
Saat melihat Amon, Gera menangkupkan tangannya dan berkata : “Gera dari Keluarga Galah di Kota Dawa memberi salam kepada Penguasa Lembah Iblis!”
Amon mengangguk kecil dan memberi isyarat kepada Gera untuk duduk, lalu bertanya : “Tuan kedua Keluarga Galah, entah urusan apa yang membawamu jauh-jauh ke Lembah Iblis?”
“Seingat saya, kedua keluarga kita tidak memiliki urusan apa pun, bukan?”
Setelah terdiam sejenak, Gera tiba-tiba bicara : “Penguasa Lembah, kedatanganku kali ini untuk meminta seseorang darimu.”
“Meminta seseorang?” Amon mengernyitkan keningnya : “Siapa?”
“Seseorang yang bernama Aron.” Tatapan mata Gera berkilat dengan kemarahan saat menyebut nama Aron : “Dia sudah membunuh keponakanku, melarikan diri ke Lembah Iblis, saya berharap Penguasa Lembah dapat menyerahkan Aron untuk saya urus.”
Amon yang mendengar itu mengernyitkan keningnya lebih erat lagi, dia tidak menyangka Aron benar-benar mempunyai urusan dengan Keluarga Galah di Kota Dawa, bahkan dendam atas pembunuhan.
“Saya tidak pernah mendengar orang yang kamu maksud, dan tidak ada orang seperti itu di Lembah Iblis!”
Amon berkata dengan ringan.
Gera yang mendengar itu menunjukkan ekspresi dingin : “Penguasa Lembah, sudah ada orang yang melihat Aron melarikan diri ke Lembah Iblis, bagaimana mungkin kamu tidak pernah melihatnya? Penguasa Lembah tidak akan menjadi musuh dari Keluarga Galah hanya karena seorang Aron, bukan?”
“Hari ini saya harus membawa pergi Aron, kalau Penguasa Lembah tidak mau menyerahkannya, maka tanggung sendiri akibatnya…”
Mendengar perkataan Gera, raut wajah Amon menjadi marah.
Salomo yang ada di samping sudah tidak bisa menahan diri dan langsung memakinya : “Kalian Keluarga Galah dari Kota Dawa kira siapa kalian? Berani mengancam Lembah Iblis?”
“Tuan Aron memang ada di Lembah Iblis, lalu apa yang bisa kamu lakukan, bajingan?”
__ADS_1
“Tanggung akibatnya, akibat apa yang akan ditanggung, coba beritahu padaku, saya rasa kamu sudah tidak ingin pergi dari sini…”
Gera yang dimaki oleh Salomo juga seketika menunjukkan ekspresi yang sangat jelek.
“Karena sudah mengaku, maka kalian tidak berniat menyerahkan orang itu kepadaku?”
Gera berkata dengan dingin.
“Sudah kukatakan, persetan denganmu, apa yang bisa kamu lakukan?”
Salomo berteriak marah.
“Salomo, kamu jangan menggertak orang…”
Gera juga mengamuk dan seketika membanting meja.
Meja yang terbuat dari kayu sonokeling yang kuat langsung hancur berkeping-keping.
Gera melihat orang-orang Lembah Iblis yang menyerbu masuk berkata dengan wajah muram : “Pikirkan dengan baik, jika kalian berani menyerangku, maka hanya kematian yang menunggumu, Keluarga Galah di Kota Dawa bahkan seluruh komunitas bela diri di Kota Dawa tidak akan membiarkan kalian.”
Amon mencibir : “Kamu tidak lebih dari seekor anjing di Keluarga Galah, kepala keluarga yang sebenarnya adalah kakak pertamamu, jangan kira saya tidak tahu.”
“Kamu juga tidak memiliki persyaratan untuk berbicara seperti itu!”
Perkataan Amon menampar Gera tepat di bagian paling menyakitkan, kepala keluarga yang sebenarnya di Keluarga Galah adalah kakak pertamanya, dia hanyalah seorang perwakilan.
Sepasang mata Gera menyipit, raut wajahnya menjadi sangat jelek dan menatap erat pada Amon.
__ADS_1
Dia tidak menyangka, Lembah Iblis akan bertindak sejauh ini untuk Aron, hingga menyinggung bahkan berniat untuk bertarung dengan Keluarga Galah!
“Jangan kira karena ini di Lembah Iblis saya akan takut pada kalian, hari ini kalian akan menyerahkan orangnya atau tidak?”
Gera meledakkan keinginan membunuh dari tubuhnya dan aura yang menakutkan seketika meneror tempat itu.
“Saya sudah bilang, persetan denganmu!”
Salomo melompat : “Memukulimu di lembahku, sama saja dengan menindasmu, kalau punya kemampuan ayo bertarung di luar!”
“Baik!” Gera berkata dan melompat ke arah luar.
Empat Tetua Iblis membawa anggota Lembah Iblis mengikuti keluar.
Setelah keluar dari Lembah Iblis dan tiba di sebuah tempat terbuka, semua orang akhirnya berhenti.
“Dasar idiot, ayo bertarung…”
Salomo seketika melambaikan tangannya kepada Gera setelah berhenti.
Amon mengulurkan tangannya dan menghentikan Salomo : “Adik ketiga, kamu mundur, saya saja yang bertarung dengannya, saat ini kita masih tidak tahu kekuatan orang ini!”
Di antara Empat Tetua Iblis, kekuatan Amon adalah yang paling kuat, jadi karena mereka tidak tahu kekuatan yang dimiliki oleh Gera, Amon berniat untuk turun tangan sendiri.
“Kakak pertama, saya tidak takut padanya…”
Salomo menunjukkan keinginan untuk mencoba.
__ADS_1
“Adik ketiga, kamu dengarkan saja perkataan kakak pertama.” Natan menarik Salomo!