
" Steve..." Zac langsung masuk ke dalam ruangan asistennya itu membuat orang yang ada di dalam nya langsung berdiri terkejut.
" Tuan Zac, jika ada perlu apa apa anda bisa memanggil saya..." Steve langsung menghampiri bos nya yang duduk di sana.
" Mulai sekarang jika Jennifer melapor tentang hasil audit nya langsung kepada mu, tak perlu kepada ku, aku serahkan semuanya pada mu saja. Aku tak ingin ambil pusing yang tidak tidak Steve..." Zac langsung mengatakan tujuan nya datang ke tempat asistennya itu.
" Baik Tuan, tapi jika saya boleh tahu ada apa Tuan?, apa Jennifer mencoba menggoda anda?" Steve kini langsung bertanya dengan rasa penasarannya. Tak mungkin tak terjadi apa apa jika bosnya tiba tiba mengahlikan semua nya kepada dirinya.
" Istriku tak suka ada wanita lain di sekitar ku selain dirinya, tadi dia menuduh ku yang tidak tidak, membawa teka teki, membawa tamu lah. Tiba tiba nangis. Aku tak ingin istri ku sedih ataupun berpikir buruk tentang ku, jadi kau saja yang mengurus dan melapor pada ku."
" Baik Tuan..." Steve kini mengerti dan dia juga tahu apa yang harus dia lakukan.
" Albert akan membantu mu, nanti aku akan menghubunginya dan siapkan ruangan untuknya juga. Katakan pada Jennifer untuk tak perlu melapor lagi pada ku, katakan kau dan Albert yang mengambil ahli semuanya mulai sekarang. Ambilah data yang tadi dia serahkan pada ku."
" Baik Tuan..." Jawabnya dengan pelan.
" Baiklah aku kembali..." Zac kini berdiri dengan diikuti Steve yang juga berdiri dan sedikit menunduk ketika bos nya ingin pergi.
Ketika matanya menatap pintu dia kembali berbalik arah menatap Steve kembali.
" Satu lagi ganti pintu di ruangan ku, aku tak suka dengan suara pintu itu, suaranya menganggu istri ku tidur ..." Steve hanya mengangguk pelan ketika mendengar ucapan dari bos nya itu.
Zac kini kembali ke ruangannya dan masih sangat pelan membuka pintu itu dan sang istri masih tertidur di sana.
__ADS_1
Sedangkan Steve kini menghampiri wanita pegawai baru nya seorang audit handal yang mampu bisa membongkar kecurangan yang sudah tertimbun selama satu tahun ini.
" Kau sedang apa?" Suara dingin dari laku laku di ujung pintu membuat wanita itu yang berkaca terkejut, wanita itu menjatuhkan kaca itu.
" Bisakah kau ketuk pintu dulu sebelum masuk, jika aku sedang tak memakai baju bagaimana?" Ucapnya dengan marah seketika. " Untung kaca ku tak pecah..." Sambungnya dengan tetap kesal kepada laki laki yang ada di depan nya itu.
" Kau mau apa tak memakai baju di sini?, di sini perusahan tempat orang bekerja, bukan sebuah Klub malam yang menjual bitc* yang tak memakai baju..." Steve penuh penekanan mengatakan hal itu membuat Jennifer menatapnya dengan tatapan penuh kebencian.
" Katakan ada apa kau datang kemari?" Nada tinggi dan menantang dari Jennifer membuat Steve masuk ke dalam, berjalan menghampiri wanita itu yang berdiri di balik meja besarnya.
" Kau mau apa?" Jennifer takut ketika Steve berdiri tepat di depannya dengan mencengkram tangan wanita itu sedikit kencang.
" Apa yang aku lakukan?, aku tak melakukan apapun..." Jennifer tak tahu apa yang terjadi.
" Istri Tuan Zac tak mau melihat mu berada di dekat Tuan Zac, karena kau seperti ingin menggoda Tuan..." Penekan demi penekanan yang di ucapkan oleh laki laki itu.
