Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Perang 21


__ADS_3

Kobaran api itu langsung menjalar dengan cepat. Violet dan beberapa orang langsung menjauhi tempat di mana api itu berkobar tinggi. Violet dengan cepat di tarik keluar oleh orang yang ada di sana. Orang orang itu menyelamatkan Violet dengan cepat.


" Al.. James..." Teriakan Violet tak dapat mengubah apapun di sana.


Bahkan beberapa orang yang ada di sana dengan sengaja menahan Violet yang ingin lari masuk ke dalam.


" Nona jangan masuk ini bahaya untuk anda!" Seorang wanita menahan Violet yang ingin kembali masuk ke dalam sana.


" Tapi mereka bertiga ada di sana! Albert..." Gumamnya.


" Saya mohon anda tetap di sini."


" Tidak saya ingin masuk ke dalam sana, saya ingin menyelamatkan Albert yang terjebak di dalam sana..." Ucapnya dengan tetap memberontak di tangan wanita yang menahan dirinya.


" Nona lihat orang orang kita sudah berusaha memadamkan api, bahkan kami sudah menghubungi pemadam dari tadi, sebentar lagi saya rasa mereka akan datang."


" Lepaskan saya.. saya ingin masuk! kenapa kau malah menghalangi ku..." Violet yang berontak tak mampu melawan tenaga wanita yang masih menahan tangan Violet.


" Nona jangan membuat kami tambah susah. Tak akan terjadi apa apa dengan Tuan Albert, dia akan selamat. Tapi saya mohon tenangkan diri anda, biarkan semua orang orang kita yang bekerja."


" Tapi saya ingin masuk! saya harus lihat sendiri bagaimana kondisi Albert di dalam sana, saya tidak bisa diam saja di sini..." Ucapnya dengan tetap berontak.


Sang dokter yang ada di sana yang masih menahan tangan Violet kini melepaskan dengan kasar dia bukan wanita yang sangat sabar.


" Kau ingin masuk?, maka masuklah sana! karena kau yang egois kau lihat akibatnya, jika kau tak datang kemari semuanya tak akan terjadi seperti ini! kau keras kepala! apa kau tak sadar bahwa ini semua juga salah mu, awal semuanya ini karena mu heh?, kenapa bisa Tuan Albert malah jatuh cinta dengan wanita keras kepala seperti dia."

__ADS_1


" Apa maksud mu?"


" Maksud ku? kau masih bertanya maksud ku?, kau tak sadar jika kau tak keras kepala datang kemari ini semua tak akan terjadi!" Wanita itu menekan kata katanya.


" Jika bukan karena mu yang keras kepala masalah ini tak akan terjadi, perang ini tak akan terjadi. Kami mengusahakan semuanya agar damai tak ada peperangan tak ada darah yang tumpah di sini, tapi lihat wanita yang sangat di cintai Tuan Albert seakan dirinya harus di turuti semua keinginannya oleh semua orang..." Sambungnya lagi.


Violet diam apa yang di katakan memang benar, jika dia yang tak keras kepala hal ini tak akan terjadi. Bunuh diri ini tak akan terjadi, kemarahan balas dendam tak akan terjadi.


" Kau lihat mereka! kau lihat..." Wanita itu mencengkram kasar lengan Violet agar berbalik menatap orang orang nya yang berlari mondar mandir mengambil air untuk memadamkan api yang masih berkobar.


" Kami mengusahakan semuanya agar tak terjadi hal buruk! kami mencari jalur damai agar tak ada yang memakan korban di sini! tapi kau yang egois kau yang memikirkan dirimu sendiri, kita berada di sini seperti ini."


Wanita itu melapaskan cengkram itu dengan kasar dengan menatap tajam ke arah Violet yang hanya diam dengan air mata yang menetes.


" Apa yang kau katakan?" Baron yang tadi mendengarnya langsung menghampiri kedua wanita itu. Baron tau bahwa orang nya tak memiliki kesabaran. " Nona maafkan-"


Wanita itu kini menyatukan kedua tangannya seperti memohon dengan sungguh sungguh dan menatap ke arah Violet. " Jangan tambah masalah lagi! jika anda tak bisa membantu kami untuk memadamkan api setidaknya jangan buat ulah di sini. Saya mohon dengan sangat Nona Violet terhormat."


" Nona maafkan dia! saya harap anda membantu kami untuk diam di sini! kami harus segera memadamkan api karena ada tiga orang yang ada di sana..." Ucap Baron.


" Ayo kita selamatkan Tuan Albert, jangan urus wanita keras kepala ini! jika dia ingin masuk maka biarkan dia masuk dan mengorbankan dirinya..." Wanita itu menarik Baron dengan segera.


Violet tertegun dia tak bisa berkata apa apa lagi, apa yang di katakan oleh wanita itu benar. Semuanya karena dia, andaikan Violet lebih merendahkan keras kepalanya mungkin hal seperti ini tak akan pernah terjadi.


Adegan penculikan, adegan penyekapan, adegan bunuh diri dengan membakar diri tak akan terjadi di sini. Dia tak perlu melihat laki laki yang di cintai masih terjebak di kobaran api yang hanya sedikit padam.

__ADS_1


Violet terjatuh ke tanah dia menangis ketika semua kesalahannya hari ini telah ada di depannya, dia baru sadar jika ini adalah kesalahannya dari awal.


" Albert..." Teriaknya dengan kencang.


Dokter wanita itu kini hanya menatap nya dengan sinis, dia merasa kesal dengan keras kepala yang di miliki oleh Violet. Bos Singa menginginkan ini semua damai tapi keras kepala wanita itu menghancurkan semuanya dengan sekejap.


" Aku rasa Tuan Albert memang buta karena cinta nya kepada wanita keras kepala seperti dia!" Ujarnya pelan dengan menggeleng.


" Sudahlah kau terlalu keras kepada nya tadi! dia akan terkena mental jika kau selalu sinis kepada dia!" Timpal Baron.


" Wanita seperti dia memang harus di beri tau kesalahannya, jika dia tak tahu apa kesalahan nya biarkan dia renungkan semua kesalahannya. Jika aku tak kasar dia akan menambah masalah bagi kita. Dia akan menerobos masuk ke dalam api."


Baron hanya menggeleng. Tak lama pemadam telah datang mereka yang bertugas dengan segera mengeluarkan alat alatnya untuk segera memadamkan api yang berkobar di sana.


" Minggir..." Semua orang yang ada di sana kini langsung minggir ketika pemadam segera mengarahkan air besar kepada si jago merah.


" Tuan apa ada orang di dalam?"


" Tiga orang terjebak di sana!"


" Ada tiga orang yang terjebak! siapkan alat nya, aku akan masuk ke dalam..." Seorang penyelamat dari pemadam kini akan segera menerobos. Dia sudah memiliki ahli dalam menerobos api untuk menyelamatkan nyawa orang yang terjebak.


Sedangkan yang di dalam kini James yang berusaha untuk lari ke arah kobaran api harus di tahan oleh Albert dan Gusman terjadi adu jotos di sana untuk menghalangi James.


" Lepaskan aku..." Katanya dengan mendorong tubuh Albert.

__ADS_1


Bugh!! Albert memukul James yang tak bisa di ajak bicara baik baik. Bugh!! pukulan lagi membuat James ambruk dia tersungkur ke lantai.


Gusman dengan cepat menahan tangan James tapi lagi lagi Gusman kalah dengan kekuatan adiknya.


__ADS_2