
" Ya ya kau memang juara nya untuk memancing agar orang yang ingin kau korek informasinya akan mengatakan apa yang kau mau..." Jovanka tentu saja tersenyum penuh kemenangan.
" Sekarang di mana kekasih mu?" Tanyanya dengan menatap sekelilingnya mencari wanita yang sudah membuat sepupunya ini seperti orang konyol yang merelakan kepalanya untuk di jahit untuk menghentikan pertengkaran dengan calon kakak iparnya.
" Dikamar, mungkin sedang mandi. Kau bisa nanti menemui nya..." Jovanka hanya mengangguk mengerti.
" Sekarang jelaskan siapa dia?, kenapa kalian berada di akun gosip pagi ini..." Jovanka melipatkan tangan nya ke depan menatap laki laki itu dengan sungguh sungguh.
" Bisakah kita keruangan ku saja Jo, aku takut ada yang mendengarkan obrolan kita..." Jovanka menghela nafas nya dia tahu apa yang akan di katakan sepupunya jika dia ingin mengobrol secara pribadi.
" Aku mendengarkan nya..." Kini mereka berdua telah masuk ke dalam ruangan Zac dengan mereka duduk saling berhadapan dengan Zac yang menjelaskan semua nya.
Menjelaskan siapa kekasih nya itu, siapa kakak dari wanita itu bahkan siapa keluarga nya dari kekasihnya itu, Jovanka terkejut bukan main ketika sepupunya menceritakan apa yang terjadi, bagaimana calon kakak ipar nya itu mengincar nya dan menuduh nya.
" Astaga Zac, jadi dia keluarga dari Phelix?" Jovanka juga tambah panik ketika mendengar nama itu, dia seakan mengingat bahwa keluarga Phelix meninggal dalam kecelakaan.
" Aku sungguh tak tahu Jovanka, jika dia anak dari Phelix..." Zac nampaknya juga sangat frustasi mengetahui kenyataan ini. Tapi apa boleh buat semua nya sudah terjadi dan tak bisa di ubah.
" Lalu apa yang ingin kau lakukan?"
" Aku ingin menikahnya, aku tak mungkin meninggalkan nya..." Jovanka sempat tak percaya kepada sepupunya itu, dia masih ingin mengambil resiko ketika calon kakak ipar nya ingin memasukan dirinya ke dalam penjara tapi malah tetap ingin menikahi dari adik police itu.
" Kau yakin ingin menikahi nya Zac?, maksud ku, kakak nya akan memasukan mu ke dalam penjara, sekarang yang dia pikirkan akan mendapatkan bukti kau siapa agar masuk ke dalam penjara dan menjauhkan mu dari adik nya..." Jovanka tak memilik hak apapun sebenarnya tapi dia ingin keluarga nya serta kelompok mafia yang selama ini aman tetap aman.
__ADS_1
" Jovanka aku tak bisa meninggalkan nya, aku yang mengambil kesucian nya waktu itu."
" Dasar kau ini, tak bisa kah kau diamkan milik mu itu ha, kenapa malah meniduri gadis yang baik baik, dasar..." Katanya dengan kesal, andaikan sepupunya tak mengambil sesuatu yang berharga mungkin hubungan mereka tak akan berlanjut ketika mengetahui siapa keluarga wanita itu.
" Jovanka ayolah kau tahu bagaimana aku, selain aku bertanggung jawab tentang itu, aku juga mencintainya sangat mencintai nya. Tak ada wanita yang bisa menggerakkan hati ku, bahkan dia wanita yang mampu mengisi hati ku yang sepi..." Jovanka hanya merasa jengah ketika sepupunya mulai bicara omong kosong.
" Kau akan bucin dengan wanita itu Zac..." Desisnya.
" Ch!! lu pikir kamu dan Jonathan tak bucin he..." Jovanka hanya tersenyum memperlihatkan giginya ketika sepupunya menyinggung dirinya yang mengatakan bahwa dia dan suami nya juga saling bucin.
" Ya sudahlah, kau nikahi saja wanita mu itu."
" Kakak nya tak akan mau merestui kami, tak mungkin kami menikah tanpa ada wali dari pihak perempuan bukan?"
Jovanka terdiam dia berfikir sebentar mencari jalan keluar dari sepupunya itu. " Aku tak ingin dia merasakan pernikahan yang menyakitkan hati nya, aku ingin dia menikah dengan hati yang bahagia, semua wanita pasti memiliki pernikahan yang indah untuk dia kenang bukan untuk menyakiti hati nya..." Zac tahu ketika mereka menikah tanpa ada dari kakak wanita nya maka kekasihnya akan terluka hati nya. Pernikahan yang hanya sekali di lakukan tak ingin di lakukan dengan menyakiti hati semua orang.
