Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Elen Berencana Putus Asa


__ADS_3

Saat ini, hanya Nuri yang masih berjongkok di depan Serigala salju dan tidak berhenti mengobati luka Serigala salju.


Serigala salju perlahan-lahan berdiri namun luka di tubuhnya masih berdarah.


Satu orang dan seekor serigala menghadapi lima Great Grand Master.


Nuri menatap Nely dan Lina yang terluka parah, tatapan matanya dipenuhi dengan api kemarahan, tubuh Nuri kemudian diselimuti oleh api yang membuat dia terlihat seperti manusia api.


Tidak lama kemudian, api itu terlepas dari tubuh Nurj dan berubah menjadi seekor burung phoenix di udara, dan tidak berhenti melayang di atas kepala Nuri.


Lima Pelindung yang melihat hal ini membelalakkan mata mereka dan penuh dengan keterkejutan.


“Snowy, selanjutnya bergantung pada kita berdua…”


Nuri membelai kepala Serigala salju dengan lembut.


Serigala salju seolah memahami perkataan Nuri dan terus menganggukkan kepalanya.


Nuri mengeluarkan belatinya dan membuat sayatan di tangannya, darah terus mengalir keluar lalu dia mendekatkan tangannya pada mulut Serigala salju.


Serigala salju mengangkat kepalanya dan melirik Nuri, lalu menjulurkan lidahnya dan menjilat darah yang mengalir dari tangan Nuri.

__ADS_1


​Lima Pelindung itu tampak bingung dan tidak mengerti apa yang Nuri lakukan.


Setelah menjilat darah Nuri, sepasang mata Serigala salju perlahan-lahan berubah menjadi merah.


“Aa uu…”


Serigala salju itu melonglong pada langit dan seluruh bulu pada tubuhnya bergidik!


“Semuanya hati-hati, gadis ini sedikit aneh…”


Pelindung Utama segera berpesan kepada para pelindung lainnya.


Pelindung lainnya segera mengangguk, lalu lima orang itu menyerang ke arah Nuri dan Serigala salju secara bersamaan.


Serigala salju memamerkan gigi taringnya dan melompat!


“Adik kedua, kamu pimpin yang lainnya untuk menyerang gadis itu, serahkan saja binatang itu padaku…”


Setelah selesai berkata, Pelindung Utama langsung melayangkan tamparannya pada Serigala salju.


Pelindung Kedua mengangguk lalu menyerang Nuri bersama pelindung lainnya.

__ADS_1


Phoenix Api yang berada di udara mengibarkan sayapnya dan sebuah bola api menghadang tepat di depan keempat pelindung.


Empat pelindung yang melihat hal itu segera menepuk tangannya dan menyatukan telapak tangan mereka untuk membentuk sebuah dinding angin, mencegah kobaran api itu maju.


Segera setelah itu empat pelindung itu kembali melompat dan menyerang bersamaan lagi, angin yang menakutkan terus menghantam ke depan dan mulai membentuk tornado, dan tornado itu mengelilingi Phoenix Api.


Api di tubuh Phoenix Api mulai tertiup oleh tornado itu dan akhirnya Phoenix Api menghilang tanpa jejak.


Saat ini raut wajah Nuri menjadi sangat pucat, dia menggertakkan giginya dan sepasang matanya terbuka lebar, lalu api pada tubuhnya mulai muncul lagi.


Namun sebelum api di tubuh Nuri terbentuk, aura menakutkan dari empat pelindung itu menyelimuti Nuri dan aura yang menghantam tubuh Nuri membuat api di tubuh Nuri langsung padam dan seluruh tubuhnya terhempas ke tanah.


​Walau dengan Tubuh Roh Api, Nuri tidak akan bisa menghadapi dua serangan dari empat orang Great Grand Master sekaligus, perbedaan kekuatannya terlalu besar.


Di sisi lain, Serigala salju yang mengganas tidak berhenti menyerang Pelindung Utama, walau Pelindung Utama menghantamkan pukulan kepadanya, Serigala salju juga tidak menghindar lagi, dia langsung menghantamkan cakarnya ke dada Pelindung Utama.


Serigala salju berniat menggunakan nyawanya untuk diganti dengan nyawa, saat pukulan Pelindung Utama mengenai tubuh Serigala salju dan menerbangkannya, cakar dari Serigala salju juga menyayat dada Pelindung Utama.


Jika bukan karena Pelindung Utama memiliki tubuh fisik yang kuat, cakaran Serigala salju itu pasti sudah merobek dadanya.


Sekarang, hanya tersisa Danu dan Elen yang masih berdiri tegak, melihat beberapa orang yang tergeletak di lantai, tubuh Danu gemetar karena marah.

__ADS_1


Di sisi lain, Elen menghunuskan belati dan matanya berlinang air mata : “Paman Danu, kalau begitu saya akan mendahuluimu, jika ada kehidupan mendatang saya pasti akan membalas jasamu yang sudah merawatku…”



__ADS_2