
“Ketua Detasemen Eddyt, kamu ini sudah tidak muda, kenapa masih mau dibohongi oleh seorang bocah seperti itu? Kamu harus tahu ini tugas untuk memeriksa penyakit putra direktur, kalau ada kesalahan, apa kamu bisa menanggung konsekuensinya? Saya rasa kamu sengaja ya mengundang Aron, lalu sengaja mencelakai putra pemimpin, dan membiarkan putra pemimpin celaka? Apa niatmu sebenarnya?”
Oyong bertanya pada Eddyt sambil mencibir!
“Oyong, bicara sembarangan apa kamu? Mana mungkin saya mencelakai putra pemimpin, jangan memfitnah orang, Tuan Aron memang punya kemampuan…..”
Eddyt berteriak dengan panik saat melihat Oyong mencurigai dirinya sendiri!
“Punya kemampuan atau tidak itu bukan kamu yang bisa memutuskan, kami juga tidak melihatnya, kalau kamu merasa Aron itu benar-benar hebat, maka biarkan dia yang menganalisis, apa yang sebenarnya terjadi pada putra pemimpin, bukankah dia mengatakan yang dikatakan oleh Guru Febri hanya benar setengah?”
Oyong sengaja menggunakan taktik agresif, dia tidak percaya kalau Aron jauh lebih hebat dibandingkan dengan Febri, kalau Febri tidak bisa mengetahui alasannya, maka Aron juga tidak mungkin bisa!
“Tuan Aron…………”
Eddyt menatap Aron dan ingin meminta Aron turun tangan agar mereka merasa puas, dan agar Frank bisa mempercayainya.
Pada saat ini Hendy menatap Aron, dia juga ingin mendengar apa yang akan dikatakan oleh Aron, dan Febri juga ingin melihat kekuatan dari Aron!
Melihat semua orang menatap dirinya, Aron perlahan duduk di kursi dan berkata : “Putra pemimpin memang benar digigit oleh ulat beracun, dan kalau jarinya tidak bisa berhenti berdarah, maka tidak perlu waktu lama, tangannya tidak akan bisa digunakan lagi!”
“Lalu, mengenai kenapa putra pemimpin terbaring di tempat tidur dalam keadaan koma, tidak ada hubungannya dengan ulat beracun, itu karena dia memiliki gangguan pikiran, jadi dia menjadi seperti ini!”
Aron menjelaskan.
__ADS_1
“Kerusakan mental?” Hendy tercengang!
“Tuan Aron, ada apa dengan kerusakan mental?” tanya Eddyt dengan penasaran.
“Kerusakan mental bisa dikatakan dia mengalami keterkejutan, oleh karena itu jiwanya tidak berada di raganya, jadi dia mengalami koma….”
Aron menjelaskan.
Jiwanya tidak berada pada raganya?
Mendengar ini, Eddyt dan Hendy tercengang, bahkan Oyong juga tercengang
Mereka bukan ahli sihir atau kultivator, jadi mereka tidak mengerti hal seperti ini, dan tidak pernah memikirkan hal seperti ini!
Setelah beberapa saat Oyong tersadar dan tertawa terbahak-bahak dan menghinanya!
Hendy juga tidak terlalu percaya pada Aron, karena yang Aron katakan terlalu sembrono, dia mengatakan putranya mengalami keterkejutan dan menjadi seperti ini, dan itu membuat Hendy sangat tidak puas!
“Dia tidak bisa melihatnya, maka bisa dibilang dia adalah sampah, ahli sihir nomor satu apanya, tidak tahu malu…”
Aron menyeringai dan berkata dengan jijik!
“Aron, jangan banyak omong kosong, karena kamu tahu apa yang terjadi dengan putra pemimpin, maka kamu saja yang mengobatinya, kalau kamu bisa mengobatinya, saya Febri, akan bersujud dan minta maaf kepadamu, kalau kamu tidak bisa, saya akan mengusirmu dan mencari seseorang untuk melemparkanmu ke dalam sungai….”
__ADS_1
Febri berkata dengan ekspresi muram.
“Tidak boleh, tidak boleh….” Hendy bergegas berdiri dan menghentikan : “Putraku bukan kelinci percobaan, kalian jangan menggunakan dia untuk bertaruh….”
Setelah Hendy berbicara, dia menatap Eddyt dan berkata : “Eddyt, segera bawa Aron keluar, ini adalah perintah…..”
Eddyt menatap Hendy dan membuka mulutnya tapi tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun, akhirnya dia hanya menghela nafasnya.
“Tuan Aron, kita keluar saja….” Hendy sudah memberi perintah dan Eddyt tidak punya pilihan.
Aron mengangguk : “Ayo kita keluar, dalam waktu sepuluh menit, kita akan diundang masuk kembali!”
Perkataan Aron membuat Oyong seketika tertawa terbahak-bahak!
“Aron, kamu mengatakan kalau pemimpin akan mengundangmu kembali? Kamu kira kamu siapa? Ada Guru Febri di sini, apa urusanmu? Terlalu pintar berpura-pura…..”
Oyong tertawa terbahak-bahak, dan Febri menyeringai : “Saya belum pernah bertemu dengan orang yang begitu percaya diri sebelumnya, anak muda sebaiknya tetap merendah!”
Pada saat ini raut wajah Hendy juga terlihat jelek, apa statusnya? Bagaimana mungkin dia bisa mengundang Aron seorang anak muda ingusan seperti itu?
“Tuan Aron, jangan bicara lagi….”
Jantung Eddyt berdetak kencang, dia takut Aron akan memprovokasi Hendy.
__ADS_1
“Eddyt, masalah hari ini saya akan menganggap kamu tidak sengaja, kalau kamu berani mengundang seseorang datang ke rumahku lagi seperti ini, hati-hati saya tidak segan-segan padamu….”