Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Terjepit


__ADS_3

“Kalau begitu, maka matilah…”


Robi tidak banyak omong kosong.


Jarinya menjentik keningnya dengan ringan lalu setetes esensi darah menetes dan jatuh ke atas Simbal Perunggu itu.


Dalam sekejap, Simbal Perunggu yang polos itu tiba-tiba bersinar dan aura pembunuh yang menakutkan menyebar dari Simbal Perunggu itu.


Merasakan aura pembunuh yang menyebar perlahan itu, Aron menggertakkan giginya dan mengeluarkan kekuatan Naga Ilahi secara maksimal.


Menghadapi senjata ajaib seperti ini, Aron tidak berani bersikap gegabah sedikit pun.


Melihat Aron seperti itu, Robi menyeringai : “Tidak ada gunanya, di hadapan senjata ajaibku, kamu bahkan lebih buruk daripada semut.”


Sambil berbicara, Robi melemparkan Simbal Perunggu di tangannya ke arah Aron.


Segera, Simbal Perunggu itu membesar di udara dan seberkas cahaya memancar dari Simbal Perunggu itu dan langsung menyinari tubuh Aron.


Seketika itu juga, cahaya yang mematikan menyelimuti ruangan dan membuat semua orang takjub.


Aron menggertakkan giginya, melihat Simbal Perunggu yang menekan ke arahnya, Aron melayangkan tinjunya.


“Tinju Cahaya Suci…”


Sebuah cahaya keemasan melesat keluar dan meledak dari tinju Aron seperti sebuah tembakan.


Pukulan itu menghantam Simbal Perunggu itu dengan ganas.


Namun sayangnya, saat pukulan itu mengenai Simbal Perunggu tidak terlihat perubahan apa pun terjadi.


Bruak bruak bruak…

__ADS_1


Simbal Perunggu itu langsung menjepit Aron di dalamnya.


Dan di dalam Simbal Perunggu itu, kekuatan mengerikan terus melintas di tubuh Aron.


“Harta karun penjaga Keluarga Himawan, memang sangat luar biasa, bahkan Aron saja tidak memiliki kesempatan untuk melawan.”


“Benar, tadi Aron masih berlagak begitu sombong, tidak takut dengan kita semua, sekarang dia terjepit di dalamnya.”


“Tunggu dan lihat saja, dalam waktu kurang dari lima belas menit, Aron mungkin akan menjadi daging cincang!”


Semua orang melihat Aron yang terjepit merasa lega, dan mulai berdiskusi dengan suara pelan.


Robi menatap Simbal Perunggu itu dan merasa sangat tidak rela, kekuatan dari Simbal Perunggu ini hanya bisa digunakan satu kali.


Jadi setelah satu kali ini, Simbal Perunggu ini hanya akan menjadi barang biasa dan bukan lagi senjata ajaib.


Hanya saja, keluarga dan klan lainnya tidak mengetahui hal ini.


“Hadirin, suasana hari ini sudah dirusak oleh Aron, mari kita pindah ke aula vila lainnya dan perjamuan akan dilanjutkan…”


Meskipun semua klan dan keluarga bela diri baru saja menyerah dan mundur saat bertarung dengan Aron tadi.


Tapi Robi tidak bisa menjadikan ini sebagai alasan untuk marah, bagaimanapun juga orang-orang ini baru memihak kepada Keluarga Himawan, dan Robi harus menyatukan mereka.


Namun, saat Robi bersiap membawa orang-orang ini ke aula lain untuk melanjutkan perjamuan.


Suara gemuruh tiba-tiba terdengar dari dalam Simbal Perunggu!


Dug…dug…dug…


Aron tampaknya sedang berusaha keras untuk melawan di dalam Simbal Perunggu.

__ADS_1


“Suara apa ini, lantas Aron masih berusaha untuk melawan?”


Ada orang yang melihat ke arah Simbal Perunggu.


“Jangan khawatir, tidak peduli sekuat apa dia melawan, dia tidak akan mungkin bisa membebaskan diri, dalam belasan menit dia akan menjadi daging cincang.”


Robi tampak tidak khawatir sama sekali.


“Aron ini terlalu di luar nalar, menguasai tubuh emas tak terhancurkan saja sudah cukup, tubuh fisiknya juga begitu kuat.”


​“Jika seorang Great Grand Master biasa sepertinya tidak akan bisa bertahan lebih dari dua menit di dalam Simbal Perunggu itu.”


“Sayang sekali Aron memiliki karakter yang keras kepala, jika dia bersedia tunduk dan bergabung dengan Keluarga Himawan, maka kita sudah memiliki kekuatan yang cukup untuk melawan Aliansi Seni Bela Diri.”


Semua orang mulai berdiskusi dan menyayangkan…


Namun di saat orang-orang ini berdiskusi, suara dari dalam Simbal Perunggu terdengar semakin keras secara mengejutkan.


Tidak hanya suara yang terdengar, tapi tonjolan juga muncul di permukaan Simbal Perunggu itu.


Seakan-akan dihantam secara ganas dari dalam.


​Pada saat itu, semua orang tercengang.


Sedangkan raut wajah Robi menjadi semakin jelek.


Pada saat ini, hati Robi merasakan perasaan yang tidak dapat diungkapkan.


Jika Adon benar-benar bisa menghancurkan Simbal Perunggu ini, maka Robi akan dipermalukan.


Dan orang lainnya akan menjadi semakin tidak berani melawan Aron.

__ADS_1



__ADS_2