Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
menghancurkan formasi


__ADS_3

Rein berhenti lalu menatap Aron yang ada di depannya.


Dua orang itu terpisah beberapa meter tapi karena adanya formasi pembunuh, Rein tidak bisa mendekati Aron.


Aron menatap Rein, Rein menatap Aron!


Dua orang itu saling menatap selama sepuluh menit.


“Ternyata masih sangat muda dan berbakat, pantas saja banyak yang mengatakan kalau kekuatanmu sudah melebihiku…”


Rein tiba-tiba menyeringai.


“Saya tidak mengenalmu, kenapa kamu membobol formasi pembunuhku?”


Aron bertanya pada Rein.


“Kamu tidak perlu mengenalku, cukup saya yang mengenalmu, tidak disangka seorang pemuda yang terlihat begitu biasa dapat membunuh Wiwanto…”


Setelah selesai berkata, Rein menghantamkan pukulan ganasnya lagi ke formasi pembunuh di hadapan Aron.


Pukulan Rein ini bahkan lebih kuat dari sebelumnya, formasi pembunuh dipenuhi dengan aura pembunuh yang mulai hancur setelah terkena serangan yang luar biasa ini!


Raut wajah Aron menjadi sedikit jelek.


Kekuatan Rein yang ada di depannya, sedikit lebih kuat dibandingkan dengan Wiwanto.


Jika dia menghadapi Rein sendiri, Aron tidak memiliki keyakinan akan menang, namun tidak sulit untuk kabur.


​Namun, di belakang Rein ada beberapa orang Great Grand Master yang sedang memperhatikannya.

__ADS_1


Jika Aron harus bertarung dengan beberapa orang ini sendirian, kesempatan untuk menang hampir nihil, bahkan akan sulit untuk kabur!


Bam!


Rein kembali melayangkan satu pukulan dan formasi pembunuh mulai menjadi goyah.


Aron tahu, dengan kekuatan Rein untuk menghancurkan formasi pembunuh hanyalah masalah waktu.


Tanpa ragu-ragu, Aron berbalik dan kembali ke dalam Menara Setan.


Sambil mendengar suara pukulan Rein di luar, Aron tidak bisa menenangkan diri untuk berkultivasi lagi.


​Aron berpikir keras sambil menatap Menara Setan.


Menara Setan ini kelihatannya merupakan senjata ajaib, tapi siapa yang bisa membuat senjata ajaib sebesar ini?


Atau Menara Ajaib ini bisa membesar dan mengecil, atau ada sesuatu di dalam Menara Setan yang dapat dipindahkan, dan Menara Setan ini hanyalah sebuah wadah.


Namun setiap lantai kosong melompong, sama sekali tidak ada yang bisa ditemukan.


Mendengar suara dari luar, pukulan Rein menjadi lebih kuat lagi, Aron tahu formasi pembunuh tidak akan bertahan lama lagi.


​Kalau Rein sampai merusak formasi pembunuh, maka Aron hanya bisa melarikan diri, dan Menara Setan akan diambil alih.


Saat Aron mulai cemas, tiba-tiba matanya bersinar dan dia teringat akan sebuah solusi.


Karena Menara Setan mengandung energi spiritual, dia dapat merasakan dari mana energi spiritual itu berasal.


Dengan begitu mungkin saja akan menuntunnya pada rahasia pemindahan Menara Setan.

__ADS_1


Memikirkan hal ini, Aron segera menahan nafas lalu menyebarkan kesadaran spiritualnya untuk merasakan energi spiritual di dalam Menara Setan.


Kesadaran spiritual Aron mengikuti aliran energi spiritual di dalam Menara Setan, sedikit demi sedikit hingga mencapai puncak menara.


​Puncak menara itu hanya berupa sebuah ruangan seluas beberapa puluh meter persegi.


Aron segera menuju ke puncak menara dengan cepat setelah merasakan energi spiritual yang berasal dari atas.


Saat Aron tiba di puncak menara, dia menemukan tidak ada apa-apa di puncak menara, dia dapat melihat seluruh ruangan dalam satu pandangan.


Aron sudah pernah naik ke sini beberapa kali, jika ada sesuatu di puncak menara, Aron pasti sudah menemukannya sejak awal.


“Aneh sekali, jelas-jelas energi spiritual itu berasal dari tempat ini…”


Aron mengernyitkan keningnya, dan memeriksa puncak menara dengan seksama.


“Lantas?” Aron tiba-tiba mengingat sesuatu.


Dia kemudian memejamkan matanya dan kesadaran spiritualnya langsung terlepas seolah-olah masuk ke dalam kehampaan.


Di saat Aron membuka matanya lagi, dia menemukan di hadapannya ada sebuah pintu perunggu yang muncul.


“Ternyata memang benar…”


Aron sangat gembira dan segera mengulurkan tangannya untuk mendorong, namun dia menemukan dia tidak bisa mendorong pintu perunggu yang ada di depannya!


Melihat pintu itu tidak bisa didorong, Aron mengepalkan tinjunya dan cahaya keemasan menyelimuti tinjunya, lalu sebuah pukulan dilontarkan!


Bam!

__ADS_1


Pukulan itu membuat seluruh menara bergetar tapi pintu perunggu di depannya sama sekali tidak bergerak.


__ADS_2