Wanita Nakal

Wanita Nakal
Keras Kepala


__ADS_3

" selamat pagi.." jonathan yang mengucapkan selamat pagi ketika aku membuka mata.


" selamat pagi juga.." jawabku dengan menatap mata kekasih ku yang sedang tersenyum menatapku.


" morning kiss honey.." ucapan yang tak bisa ara jawab karena jonathan sudah menempelkan bibirnya. Melum** nya dengan lembut.


Ciuman yang lembut membuat ara terbawah suasana pagi hari. Membalasnya, menggapainya gairah dengan satu sentuhan yang membuat mereka terlena dengan kenikmatan yang kita ciptakan.


Dengan tetapan saling berciuman tanpa melepasnya, tangan kami sudah berkeliaran menjelajahi tubuh kami masing masing.


Saling menggoda, menyentuh dan saling menikmati sentuhan. Terbuai dengan kenikmatan. Jonathan yang mulai memasuki tubuh ara yang berada di bawah kungkungan nya, mendes** setiap jonathan mulai memompa pinggulnya dengan kasar dan kadang juga lembut.


Kini ara yang mulai memimpin, memaju mundurkan gerakan, menaik turunkan pinggulnya, membuat laki laki di bawah kendalinya hanya bisa pasrah dan mengeram karena kenikmatan yang diciptakan wanitanya.


Tak butuh waktu lama mereka menggapai sesuatu yang mereka cari, saling menggeram panjang menandakan cair** cint* telah bersarang di rahim wanitanya.



Ara ambruk di tubuh jonathan, dengan masih mengatur nafasnya yang memburu. Memejamkan matanya ketika bibir jonathan mencium keningnya dengan dalam.


Perasaan hangat seakan menyerbu hatinya. Perasaan nyaman serta dilindungi menguasai hatinya. Memiliki seseorang yang mencintai kita dengan tulus adalah kebahagian yang selama ini ara cari.


****


" sayang.." Jonathan menyentuh pundak kekasihnya ketika melihat kekasihnya berhenti di ujung anak tangga ketika mereka ingin sarapan pagi.


Ara menatap jonathan meminta penjelasan tentang apa yang dia lihat hari ini. Matanya menatap tajam kekasihnya, dia menatap jonathan dengan tatapan tidak suka, akan mengajaknya bertengkar.


" sayang mereka adalah orang tuamu, tak sopan jika kamu mengabaikan mereka.." jonathan memberikan nasehat begitu lembut.


" kamu mengatakan mereka pergi dan kenapa sekarang mereka di sini?" Jawab ara dengan sinis.



" aku berbohong masalah itu, maafkan aku. Mereka tinggal di paviliun sebelah mansion kita. Bukan karena apa tapi aku menghormati mereka karena mereka adalah kedua orang tua mu sayang.." jonathan adalah sosok yang sempurna di mata semua orang. Kesabarannya serta pengertiannya membuat semua wanita yang berada di samping nya adalah wanita yang beruntung.


" terserah.." kata pamungkas yang selalu dikatakan wanita ketika marah membuat pasangannya akan terdiam dan tak berani mengatakan apapun.

__ADS_1


Ara meninggalkan jonathan yang terdiam, ara berjalan menuju meja makan dimana nampak kedua orang tua yang menunggu mereka.


" selamat pagi tuan jonathan dan nak ara.." pak johan kini mulai bicara dengan lembut.



" selamat pagi om, panggil saya jonathan om. Jangan kaku seperti itu.." jawab jonathan dengan duduk di sebelah kekasihnya yang wajahnya datar.


" terimakasih sudah mengizinkan kita menginap di sini.." timpal ibu jenifer yang bicara.


" jangan sungkan tante, kalian adalah keluarga saya juga sekarang.." jawaban jonathan membuat ara menatap ke arahnya dengan tatapan tak suka.


Ibu jennifer menatap ara dengan tersenyum ramah. " jovanka sayang kamu ingin sarapan sama apa nak, biarkan mana yang mengambil nya.." jenifer dengan mengambil roti yang akan diberikan kepada putrinya.



" nama ku arabela amelia, bukan jovanka dan satu lagi aku bukan putrimu aku tak punya kedua orang tua.." ara bicara dengan ketus laku berdiri ingin meninggalkan meja makan.


" kamu mau kemana?" Jonathan menghentikan nya dengan menahan tangan ara.


