Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Berakhir nya Hidup Boyca


__ADS_3

Melihat Aron muncul, Basri dan Mars seketika kegirangan!


“Tuan Aron…”


Basri berteriak penuh semangat dan langsung bangkit berdiri.


Aron berjalan ke hadapan Basri dan meminta Basri untuk duduk, lalu berbalik dan menatap Boyca serta Raul : “Dengan mengandalkan kekuatan kalian, juga ingin mengakuisisi Keluarga Darminto?”


Melihat Aron, raut wajah Boyca dan Raul menjadi jelek, mereka tidak menyangka Aron akan datang, dan penampilan Aron tidak terlihat terluka parah?


“Aron, kami…kami hanya sedang membicarakan bisnis secara wajar!”


Raul bangkit berdiri dari kursinya.


Meskipun dia adalah seorang Great Grand Master, tapi Raul sangat tahu, tahu kalau dirinya bukan tandingan Aron.


Aron mampu membunuh Ichiro Watanabe di kompetisi internasional, di saat itu Raul sudah tahu kalau dirinya bukan tandingan Aron.


Sekarang, setelah beberapa waktu berlalu, kekuatan Aron tampak jelas sudah berkembang pesat, Raul semakin tidak menjadi tandingannya.


“Aron, bukankah kamu terluka parah?


Boyca berseru dengan penuh kebingungan.


“Terluka parah?” Aron mencibir : “Hanya mengandalkan Wiwanto, juga memenuhi persyaratan untuk membuatku terluka parah?”


​Tatapan mata Aron dipenuhi dengan penghinaan, tapi perkataan itu membuat dua bersaudara dari Keluarga Bara seketika ketakutan.

__ADS_1


Wiwanto sudah mencapai ranah Great Grand Master puncak, jentikan jarinya saja bisa memusnahkan mereka semua seperti debu dan asap, orang seperti itu bahkan tidak dianggap serius oleh Aron?


“Aron, kami hanya datang untuk membicarakan bisnis, karena kepala keluarga Keluarga Darminto tidak bersedia membicarakan bisnis, maka kami akan segera pergi…”


Raul berkata lalu mengedipkan matanya pada Boyca agar segera pergi.


​“Ingin pergi?”


Aron menyipitkan matanya dan dengan lambaian tangannya, dua pintu itu langsung tertutup.


​Raut wajah Raul dan Boyca saat ini berubah drastis, mereka berbalik dan menatap Aron.


​“Aron, kami…”


Raul masih ingin mengatakan sesuatu tapi langsung dipotong oleh lambaian tangan Aron!


Aron berkata dengan santai.


Seorang Grand Master, seorang Great Grand Master, dapat dibunuh begitu saja oleh Aron…


Seperti membunuh dua ekor semut!


Raul mengernyitkan keningnya : “Aron, jangan terlalu menindas orang, meskipun kekuatanmu lebih kuat dibandingkan denganku, tapi kalau saya berusaha keras juga dapat membuat darah membanjiri tempat ini!”


“Darah membanjiri tempat ini?” Aron menyeringai : “Kamu masih belum punya kemampuan itu!”


Setelah Aron selesai berkata, aura dari tubuhnya langsung meledak, dan langsung menyelimuti dua bersaudara dari Keluarga Bara.

__ADS_1


Merasakan aura menakutkan dari tubuh Aron, Boyca langsung berlutut dengan suara gedebuk, lantai yang ada di bawah lututnya mulai memunculkan retakan.


Raul yang sudah mencapai ranah Great Grand Master menggertakkan giginya dan berusaha keras menahan tekanan itu!


Aron menatap dua orang itu dengan acuh tak acuh, tatapan matanya penuh kejijikan.


“Saya akan menunjukkan kepada kalian apa itu banjir darah!”


Aron melontarkan kalimatnya.


Bam!


Tiba-tiba Raul merasakan letupan di samping telinganya, dan saat dia menoleh ke samping, dia langsung muntah.


Terlihat Boyca yang berlutut di tanah, saat ini kepalanya sudah meledak dan hancur akibat tekanan yang mengerikan itu, darah segar berceceran di lantai!


“Adik ketiga…”


Sepasang mata Raul memerah dan dia berteriak keras!


Orang lainnya sudah tercengang, Aron tidak bergerak sama sekali dan langsung bisa menghancurkan kepala Boyca, bagi mereka itu sama sekali tidak bisa dipercaya!


Basri yang melihat pemandangan itu merasa sangat senang dalam hatinya, kekuatan Aron semakin kuat, itu juga merupakan keuntungan bagi Keluarga Darminto, sepertinya pilihan Keluarga Darminto untuk mempertaruhkan segalanya pada Aron, adalah taruhan yang tepat.


"Aron, saya akan membunuhmu…”


Raul menatap Boyca yang mati tragis, sepasang matanya memerah dan berteriak marah lalu menerjang ke arah Aron!

__ADS_1


__ADS_2