Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Pertarungan yang menegangkan


__ADS_3

Saat ini Nuri dan yang lainnya merasa hati mereka tercekat di tenggorokan.


“Ah……”


Dika tiba-tiba meraung dan cahaya di tangannya langsung bergerak menuju ke arah Aron.


Selain gelombang panas, yang lebih serius adalah tekanannya yang sangat besar, dan membuat Aron merasa seperti ada gunung yang menekan pundaknya.


Ring di bawah kaki Aron mulai retak dan ring itu mendadak runtuh, Aron juga terjatuh dengan cepat ke bawah ring.


Dan cahaya itu sudah mencapai tempat Aron berdiri dengan cepat, melalui celah di ring dan langsung mengenai tubuh Aron.


Semua orang hanya melihat cahaya itu menghilang di bawah ring, tapi mereka tidak dapat melihat situasi Aron yang jatuh ke bawah ring.


“Sudah berakhir, kali ini sudah berakhir…..”


“Seorang grand master ingin menang melawan Great Grand Master, benar-benar hanya mimpi….”


“Aron ini walau termasuk berbakat dan memiliki tubuh yang kekuatannya menakutkan, tapi sepertinya dia tidak tahu bagaimana cara menahannya dan menyia-nyiakan tubuhnya yang bagus itu…”


Semua orang menghela nafas dan mulai ada orang yang bangun perlahan dan bersiap untuk pergi.


“Tetua, apakah semuanya sudah berakhir?”

__ADS_1


Elder bertanya pada Alfat.


Alfat tampak sedikit kecewa dan berkata : “Sudah berakhir, awalnya saya mengira Aron akan memberi kejutan kepadaku, Great Grand Master memanglah Great Grand Master, perbedaan tingkat kekuatan yang terlalu besar tidak bisa disamai dengan mengandalkan tubuh dan keterampilan yang kuat…”


“Lalu kenapa Tetua tadi tidak turun tangan dan menyelamatkan Aron, lalu meminta ramuan itu darinya?”


Eldert tidak mengerti kenapa Alfat tidak menyelamatkan Aron.


“Serangan Dika barusan, walau saya turun tangan juga tidak menjamin tidak akan terluka, saya tidak menyangka jurus Keluarga Bara akan begitu mengerikan…”


Alfat menghela nafas kecil.


Saat ini, Dika yang berada di atas ring memancarkan rasa sombong dan penuh percaya diri di matanya, dia melihat orang-orang di sekelilingnya dan saat merasakan tatapan Dika, mereka yang ditatap olehnya hanya bisa menundukkan kepalanya.


Setelah pertarungan ini, maka peringkat Dika di dunia seni bela diri akan meningkat pesat, dan status Keluarga Bara juga akan naik dan posisinya di Kota Dama tidak akan sama lagi.


Boyca yang berada di bawah ring tampak heboh dan bergegas memerintahkan bawahan Keluarga Barq untuk maju dan berbaris di kedua sisi untuk menyambut Dika turun dari ring.


Namun saat Dika berbalik dan hendak turun dari ring tiba-tiba melihat semburan cahaya berwarna keemasan yang keluar dari celah ring tempat Aron berdiri.



Semua orang membelalak dan sangat kaget melihat ledakan cahaya keemasan itu.

__ADS_1


Dika yang awalnya hendak turun dari ring menghentikan langkah kakinya dan dia melihat ledakan cahaya keemasan itu dengan ekspresi tidak percaya.


Tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi mereka bisa memastikan kalau cahaya keemasan itu pasti ada hubungannya dengan Aron.


Tubuh Aron perlahan bangkit dari celah ring itu dan tubuhnya terbungkus cahaya keemasan, seperti seorang dewa yang turun dari langit.


“Astaga, Aron ternyata belum mati, apakah dia makhluk abadi?”


“Aron ini adalah prajurit yang tidak bisa mati, benar-benar terlalu kuat.”


“Kali ini ada tontonan menarik!”


Orang-orang yang awalnya hendak pergi sekarang berbalik satu per satu, sepertinya masih ada hal menarik dari pertarungan ini.


Aron perlahan berdiri di atas ring dan cahaya keemasan di tubuhnya berangsur-angsur memudar.


Saat ini, tidak hanya tidak terlihat luka di tubuh Aron, tapi dia juga tampak lebih bersemangat dibandingkan sebelumnya.


“Dika, kalau hanya itu kemampuan yang kamu punya, maka akhiri saja….”


Setelah selesai bicara, tubuh Aron tiba-tiba meledak dan langsung melesat ke arah Dika, tinjunya yang sebesar karung pasir langsung mengenai wajah Dika.


Kali ini, Aron tidak lagi menggunakan gerakan yang macam-macam, hanya mengandalkan satu pukulan sederhana yang menyebabkan angin kencang, dan karena kecepatannya yang terlalu cepat udara yang ada disekelilingnya seolah ditarik habis dalam sekejap.

__ADS_1


Dika bergegas berbalik dan mengangkat tangannya lalu melontarkan pukulannya dan siap menghadang serangan Aron!



__ADS_2