Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Ajakan Berdamai di tolak


__ADS_3

Di depan pintu Keluarga Himawan!


Adon sedang duduk dengan tenang, menit demi menit berlalu, sekarang sudah ada empat mayat orang-orang Keluarga Himawan di bawah kaki Aron.


Satu jam akan segera berlalu lagi.


Saat ini semua orang di Keluarga Himawan berkeringat deras dan gemetaran.


Karena mereka tidak tahu saat waktunya tiba, siapa yang akan diserang oleh Aron.


Kematian yang tidak terduga seperti ini adalah yang paling menakutkan.


Sedangkan di depan pintu Keluarga Himawan, orang yang menonton keramaian semakin lama semakin banyak.


“Satria ini benar-benar pengecut, orang-orang Keluarga Himawan sudah mati begitu banyak dia masih tidak berani menunjukkan wajahnya!”


“Master Guru senior apanya, dia bahkan lebih buruk dari kotoran!”


“Sekarang, reputasi Aron akan menjadi semakin terdengar lagi, dia sudah tidak terkalahkan di generasi muda!”


Semua orang mulai berdiskusi.


Aron masih terlihat tenang, matanya terpejam seolah-olah dia tidak mendengar pembahasan orang-orang di sekitarnya.


Tiba-tiba, Aron membuka matanya.


Di saat ini, beberapa orang dari Keluarga Himawan ketakutan dan terus bergerak mundur!


Karena mereka tahu, waktunya sudah tiba dan Aron akan membunuh orang lagi!

__ADS_1


Aron bangkit berdiri secara perlahan dan menatap orang-orang Keluarga Himawan itu : “Tuan kalian tidak menginginkan kalian lagi, jadi tidak ada gunanya lagi kalian tetap hidup…”


Orang-orang Keluarga Himawan yang melihat itu segera berlutut dan memohon belas kasihan Aron untuk mengampuni nyawa mereka!


Dihadapkan dengan kematian, kehormatan tidak ada artinya!


Tapi tatapan mata Aron tidak menunjukkan rasa kasihan sedikit pun, dia tidak akan mengasihani siapa pun yang menentangnya.


Setiap kali dia menunjukkan belas kasihan merupakan kekejaman terhadap dirinya sendiri.


Jika dia jatuh ke tangan orang-orang itu, dia percaya tidak akan ada satu pun dari mereka yang mengasihaninya.


Di saat Aron hendak menyerang, tiba-tiba sebuah mobil melaju kencang.


Satria bergegas turun dari mobil dan berteriak pada Aron : “Hentikan, Aron hentikan…”


Aron menatap Satria dan menyeringai : “Akhirnya kamu menunjukkan diri…”


Saat melihat Tuan Gino, Aron mengernyitkan keningnya.


​Sedangkan kerumunan orang-orang itu juga tampak kaget.


Dan mulai berdiskusi.


“Astaga, Satria begitu pengecut hingga mencari bala bantuan? Dia ingin Tuan Gino turun tangan?


“Tuan Gino adalah sandaran di belakang Aron, untuk apa Satria mengundang Tuan Gino? Apakah untuk berdamai dengan Aron?”


“Kepala keluarga Keluarga Himawan yang terhormat, seorang Master Guru senior malah dipaksa hingga titik seperti ini oleh seorang pemuda…”

__ADS_1


Suara diskusi itu sangat keras, Satria mendengarnya dengan jelas, semua sedang menghinanya.


Tapi Satria tidak memedulikan semua ini, dia hanya perlu menyimpan tenaganya!


​“Tuan Gino, kenapa kamu datang kemari?”


Aron bertanya pada Tuan Gino.


“Satria mengundangku kemari, agar saya membujukmu untuk berhenti menantangnya, dia ingin berdamai denganmu!”


“Apa pun yang kamu inginkan, Keluarga Himawan bisa menjanjikannya, asalkan kamu tidak mencari masalah lagi pada Keluarga Himawan!”


Tuan Gino berkata.


“Berdamai denganku?”


Aron tersenyum sinis : “Saat menghancurkan Dantianku, mematahkan semua tulangku, kenapa tidak pernah mengatakan ingin berdamai?”


“Kenapa saat membunuh puluhan orang di Lembah Iblis, tidak mengatakan ingin berdamai?”


“Sekarang malah ingin berdamai denganku? Sudah terlambat…”


“Aron, masalah yang terjadi di masa lalu, memang Keluarga Himawan memiliki kesalahan, terutama saat putraku mengincarmu, saya akan mendidiknya dengan ketat, selama kamu setuju tidak akan mencari masalah dengan Keluarga Himawan lagi, sumber daya apa pun yang kamu inginkan bisa kuberikan kepadamu!”


Satria merendahkan diri di hadapan semua orang, dan berkata pada Aron.


“Saya tidak membutuhkan apa pun, saya menginginkan nyawamu, dan menginginkan Keluarga Himawan menghilang dari Kota Dama…”


Niat membunuh yang kuat terpancar dari tubuh Aron.

__ADS_1


Satria mengernyitkan keningnya dan menggertakkan giginya : “Aron, kamu benar-benar ingin bertarung mati-matian denganku? Jika kita berdua benar-benar bertarung, siapa yang akan mati dan siapa yang akan hidup tidak dapat dipastikan, namun yang diuntungkan pastilah keluarga dan klan bela diri lainnya!”



__ADS_2