Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Peluncuran Brand 2


__ADS_3

Val yang langsung turun dari tempat nya tadi langsung disambut oleh sang manajer nya. " Apa kau kembali dengan Aiden?" Pertanyaan itu langsung terlontar karena rasa penasaran.


" Tentu saja tidak, aku sudah mempunyai kekasih…" Jawab nya dengan berjalan meninggalkan tempat itu dan memilih masuk ke ruang ganti.


" Kekasihmu lebih hot dibanding dia bukan?" Goda nya.


" Aku mau ganti baju dulu…" Val meninggalkan manajer nya di belakang dan memberikan bunga tadi kepada nya. 


Val membuang nafas nya dengan kasar menghempaskan boko*g nya di sofa, memejamkan mata nya sebentar sebelum dia kembali berdiri dan mengganti gaun nya yang mudah dibuat jalan olehnya.


Val yang berdiri memunggungi pintu hanya mendengar suara pintu itu dibuka tanpa melihat ke orang nya yang menutupnya.


" Kalian segera ganti baju dan cepat keluar, banyak media yang akan meliput kita…" Ucapnya dengan memakai gaun warna hitam dengan area punggung yang terbuka sempurna.



Cup!! Val terkejut bukan main ketika ada sebuah bibir menyentuh punggung nya tanpa permisi, Val membalikan badannya dengan jantung yang berdegup cepat. Mata nya terbelalak sempurna ketika melihat siapa pelaku nya yang sengaja mencium punggung nya.


" Zac…" Ucapnya dengan tak percaya. Laki laki yang dia rindukan bahkan kini berdiri di depan mata nya dengan wajah yang kesal.


" Kau sangat cantik malam ini honey, aku sungguh terpukau melihatmu…" Katanya dengan menyentuh kedua pipi kekasihnya dengan lembut.

__ADS_1


" Kamu sungguh Zac?" Dia masih tak percaya bahwa dia adalah kekasih nya. Dia takut ini hanya ilusi.


Zac hanya tersenyum menanggapi ketidak percayaan kekasih nya itu. Zac dengan gemas mendaratkan ciumannya pada bibir yang begitu dia rindukan. Val awal nya diam tapi lama kelamaan dia mulai membalas ketika dia baru sadar bahwa laki laki itu benar kekasihnya.


Zac meluma* nya begitu lembut, menekan tengkuk nya hingga ciuman itu semakin dalam, sedangkan tangan yang satunya memeluk pinggang wanita nya agar tubuh mereka begitu dekat. Decapa* dari kedua nya kini terdengar di sana, desaha* yang tertahan ketika tangan itu mulai berkeliaran menjelajahi tubuh indah kekasih nya.


" Honey ini di ruang ganti…" Kesadarannya pulih ketika ciuman itu terlepas. Zac yang juga tahu kini menghentikan aksinya menempelkan keningnya pada kening kekasih nya. Mereka masih saling mengatur nafas mereka yang begitu memburu, cemburu dan rindu seakan menjadi satu di dada laki laki itu.


" I miss you honey…" Zac membuka suaranya ketika dia menguasai dirinya.


" I miss you too…" Jawabnya dengan masuk ke dalam pelukan kekasihnya.


Zac menggandeng tangan wanitanya ketika keluar dari ruangan gantinya. Val yang harus kembali ke tempat acara karena akan ada media yang ingin meliputnya menjadi bingung ketika dia mengikuti kaki kekasihnya yang tak membawa nya ke dalam aula lagi.


" Sayang kamu tak apa?, apa yang terjadi?" Val mengajak nya bicara tapi kekasihnya tak menjawab hanya dia tersenyum dengan mencium pipi kekasihnya dan kadang mengecup singkat bibir kekasihnya.


Val akhirnya memilih sama sama diam dia tak akan menanyakan lagi, bertanya pun percuma karena kekasihnya tak akan menjawabnya. Kini mereka berdua keluar dari lift itu dan masuk kedalam kamar yang telah disiapkan oleh tuan Haikal tadi.


