Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Bertemu 3


__ADS_3

" Kau kenapa?" Steve kini panik dirinya langsung berdiri dari duduk santai nya.


" Saya sedang di ikuti oleh orang yang tak aku kenal, dia mencoba ingin membunuh ku. Aku mohon tolong aku..." Katanya dengan ketakutan. Dirinya tak ingin mati konyol di bunuh hanya karena belum mendapatkan apa yang bos nya inginkan.


" Apa imbalan yang kau berikan jika aku membantu mu?, di dunia ini tak ada yang gratis Nona Jennifer, kau tahu bukan?"


" Apapun yang kau inginkan aku akan lakukan, aku tak ingin mati konyol di bunuh oleh orang orang ini..." Steve kini tersenyum kecut.


" Baiklah kirim aku lokasi mu, dan aku akan datang secepatnya..." Panggilan itu pun terputus dengan segera Jennifer mengirimkan lokasinya berada.


Steve dengan beberapa orang nya kini menuju ketempat di mana seseorang membutuhkan bantuan oleh dirinya.


" Kau ingin kemana?" Andre yang melihat tenan nya itu ingin pergi dengan beberapa tim nya segera mendatangi nya dan bertanya dengan segera.


" Ada sesuatu yang ingin aku urus..." Jawabnya dengan memasukan pistol ke dalam celana nya.


" Tapi nanti kita harus mengintrogasi kedua orang yang kita curigai tadi."


" Kau bisa bersama Abhi nanti, kan Albert akan datang sebentar lagi..." Andre yang ingin berucap tak jadi karena teman nya itu sudah melangkah pergi meninggalkan Andre.


" Mau kemana dia?" Abhi yang dari arah belakang kini tiba tiba bertanya ketika melihat beberapa mobil keluar dengan cepat.


" Entahlah, aku tak tahu dia sedang melakukan apa di misi nya..." Jawabnya dengan melangkah masuk ke dalam markas nya itu.


" Dia selalu misterius..." Abhi yang mengikuti langkah Andre kini juga duduk di sana dengan saling berhadapan.


" Dia memang seperti itu, jika dirinya sedang memiliki misi dia tak akan melibatkan kita, tapi dia akan bekerja sama dengan tim nya..." Andre yang berkata seperti itu membuat Abhi semakin tak tahu apa yang di maksud.


" Tim nya?, bukan kah kita satu tim?"

__ADS_1


" Tidak..." Jawab Suhu dengan cepat membuat Abhi semakin bingung dengan jawaban dari mereka semua.


" Setiap orang memiliki tim nya masing masing. Aku memiliki tim ku sendiri, Andre juga memilikinya, Albert juga, Steve pun juga memiliki tim nya. Tim yang kami percayai..." Penjelasan yang di berikan oleh Suhu itu membuat Abhi kini paham bahwa semua orang yang ada di sana adalah tim mereka masing masing.


" Kau akan mendapatkan tim mu nanti, jika kau sudah memiliki masalah yang harus kau selesaikan sendiri dengan tim mu. Tak selamanya kau akan kami bantu menyelesaikan masalah mu. Mungkin suatu saat nanti kau akan berhadapan dengan lawan mu..." Andre dengan cepat mengatakan apa yang ingin di tanyakan oleh laki laki itu.


" Bagaimana aku tahu jika itu tim ku atau tidak?"


" Jika kau mengalami masalah kau bisa menemui ketua dari mereka, Bara. Kau katakan kau ingin mengambil tim mu jadi Bara bisa langsung memberikan tim yang mana yang akan kau bawa..." Andre menjelaskan nya membuat laki laki itu mengangguk mengerti.


" Bara?" Abhi mengulangi nya dengan bergumam pelan. " Mungkin nanti jika aku berhadapan dengan Marco aku akan mengambil tim ku..." Sambungnya.


" Kita akan melawan bersama jika musuh mu Marco brengse* itu..." Andre mengatakan dengan nada tinggi nya itu.


" Tak akan hanya kamu yang melawan nya tapi kami seluruh anggota akan melawan nya..." Suhu itu juga berucap dengan sungguh sungguh. Dia tentu saja tak akan melewati melawan laki laki di masa lalu nya yang membuatnya harus menahan rasa malu karena harus merasakan cinta buta pada laki laki bersalah seperti Marco itu.


