
“Haha, berpura-pura apa lagi kamu, sekarang kamu sekilas sudah terlihat kelelahan, jika saya ingin membunuhmu, bukan hal yang tidak mungkin.”
“Terlebih lagi saya bukan satu-satunya Great Grand Master tingkat puncak di sini…”
Rein selesai berkata dan terlihat beberapa orang yang mengelilingi Aron meledakkan aura di tubuh mereka.
Masing-masing dari mereka secara mengejutkan adalah Great Grand Master tingkat delapan, serta ada dua di antaranya yang merupakan Great Grand Master tingkat puncak.
Dengan formasi susunan seperti ini membuat Aron mau tidak mau mengernyitkan keningnya.
Jika saat ini kekuatan spiritualnya masih penuh, dia tidak akan takut, walau tidak bisa mengalahkan mereka dia juga dapat melarikan diri.
Namun sekarang, kekuatan spiritual di dalam tubuh Aron sudah habis.
Dia sama sekali tidak sempat mengisi kembali kekuatannya, dan sepertinya akan sulit baginya untuk melawan begitu banyak Great Grand Master tingkat puncak.
Melihat raut wajah Aron, senyuman Rein menjadi semakin bangga.
“Serahkan semua harta yang kamu miliki kepadaku, mungkin saya bisa tidak membunuhmu.”
“Apakah kamu sudah mendapatkan harta karun dari Menara Setan itu? Kalau tidak mana mungkin Menara Setan itu bisa runtuh…”
Rein bertanya kepada Aron.
Aron tidak mengatakan apa pun, dan mengamati keadaan di sekelilingnya.
Dia memikirkan cara bagaimana dia bisa melarikan diri.
“Kamu tidak perlu banyak berkhayal, hari ini kalau tidak menyerahkan harta karunmu, kamu jangan harap bisa pergi!”
Rein tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Aron, dan berkata dengan dingin.
__ADS_1
Aron berpikir sejenak lalu mengeluarkan Menara Setan dari Cincin Penyimpanan.
“Ini adalah Menara Setan, sedangkan menara yang runtuh itu hanyalah cangkangnya…”
Aron berkata sambil memegang Menara Setan.
Melihat Menara Setan yang ada di tangan Aron, sepasang mata Rein langsung berbinar-binar.
“Cepat, berikan kepadaku…”
Rein berkata dan mendesak Aron
Aron membawa Menara Setan dan berjalan mendekati Rein perlahan.
Aron tidak benar-benar akan menyerahkan Menara Setan kepada Rein, dia hanya ingin menyandera Rein saat dia menurunkan kewaspadaannya lalu melarikan diri.
Di saat Rein menyentuh Menara Setan, kilatan dingin tiba-tiba melintas di mata Aron dan dia langsung mematahkan tangan Rein.
Rein terkejut dan segera menarik tubuhnya namun sudah terlambat, Aron sudah mematahkan pergelangan tangan Rein dan bergerak ke belakang tubuh Rein, sambil mencengkeramkan tangannya di leher Rein.
“Lepaskan Tuan Muda kami…”
Beberapa bawahan Keluarga Galah yang melihat itu segera berteriak.
“Melepaskannya, tidak masalah, sekarang kalian semua harus tiarap di tanah, tidak boleh bergerak…”
Setelah Aron mengendalikan Rein, dia mulai merasa lega dalam hatinya.
Beberapa bawahan Keluarga Galah saling menatap dan tidak tahu apa yang harus mereka lakukan.
Aron mengerahkan sedikit tenaga pada tangannya, dan membuat Rein seketika kesulitan bernafas dan wajahnya memerah karena dicekik.
__ADS_1
“Sepertinya para bawahanmu ini tidak mau mendengarkan perintah!”
Aron berbisik di telinga Rein.
Saat ini Rein merasakan aroma dari kematian dan segera berteriak : “Cepat tiarap, cepat tiarap semuanya…”
Segera, orang-orang itu pun tiarap di atas antai.
“Kalau kalian tidak ingin dia mati, maka tiarap dengan patuh dan jangan bergerak…”
Aron mengendalikan Rein dan mulai berjalan mundur perlahan-lahan.
Namun di saat Aron hendak mengendalikan Rein dan melarikan diri, tiba-tiba ada aura yang sangat kuat yang menghantamnya.
Aron mengendalikan Rein dan berputar, menghindari serangan itu dengan susah payah.
Dan aura itu menghantam sebuah pohon yang berada tidak jauh dari sana, dan membuat pohon itu terbelah dua.
“Sialan, kamu benar-benar tidak takut mati ya?”
Aron berkata dengan marah, dia tidak menyangka setelah mengendalikan Rein, para bawahan Keluarga Galah masih berani menyelinap dan menyerangnya diam-diam.
Aron mengerahkan tenaga di tangannya, sepasang mata Rein membelalak dan bola matanya memerah.
“Tiarap, bajingan kalian, tiarap semuanya…”
Rein berteriak keras.
Hanya saja, dua orang yang menyerang Aron diam-diam tidak mendengarkan Rein malah berkata dengan dingin : “Kami juga bukan anggota Keluarga Galah, kenapa kami harus mendengarkan perintahmu.”
“Sekarang kami hanya perlu mendapatkan harta karun yang dimiliki oleh Aron, mengenai hidup dan mati orang lain tidak ada hubungannya dengan kami!”
__ADS_1
Mendengar perkataan dua orang itu, Aron seketika menjadi bingung.