
" Zac bagaimana keadaan Jonathan, kenapa kau tak memberi tahu ha, kenapa baru sekarang kau menghubungi ku, dasar sepupu kurang ajar, akan ku hajar kau jika terjadi apa apa dengan Jonathan..." Jovanka yang baru datang langsung bicara tanpa ada hentinya, dia benar benar panik dan marah ketika sepupunya itu memberi tahu kondisi suami tercinta nya. Zac hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal sama sekali.
" Jovanka diam lah dulu, Jonathan sudah tak apa apa, dokter sudah berhasil mengeluarkan peluruh dari pinggang nya, dia masih belum sadar dari obat bius nya..." Jovanka menghela nafas lega nya, dia tahu ini pasti akan terjadi jika suaminya masih berada di keliling mafia nya itu, tapi dia juga tak dapat melarang suaminya karena jiwa nya juga ada di sana bersama mereka.
" Apa yang sebenarnya terjadi Zac?" Zac menceritakan semuanya dari awal penembakan hingga dia membawa ke rumah sakit ini. Jovanka hanya terdiam dengan rasa paniknya dan rasa lega nya, setidaknya tak ada yang terluka lagi meskipun suaminya sendiri yang terbaring di sana sekarang.
" Terima kasih karena sudah membawa suami saya ke sini..." Jovanka menunduk memberikan rasa terima kasihnya kepada laki laki yang juga berdiri tak jauh dari mereka.
" Tak perlu berterima kasih nyonya..." Jawabnya dengan juga menunduk, dia rasa nya tak pantas menerima ucapan terima kasih dari wanita yang ada di depannya saat ini.
Abhi yang melihat wanita itu merasa dirinya bukan siapa siapa, dari pakaian yang menempel di tubuhnya hingga semuanya yang ada di tubuhnya seperi wanita yang setara dengan golongan konglomerat teratas.
" Honey aku ingin ke kantin sebentar, aku butuh minuman..." Valarie yang dari tadi menahan rasa haus nya kini akhirnya menyerah tak bisa menahannya lagi.
" Baiklah ayo aku antar sayang..." Zac yang berdiri juga, dia tentu saja tak akan membiarkan wanitanya berjalan sendiri di koridor rumah sakit apalagi keadaan masih seperti ini.
" Biarkan Valarie bersama ku saja, kau di sini saja bersama sepupunya mu itu..." Abhi yang tiba tiba ingin ke kantin bersama adiknya itu di tatap oleh Zac dengan tatapan tak suka dan penuh kekhawatiran yang mendalam. " Aku tak akan membawa adik ku kabur, jika aku membawanya kabur pun kau tahu di mana rumah ku..." Sambungnya dengan cepat mengatakan apa yang menjadi kecemasan laki laki itu.
Valarie memberikan kedipan mata agar menyetujui kakak nya itu. " Baiklah jangan lama lama sayang..." Valarie mengangguk dan kemudian berjalan meninggalkan tempat di mana mereka sedang menunggu dokter memperbolehkan mereka masuk.
" Apa ini tak ada kaitan nya dengan kakak kekasih mu itu Zac?" Jovanka langsung bertanya ketika melihat punggung kakak beradik itu jauh dari mereka, dari tadi Jovanka menahan bertanya kepada sepupunya itu. Sebenarnya dia tak peduli jika laki laki tadi tersinggung dengan pertanyaan nya tapi dia sangat menjaga perasaan kekasih sepupunya itu.
__ADS_1
" Aku rasa tidak Ara, karena dia tadi juga membantu kita melawan mereka..." Tadi awalnya dia sempat berpikir bahwa ini adalah jebakan dari calon kakak iparnya tapi dia berubah pikiran karena dia tak mungkin ikut membunuh mereka jika orang yang menyerangnya tadi adalah orang suruhan nya.
" Tapi apa kau yakin?, aku takut dia akan melaporkan masalah ini kepada tim nya dan mereka akan menyelidiki kasus ini. Jika dia berhasil menyelidiki kasus ini, semua nya akan terbongkar Zac, identitas kita semua akan dia ketahui..." Jovanka kini panik, dia harusnya tak panik karena kelompok ini tak akan bisa di tembus, tapi nyatanya yang membantu mereka adalah kepala tim kriminal yang saat ini sedang mengejar sepupunya, yang sedang mencari bukti bahwa sepupunya adalah gembong mafia.
" Ara aku yakin dia tak akan berani melaporkan kita ataupun menyelidiki dengan tim nya itu, jika dia melaporkan kita dia harus nya berpikir ulang karena dia akan terseret kasus ini juga. Dia juga ikut membunuh musuh kita tadi, dan itu sangat bertentangan dengan tim nya, kau tak perlu khawatir oke, aku yakin dia tak akan melaporkan kan kita. Nanti biarkan Steve atau Kris yang menghubungi orang dalam untuk mencari informasi siapa tahu dia tetap melapor..." Penjelasan Zac membuat hati wanita itu lega, setidaknya saat ini dia tak sedang dalam masalah. Jika kelompok mereka dalam masalah di saat suaminya masih terluka akan membuatnya tambah panik karena suaminya tak akan memperdulikan kondisi nya jika mendengar bahwa kelompoknya dalam bahaya.
