereka begitu memburu tak karuan ketika aksi kejar kejaran itu terjadi di sana.
" Aku akan melepaskan tangan mu, kau lepas jaket dan topeng ini, kita harus membuangnya."
" Iya…" Mereka dengan berlari melepaskan jaket dan topeng itu, dan segera membuangnya ke tempat sampah. Andre sedikit kesusahan melepaskan jaketnya karena dia membawa tas yang ada isinya hasil mereka tadi. Setelah berhasil Andre dengan cepat juga membuangnya tapi tak berada di sampah yang sama.
Mereka kini kembali berlari kencang mencoba menghilangkan jejak tapi para pengawal itu semakin dekat dengan mereka.
Sedangkan Abhi bersama timnya itu kini cemas karena Andre dan gadis itu berlari kemana, bersembunyi di mana mereka berdua. Abhi kini dengan cepat melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi.
" Kalian tak tahu di mana Andre biasa bersembunyi?"
" Tidak, biasanya bukan Andre yang bersembunyi tapi kita."
" Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?"
" Kita tidak bisa bergerak apapun sebelum Andre mengabari kita semua."
" Apa kita perlu bersembunyi?, Aku rasa kamera kecil mereka pasti menangkap kita tadi."
" Tidak akan, kita tadi sudah menghancurkannya…" Abhi kini mengangguk mengerti kenapa dia bodoh sekali, harusnya dia tahu bawa mereka tak mungkin tak menghancurkan barang bukti.
" D*mn jalan nya kita salah…" Andre dan Maria memasuki sebuah gang yang salah dan hanya ada dinding tinggi di ujung jalan.
__ADS_1