" Aku tak melakukannya..." Elaknya. " Tadi aku memang melapor kepadanya saat ada istrinya Tuan, tapi aku tak mencoba menggoda nya..." Sambungnya dengan membantah apa yang di tuduhkan kearahnya, tapi sedetik kemudian dia mengingat sesuatu bawa dirinya tadi tiba tiba masuk tanpa mengetuk pintu. Mungkin itu yang membuat bos serta sang istri nya marah kepada dirinya.
" Mulai sekarang kau harus melapor kepada ku, tak perlu ke Tuan Zac. Kau dan Aku yang akan bekerja sama mulai sekarang..." Cengkraman itu sedikit mengeras ketika wanita itu tak mengangguk dengan apa yang di katakan oleh dirinya.
__ADS_1
" Baik Tuan Steve, aku akan melaporkan semuanya kepada mu. Kau puas sekarang .." Ucapnya dengan menantang mata laki laki itu.
Steve melepaskan cengkraman itu dengan kasar hingga membuat wanita itu sedikit terhuyung kebelakang. Steve meninggalkan ruangan itu dengan tatapan dinginnya. Sifat Steve memang dari dulu dingin, dia tak akan memberi ampun kepada siapapun yang telah ingin merusak hubungan rumah tangga bos nya itu.
" Dia tak merasa kesakitan waktu aku cengkram tangan nya?, atau dia pura pura tak merasakan kesakitan?, atau memang dia tak merasakan kesakitan?" Steve yang dari tadi berpikir kini mulai mencurigai sesuatu.
" Lihat saja kau akan memohon ampun nanti setelah aku berhasil melakukan misi ku..." Jennifer kini bergumam dengan menyentuh lengannya yang merasa sakit dan panas atas perbuatan laki laki tadi.
Sedangkan di tempat lain Albert yang tiba tiba mendapatkan telfon dari Singa nya segera menggesernya dengan cepat.
" Albert, kau urus perusahan bersama Steve, beberapa bulan kau harus tinggalkan kantor mu itu dan tinggal di kantor untuk urusan penting..." Zac langsung mengatakan tujuannya menghubungi laki laki itu.
" Ada apa Tuan?, apa ada sesuatu telah terjadi?" Zac menceritakan bahwa dirinya menyewa jasa audit untuk menemukan keganjalan selama beberapa tahun ini, dan istrinya tak suka jika dirinya berdekatan dengan wanita mana pun meskipun itu staf nya.
Albert yang mendengarnya kini hanya menahan geli karena merasa lucu, bahwa laki laki yang memiliki banyak anak bua di mana mana, menjadi ketua mafia yang paling di takuti di dunia gelap, bahkan perusahan lainnya juga takut padanya. Kini malah tunduk bertekuk lutut kepada istrinya, bahkan menuruti apa yang di minta istrinya, menyerahkan semua tugasnya kepada orang orangnya hanya untuk menjaga hati istrinya agar tak terluka.
" Albert kau mendengar ku?, atau kau ingin ketawa di sana he?"
" Saya mendengarkan anda berbicara Tuan, mana berani saya menertawakan anda..." Elaknya padahal dia kini mati matian menahan tawanya.
" Sudahlah kau datang mulai besok, kau dan Steve akan bekerja sama mulai besok..." Panggilan itu pun terputus begitu saja. Dan Albert kini langsung tertawa terbahak bahak ketika panggilan itu terputus, dia tak menyangka bahwa bos nya itu ternyata takut kepada istrinya.
" Takut dan menghargai perasaan bedah tipis..." Ucapnya di sela sela tawanya itu.
__ADS_1
" Baiklah besok kita lihat apa wanita audit itu seperti apa cantik nya hingga nona muda cemburu pada wanita itu..." Sambungnya lagi dengan rasa penasaran.