Zac segera meluma* bibir wanita nya dengan kasar dan liar, dia tak memperdulikan kekasih nya yang sulit mengimbangi aksi nya itu. Zac meluma* nya, menyesa* nya bahkan menarik lida* itu dengan sangat liar. Val mendorong tubuh kekasihnya ketika dia merasakan kehabisan nafas.


" Kau ingin membunuhku?" Val menghirup udara sebanyak banyak nya ketika ciuman itu terlepas dari bibir nya. 

__ADS_1


" Sebenarnya ada apa denganmu?, kau datang tiba tiba mendiamkan aku dan sekarang kau menyerangku seperti sedang marah?, katakan ada apa jangan membuat ku seperti orang bodoh di depan mu…" Val akhirnya membuka suaranya dengan nada yang tinggi, ini pertama kali kekasihnya itu bersikap dingin padanya.


" Kau hanya milikku Val tak akan ada yang bisa mengambilmu dariku, aku akan membunuh orang yang berniat mengambilmu dariku…" Katanya dengan penuh penekanan, Val terkejut dengan apa yang dikatakan kekasihnya itu, dia tak tahu tapi dia menormalkan pikirannya yang akan marah kepada kekasih nya itu.


" Siapa yang akan mengambilmu dari kamu honey?, aku milikmu dan kamu milikku bukankah kita sudah membuat komitmen itu?, apa kau lupa dengan janji kita hem…" Val menyentuh rahang kekasihnya menatap mata kekasihnya yang seakan ingin menusuk seseorang dari pandangannya.


" Aiden Jakson, laki laki yang memberimu bunga tadi adalah Aiden bukan mantan calon tunangan mu itu?" Sekarang Val tahu apa yang dialami kekasihnya, cemburu dengan mantan calon tunangannya itu.


" Jadi kau cemburu honey?, kenapa kau manis sekali dengan sikap kamu yang cemburu seperti ini…" Val malah tersenyum menatap laki laki yang akan siap memakan orang hari ini.


" Jangan tertawa Val, hati ku begitu panas melihat nya tadi, kau hanya milikku dan tak akan ada yang bisa mengambilnya dari ku…" Katanya dengan serius dan bersungguh sungguh.


" Honey aku hanya milikmu, tak ada laki laki lain okey, i love you so much, tak akan ada laki laki lain di hati ku hanya kamu…" Perkataan Val mampu melunakan tatapan yang tajam tadi kini menjadi tatapan yang penuh kelembutan.


" Tak sopan jika aku tak menerima bunga dari penonton yang melihat aku tadi sayang, tak hanya aku yang mendapatkan bunga banyak teman ku juga yang mendapatkan bunga. Aku menerima nya hanya karena rasa terima kasih bukan karena aku menyukai nya…" Val menjelaskan nya dengan suara nya yang begitu lembut dan mata mereka saling bertatapan dengan cinta.



" Tapi kenapa harus Aiden?" Ternyata menghadapi laki laki pencemburu begitu sulit dibanding menghadapi para wartawan, mungkin itu yang saat ini dipikirkan Val.


" Honey aku tak tahu, tapi aku berani bersumpah tak ada laki laki lain, hanya kamu yang aku cintai ku, hanya kamu yang ada di hati ini. Kau tahu selama kau disana aku memikirkanmu karena kamu tak menghubungiku sama sekali, aku takut kau malah bertemu seseorang yang akan membuat mu pergi…" Val memasang wajah cemberutnya. " Tapi sekarang aku bahagia karena kamu ada di sini menemui ku meskipun kamu cemburu, tak apa asal aku bisa melihatmu dan berjauhan dengan mu membuat ku hampir gila karena merindukanmu…" Sambungnya membuat kekasihnya itu tersenyum.

__ADS_1


" Kau merayu ku?" Katanya dengan menarik tubuh kekasihnya agar tubuh mereka saling berpelukan melepaskan rindu mereka yang begitu dalam.


__ADS_2