Ara menatap jonathan dengan sengit, matanya mengatakan marah. " selerah makan ku hilang.." ara menghempaskan tangannya jonathan dengan kasar lalu meninggalkan mereka yang berteriak pelan memanggilnya.


Jonathan menatap kedua orang tua yang bersedih karena melihat putri yang mereka rindukan begitu tak menginginkan nya.


" maafkan ara om dan tante, baginya ini mengejutkan dan dia hanya butuh waktu untuk menerima semuanya, om dan tante jangan putus asa, saya akan membantu menyakinkan ara agar mau duduk bersama dan bicara baik baik.." Jonathan menatap dengan perasaan iba.


" saya tahu nak, ara butuh waktu. Tak semudah itu memaafkan kami yang tak kunjung datang, kami yakin dia mengalami hal sulit di masa masa dulu hingga dia tak ingin mendengarkan alasan kami berdua.." pak johan mengerti dengan kondisi putrinya yang dingin terhadap dia dan istrinya.


" tak apa nak, kami sadar ini semua terlalu menyakitkan bagi putri kami. Dan terimakasih untuk semuanya."


" putri kami jovanka sangat beruntung memiliki orang di sisinya seperti kamu.." timpal ibu jenifer.


" saya yang beruntung tante.." jawab jonathan dengan tersenyum. " mari silahkan dilanjutkan sarapan paginya, nanti biar saya yang mengantar sarapan untuk jovanka.." sambungnya lagi dengan tersenyum.


Kini mereka bertiga sarapan dengan perasan mereka masing masing. Sedangkan ara yang berada di dalam kamarnya merasa kesal karena kekasihnya membohongi dirinya.


Dalam hati paling dalam ara, sebenarnya ia sangat ingin memiliki keluarga, ingin merasakan dekapan hangat keluarga tapi karena keras kepalanya ia enggan melakukan hal itu.

__ADS_1


Ara masih sangat kecewa, masih marah pada kedua orang tua nya, karena baru sekarang mereka datang, 29 tahun adalah waktu yang sangat lama, banyak hinaan yang ia terima selama ini.


" semuanya terlambat dan aku sudah tak bisa mendengar semua alasan apapun dari mereka. Omong kosong dengan penyesalan.." dialog nya sendiri pada dirinya. " mereka pikir hidup di bawah naungan panti asuhan, tak ada hinaan tak ada cacian, mereka pikir hidupku bahagia selama ini.." sambungnya dengan menekan ponselnya, menghubungi seseorang untuk menceritakan segalanya.


Saat ini ara hanya butuh teman cerita, mengadu segala keluh kesahnya, menceritakan semuanya yang kurasakan saat ini.


Ara setelah menghubunginya, meraih tas kecil, berjalan keluar. Sebelum mencapai pintu jonathan sudah masuk kedalam dengan membawah nampak yang berisi sarapan pagi ini.


" kamu mau kemana.." tanya jonathan dengan menyimpan nampan di atas meja.


" aku ingin pergi.." jawab ara dengan dingin, ara melangkahkan kakinya lagi.


" stop sayang, kamu mau kemana?, kamu belum sarapan."


Ara menghentikan langkahnya membalikan tubuhnya menatap ke arah kekasihnya. " aku bisa sarapan dengan teman ku."


Jonathan melangkah kaki nya, mendekati kekasihnya. " sayang jangan seperti ini, aku tau kamu kecewa tapi jangan perlakukan mereka seperti itu. Dia mamamu yang melahirkan mu ara."


" melahirkan ku lalu membuangku."


" dengarkan du-"


" stop jo, aku gak ingin berdebat denganmu, aku hanya ingin keluar bersama seseorang, aku bukan tawananmu yang tak bisa kemana mana dari sangkar emas mu.." ara memotong ucapan jonathan dengan sinis.


" kau memang keras kepala ara."


" aku dari dulu memang keras kepala.." jawab ara dengan membalikan tubuhnya meninggalkan jonathan yang kesal terhadapnya.


Jonathan menghubungi seseorang untuk mengikuti kekasihnya, jonathan hanya mengusap kasar wajahnya, ia bingung harus bagaimana lagi membujuk kekasihnya agar mau duduk bersama dan mendengarkan semuanya.


________


Hai selamat pagi semuanya,


Jangan lupa like atau komen


Kasih hadiah dan vote juga boleh

__ADS_1


Jadikan favorit juga bisa kok


Makasih


__ADS_2