Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Pak Kua Palsu


__ADS_3

Dan saat semua orang sedang berbicara, Master Rahman yang awalnya memejamkan matanya tiba-tiba membuka matanya dan meletakkan Pa Kua itu di meja, jarinya mengetuk dengan ringan dan Pa Kua yang awalnya berbintik-bintik kini tampak bagai dicat ulang, dan menjadi sangat baru, dan bisa memantulkan bayangan orang.


Semua orang yang melihat itu berseru kaget dan Boyca bahkan lebih kaget lagi : “Seorang master yang sudah berlatih selama berdekade seperti Master Rahman memang tidak diragukan lagi, tekniknya pasti berbeda….”


Master Rahman terlihat sedikit sombong, lalu tiba-tiba sebuah cahaya merah terlihat di tangannya dan kemudian Pa Kua itu juga bersinar merah, seolah ada benda pusaka di dalamnya dan membuat seluruh ruangan diselimuti oleh cahaya merah ini, dan semua orang merasakan angin musim semi yang menerpa tubuh mereka!


Hanya saja tidak lama kemudian, cahaya merah ini meredup dan seluruh ruangan kembali ke keadaan semula, Pa Kua itu juga terlihat masih sama, dengan bintik-bintik dan permukaannya yang sudah lekang oleh waktu!


“Master Rahman, apakah kamu sudah mengetahui keistimewaan dari Pa Kua ini?”


Boyca bertanya dengan semangat.


Master Rahman mengangguk : “Pa Kua ini benar-benar bukan barang biasa, di dalamnya berisi mantra Taoism, dan kalau tebakan saya benar, sepertinya ini ditinggalkan oleh titisan dewa di zaman dahulu!”


Mendengar perkataan Master Rahman, mata orang-orang itu menunjukkan keserakahan, bahkan Basri juga tidak bisa menahan diri untuk menatap Pa Kua itu, dan ingin mendapatkannya.


Melihat ekspresi semua orang, Oyong tertawa bahagia, kalau dia membuka pelelangan untuk Pa Kua ini sekarang, pasti akan terjual dengan harga bagus!

__ADS_1


“Bocah, giliranmu, apakah kamu juga akan melihat asal usul dari Pa Kua ini, lalu membiarkan Tuan Oyong dari Futuwa yang memutuskan, lihat siapa diantara kita yang berhasil menebaknya dengan benar?”


Boyca menatap dan bertanya pada Aron.


Semua orang menatap Aron, mereka ingin tahu metode seperti apa yang akan Aron gunakan untuk mengaktifkan mantra Pa Kua itu!


Namun tidak disangka Aron bahkan tidak mengambil Pa Kua itu dan berkata dengan ringan : “Hanya sepotong kayu busuk, punya asal usul apa, sekelompok master seperti kalian malah bersenang-senang dengan sepotong kayu busuk, saya tidak mengerti apa yang kalian latih selama bertahun-tahun!”


Perkataan Aron membuat semua master yang ada di dalam ruangan menjadi marah, meskipun banyak yang tidak bisa menemukan keistimewaan dari Pa Kua itu, tapi kalau Oyong berani mengeluarkannya sebagai benda berharga, maka pasti ada keistimewaan, dan disampingnya juga ada Febri, oleh karena itu mereka menganggap Pa Kua ini adalah benda pusaka.


Ini seperti baju baru kaisar, walau mereka tidak dapat melihat apa yang istimewa, tapi tidak ada orang yang berani mengatakannya, kalau mereka mengatakannya sama saja mengakui kemampuan mereka kurang!


Sedangkan Aron secara langsung mengatakan ini hanyalah sepotong kayu busuk, dan ini membuat para master tidak bisa duduk diam, mereka merasa dipermalukan dan diprovokasi.


Terutama Oyong dan Febri, meskipun mereka tahu kalau Pa Kua itu hanya sepotong kayu busuk, tapi Aron mengatakan ini di depan umum, dan ini akan berimbas buruk bagi mereka!


“Apa maksud saudara ini? Saya mengeluarkan uang banyak untuk membeli Pa Kua ini, dan Guru Febri juga sudah melihatnya, di dalamnya mengandung mantra, ini adalah senjata ajaib yang sangat langka, kamu malah mengatakan ini sepotong kayu busuk, hari ini kalau kamu tidak menjelaskannya, jangan salahkan saya tidak sungkan-sungkan….”

__ADS_1


Raut wajah Oyong menjadi muram!


“Benar, tadi Master Rahman juga sudah mengaktifkan mantranya, kamu malah mengatakan Pa Kua ini sepotong kayu busuk, saya rasa kamu sama sekali tidak punya cara dan tidak bisa menemukan keistimewaan dari Pa Kua ini kan?”


Boyca juga menggunakan kesempatan ini untuk menghina Aron!


“Ini sepotong kayu busuk atau bukan, saya percaya mereka lebih paham daripada saya, ada beberapa hal yang sudah terlihat jelas dan tidak perlu saya jelaskan lagi….”


Aron melirik Master Rahman dan Oyong dengan ringan, dan saat dua orang itu bertemu dengan tatapan mata Aron, mereka tidak bisa menahan diri untuk menghindar!


Tentu saja Oyong tahu kalau Pa Kua ini diukir dari sepotong kayu busuk, sedangkan walau Master Rahman tidak mengerti tapi yang tadi terlihat seperti pengaktifan mantra sebenarnya hanyalah ilusi yang dibuat oleh Master Rahman sendiri, dan semua orang yang melihat itu mengira mantra dari Pa Kua sudah diaktifkan.


“Saudara, apa kamu bahkan tidak percaya pada mata tetua ini?”


Febri yang sejak tadi tidak berbicara akhirnya buka suara.


__ADS_1


__ADS_2