Sedangkan di kantin Valarie dan sang kakak tengah duduk di sana dengan menikmati kopi dan teh nya mereka. Mata sang kakak meneliti wajah adik nya yang tak ada goresan sama sekali, wajah adiknya memancarkan kebahagian dari tadi, dia bisa tahu bahwa adiknya saat ini sedang bahagia dengan pilihannya, tapi entah kenapa hati nya masih tak rela jika yang di pilih adiknya adalah laki laki itu.
" Apa kamu bahagia dengan laki laki gondrong itu Val?" Kini sang kakak akhirnya membuka suara memecah kecanggungan di sana.
" Apa wajah ku seperti orang menderita kakak?" Val tak menjawabnya melainkan melemparkan pertanyaan kepada sang kakak.
" Lalu kenapa kakak bertanya jika kakak sudah tahu jawabannya?" Jawabnya dengan ketua, entah kenapa hatinya masih sangat marah pada kakaknya itu.
" Valarie..." Tangan nya menggenggam tangan adiknya agar mata mereka saling bertatapan, agar adiknya tahu bahwa sang kakak merindukannya. " Mungkin kakak egois karena tak merestui hubungan kalian, tapi kakak melakukan hal itu hanya untuk demi kebaikan mu saja, kau tahu kakak tak pernah memberikan mu hal yang buruk, kakak selalu mementingkan mu. Kakak minta maaf jika kakak salah dan kakak juga minta maaf bahwa kakak sampai sekarang pun tak merestui hubungan mu dengan nya, tapi harusnya kau dan dia datang pada ku, bicara baik baik dan meminta restu baik baik, bukan malah lari dati rumah Val..." Ucapannya yang lembut membuat adik menatap sang kakak dengan sungguh sungguh.
" Kakak tahu bahwa kakak tak pernah bisa di ajak bicara baik baik bukan?" Jawabnya dengan nada tetap ketus.
" Valarie kakak masih ingin kau melanjutkan hubungan mu dengan Aiden bukan dengan laki laki itu..." Valarie langsung melepaskan tangan nya dari genggaman sang kakak. Dia benar benar tak suka mendengar apa yang di katakan kakak nya itu.
__ADS_1
" Sampai kapan pun aku tak akan mau menikah dengan laki laki yang tak aku cintai, aku tak mencintai Aiden kak, kenapa kakak terus saja ingin menjodohkan aku dengan nya..." Valarie kini mengunakan nada kesalnya bahkan dia sangat kecewa pada kakak nya ini.
" Kita tahu keluarga nya Valarie, kita juga tak tahu silsilah keluarga seperi apa. Jika kau menikah dengan nya hidup mu akan di kelilingi dengan baku hantam, baku tembak, kejar kejaran seperti ini. Aku tak ingin adik ku satu satu nya terluka karena kekasihnya selalu menempatkan dirinya dalam bahaya seperti itu. Apa kau tak ingin hidup mu tenang seperti dulu, jika kau menikah dengan Aiden aku yakin hidupmu akan tenang tak akan ada ketakutan seperti tadi..." Valarie merasa jengah ketika kakaknya selalu mendorong dirinya bersama laki laki yang bernama Aiden itu.
" Kakak aku menyukai hidup ku yang penuh tantangan, aku tak peduli jika hidupku harus berada di dalam bahaya atau di kejar kejar musuh, bahkan aku siap jika harus berlatih menembak atau bela diri untuk melindungi ku..." Valarie menekan kata kata nya lalu meninggalkan sang kakak yang terbengong mendengar ucapan dari adik wanita nya itu. Kali ini dia tak bisa mengatakan apapun dia tak percaya bahwa adiknya lebih memilih hidup dengan tantangan seperti itu.
Abhi hanya terdiam dan melihat punggung adiknya yang berjalan menjauhinya.
" Jika adik ku berada di keliling mafia apa yang harus aku lakukan?, apa aku harus melawan nya atau harus mendiamkan nya dengan kelompoknya?, astaga pilihan yang sulit aku terima..." Katanya dengan nada frustasinya.
Bersambung besok ya mak 🤭
Bantu promosi dong 😁 Ayo dong komentar mak 🤭🤭
Ini nomer mince ya mak 081324594302 kalian hubungi mince, kita ngehalu sama sama mak 😂 kalian jika mau hubungi mince pakai sandi ya mak, jawab pertanyaan mince.
Siapa nama abang mince yang masih ada darah sepupu dengan Jonathan Cristopher?, itu sandi nya para mak mak yang tahu.
Ramaikan like dan komentar yuk mak, Vote sudah masuk hari ini ya mak dan hadiah juga sudah mulai masuk ya mak 😁 Beri pelindung juga boleh kok mak 🙏
Yang suka like ayo dong ramaikan kolom komentar nya jangan kasih jempol aja, jempol juga di kasih komentar juga dong biar rame 😁 kalian komentar apapun boleh loe mak 😁 tak ada yang ngelarang ataupun marah.
__ADS_1
Kasih tahu satu kampung suruh mampir di lembaran ini 🙏🙏
Makasih ya mak 🙏🙏💋💋