Sedangkan di jalanan Abhi kini menangkap mobil Jennifer yang sedang di kejar oleh mobil lain nya dari arah belakang. Steve yang membawa mobil sendiri dengan cepat melewati mobil mereka berdua yang masih saling aksi kejar kejaran itu. Mobil Steve berada di depan mobil Jennifer, senyum Jennifer mengembang dengan sempurna karena melihat mobil siapa yang ada di depan nya itu.


Sedangkan Steve kini melihat bahwa mobil itu sudah berhasil di jauhkan oleh orang orang nya, dia kini meminggirkan mobilnya dengan di ikuti oleh Jennifer. Kini Steve keluar dari mobilnya dirinya ingin sekali melihat wanita yang ada di dalam mobil itu.


" Astaga kau tak apa?" Steve yang melihat wanita itu sedikit mengeluarkan darah di kening nya sedikit khawatir. Steve dengan cepat mengambil tisu untuk membersihkan darah segar yang berada di keningnya itu.


" Terima kasih, jika tak ada kamu aku tak bisa lolos dari nya..." Ucapnya Dengan merasa perih pada kening nya itu.


" Kau tak aman jika ada di apartemen sendirian, kau sementara tinggal dulu di apartemen ku."


" Ha?" Jennifer langsung melongo dia takut dirinya salah dengar.


" Jangan berpikir macam macam, hanya saja aku tak ingin kau mati karena tugas mu belum selesai di perusahan..." Katanya dengan dingin.

__ADS_1


" Tak apa aku tinggal saja di apartemen ku..." Tolaknya dengan cepat, dia tak ingin perasan itu tumbuh. Dirinya ingin membuang perasan yang dari kemarin dia tahan.


" Terserah, jika kau ingin mati konyol di tangan orang tadi..." Steve tentu saja tak terlalu pusing, jika wanita itu tak ingin di lindungi.


" Baiklah aku akan tinggal di apartemen mu."


" Pilihan yang bagus Nona..." Steve akhirnya melangkah kembali menuju mobilnya dan Jennifer pun juga masuk ke dalam mobil nya dengan mengikuti mobil yang ada di depan nya itu.


Tak lama mereka segera tiba di sebuah unit mewah milik dari asisten dingin yang susah sekali di cairkan. Jennifer menatap sekeliling nya yang seluruh ruangan nya berwarna hitam itu. Warna yang cocok dengan kepribadian nya yang gelap.


" Kau tahu siapa dia yang ingin membunuh mu tadi?" Steve kini membuka suaranya ketika dia duduk di sebelah wanita itu dengan membawa peralatan obat untuk lukanya.


" Tidak, tapi dari kemarin rasa nya aku di teror..." Jennifer menceritakan kejadian apartemen nya yang semalam di acak acak dan mengatakan bahwa dirinya tadi di todong pistol di supermarket.


Steve yang mendengarkan semuanya dengan mengobati luka kening wanita itu, hingga muka mereka berdekatan.


" Sebenarnya siapa diri mu, kenapa kau di kirim pembunuh bayaran?" Pertanyaan dari Steve membuat wanita itu memundurkan duduknya.


Bersambung ya mak 😊


mince masih gK bisa up banyak dulu ya nanti kalau keadaan sudah membaik pasti mince up banyak lagi. Yang wa maaf jika belum secepatnya gak mince balas tapi pasti mince balas kalau si kecil gak rewel 😘😘🤗🤗🤗


Makasih yang sudah mendoakan putra ku ya 😍 mince gak bisa balas satu satu yang jelas doain aja yang terbaik untuk kami semua 🙏 amin 🤲


Vote dan hadiah nya masih di tunggu ya 🤭 tolong kasih rating pada lembaran ini juga ya 😍


Budayakan tinggalkan jempol dan ramaikan kolom komentar dulu dong mak 🤭 Kasih vote dan hadiah nya juga dong buat mince 😁 agar mince tetap semangat nulis 😍😍😍


Ini nomer mince ya mak 081324594302 kalian hubungi mince, kita ngehalu sama sama mak 😂 kalian jika mau hubungi mince pakai sandi ya mak, jawab pertanyaan mince.

__ADS_1


Siapa nama abang mince yang masih ada darah sepupu dengan Jonathan Cristopher?, itu sandi nya para mak mak yang tahu.


Terima kasih buat kalian semua ya 😘😘😘


__ADS_2