" Dia tak akan menembus kelompok kita Jovanka, apa sekarang kau meragukan kelompok kita?"
" Aku tahu tapi sekarang musuh mu berat Zac, dia yang berambisi menangkap mu sekarang dia memiliki dua ambisi yang harus mendapatkan bukti untuk menjatuhkan telak diri mu Zac. Aku tahu kau mencintai wanita itu, jika kau ingin bertanggung jawab dengan nya, maka segera nikahi wanita mu meskipun tanpa ada restu dari kakak nya..." Zac memejamkan mata nya dengan mencerna semua kata kata dari sepupunya itu.
" Apa itu adil bagi wanita ku Jovanka, apa aku tak egois jika menikahnya tanpa memiliki restu dari kakak nya?" Zac membuka matanya menatap sepupunya itu dengan sungguh sungguh. Pikiran nya kali ini benar benar kacau, kejadian semalam benar benar membuatnya pusing dan mampu membuatnya kacau bukan main.
" Zac jangan naif jadi laki laki, dengarkan aku baik baik, jika dia memilih ada di sini bersama mu maka dia siap menikah dengan mu tanpa ada restu dari kakak nya..." Perkataan sepupunya tadi memang benar, jika Val tetap di sini bersama dia maka dia siap untuk menikah dengan dirinya.
__ADS_1
" Kau benar Jovanka, bahkan tadi ketika kakak nya datang kemari mengajak nya pulang dia menolaknya dengan mentah mentah."
" Bingo..." Jovanka tersenyum. " Lalu kau nunggu apalagi?, nikahi dia dengan segera Zac, apa yang kau pikirkan lagi sekarang?" Jovanka kini mendesak sepupunya untuk segera menikahi kekasihnya itu.
" Dengan Zac sebelum semua nya terlambat kau harus menikahinya, jika semua nya terbongkar sebelum kau menikah maka kau akan kehilangannya, tapi jika masalah ini terbongkar dan kalian akan sudah menikah maka dia tak akan bisa lari dari mu, setidaknya kau sudah mengikatnya dengan tali pernikahan Zac..." Lagi lagi Zac hanya diam dengan pikirannya yang bercampur, tapi apa yang dia katakan Jovanka memang ada benarnya.
" Apa kau pikir semua wanita akan mau berdiri di samping ketua mafia, tidak ada Zac. Hanya ada beberapa wanita yang akan tetap mau berada di samping nya. Mereka tak ingin membahayakan keluarga kecilnya nanti jika tahu bahwa suaminya di kelilingi orang orang yang kejam."
" Yang kau katakan benar Jovanka, aku akan menikahinya sebelum semuanya terlambat dan aku akan membawanya keluar dari negara ini, agar pernikahan ku tak ada yang menghalanginya..." Ucapnya dengan tegas.
" Kau atur saja dan katakan apa yang kau butuhkan, kami yang akan mengurusnya di sini..." Zac hanya mengangguk menyetujui apa yang di katakan sepupunya.
Dia lega karena Jovanka mau mendengarkan apa yang menjadi beban pikirannya dari tadi. Dia sekarang menyusun rencana dan mencari Negara untuk pernikahan nya.
Sedangkan Jovanka sebenarnya juga takut bahwa kelompok mafia itu akan terbongkar dan akan yang masuk ke dalam penjara apalagi jika sepupunya yang sekarang duduk di depannya, tapi bagaimana lagi jika cinta sudah yang berbicara, maka hanya Takdir Tuhan yang menentukan.
Bersambung besok ya 😁
Halo mak, maafkan mince untuk beberapa hari ini mince masih belum bisa di grup dengan kalian, dengan alasan hp mince lagi eror ya kan, yang ke dua anak mince lagi sakit jadi mince fokus ke anak dan tetap up ya mak 🤭 kalian mengobrol saja di grup tanpa ada mince dulu ga pa pa ya 😁 nanti kita lanjutkan se seruan kita lagi kalau kondisi sudah memungkin kan, dan mince juga minta satu lagi, tetap promosikan lembaran ini ya 😁😁 makasih mak mak yang suka halu dan baik hati ini.
Rekomendasi buat temen temen yang suka baca novel, klik link di bawah 👇
https://share.mangatoon.mobi/contents/detail?id\=1043925&\_language\=id&\_app\_id\=2&\_share\_channel\=whatsapp
Itu adalah link yang akan kalian bagikan ya mak 😁 jika tak bisa di copy kalian komentar di bawa nanti mince kirim 🤗
__ADS_1
Yuk ramaikan Like dan komentar dulu ya 😁 kasih vote dan hadiah juga ga pa pa kok 🙏 kopi atau bunga juga boleh 🤭 kasih tips juga bisa tapi kalau gak punya jangan di paksakan ya mak 🤗🤗
Terima kasih 🤗😍😍😍