
Tubuh Aron menghantam tanah dengan keras, dan langsung membuat sebuah lubang besar di tanah.
Manor yang awalnya sudah dibangun kembali saat ini kembali menjadi reruntuhan.
Darah segar mengucur dari mulut Aron, bekas luka juga terlihat dengan jelas di tubuhnya.
“Hahaha, hanya seperti ini?”
Tubuh Robi kembali terlihat dan menatap Aron sambil tertawa keras.
Aron perlahan-lahan bangkit, menyeka darah di sudut mulutnya dan tiba-tiba menyeringai.
Melihat Aron yang tiba-tiba menyeringai, Robi tercengang : “Kamu sudah berada di ambang kematian tapi masih bisa tersenyum?”
“Bagaimana kamu bisa tahu saya sudah di ambang kematian?”
Aron tersenyum dingin, lalu mengulurkan tangannya dan Pedang Naga muncul di tangannya.
Bilah Pedang Naga terbakar dengan kobaran api, dan kobaran api berwarna merah itu menyinari separuh langit!
“Hm, walau menggunakan pedang, kamu juga tidak akan bisa melukaiku…”
Robi mendengus dingin, lalu tubuhnya kembali berubah menjadi mantra-mantra yang melingkar.
“Teknik Pedang Sembilan Bayangan…”
Tubuh Aron berputar dengan cepat, lalu terbagi menjadi dua, dua menjadi tiga…
Pada akhirnya, enam sosok Aron yang sama persis muncul sambil memegang Pedang Naga dan berdiri di hadapan Robi.
Saat ini, mantra-mantra itu mulai berubah menjadi telapak tangan yang besar dan melayangkan tamparannya ke arah Aron.
Enam sosok Aron, dengan enam telapak tangan yang besar.
__ADS_1
Setiap telapak tangan mengandung gelombang energi yang kuat.
Bruak bruak bruak…
Seperti tekanan dari telapak Buddha, telapak tangan yang besar itu menekan ke bawah.
Aron yang memegang Pedang Naga tiba-tiba berteriak : “Api spiritual, bangkit…”
Enam Pedang Naga seketika terbakar dengan kobaran api yang sangat besar, kobaran api itu melesat ke langit hingga lebih dari sepuluh meter.
Api yang membara seketika menembus telapak tangan yang besar itu.
“Ah…”
Terdengar teriakan yang memilukan, dan terlihat beberapa telapak tangan yang terbentuk dari mantra itu mulai menghilang dengan cepat.
Sesaat kemudian, sebuah sosok manusia muncul, dan sosok itu dikelilingi oleh kobaran api.
Tubuh Robi kembali terlihat dan pakaiannya terbakar api.
Robi berusaha keras mengepak pakaiannya, dan bahkan berguling-guling di tanah sampai api itu dipadamkan.
Di saat Robi baru merasa lega, terlihat sebuah telapak tangan berwarna emas yang mengarah ke arahnya.
Raut wajah Robi seketika berubah, dia hendak menghindar tapi dalam sekejap tubuhnya seperti terpaku dan dia sama sekali tidak bisa menghindar!
Adon mencengkeram kerah baju Robi dan menariknya ke hadapannya.
Wajah Robi sudah menjadi hitam karena kobaran api, saat ini dia terlihat sangat menyedihkan dan tatapannya terlihat penuh dengan rasa tidak percaya.
“Hanya seperti itu?”
Aron menyeringai lalu melayangkan tamparannya dengan ganas.
__ADS_1
Piak!
Terdengar suara yang nyaring, sebuah jejak telapak tangan langsung terlihat membekas di wajah Robi.
Semua gigi Robi rontok dan darah mengucur deras.
“Hanya seperti itu?”
Aron berkata dengan nada mengejek lalu melayangkan tamparannya lagi.
Piak piak piak…
Aron mengangkat Robi dan mulai menamparnya dari kiri dan kanan dengan keras, membuat wajah Robi yang ditampar seketika membengkak seperti kepala babi.
Aron akan mempermalukan Robi dengan ganas, agar pertahanan di dalam hatinya runtuh.
Agar ke depannya, saat dia bertemu dengan Aron lagi, dia akan menjadi seperti tikus yang bertemu dengan kucing.
Robi merupakan Tuan Muda Keluarga Himawan di Kota Dama, Aron tidak berniat membunuhnya.
Jika Aron ingin menyelamatkan ibunya dan Nuri sebelum tahun baru, maka Aron tidak boleh menambah musuh lagi.
Keluarga King dan Aliansi Seni Bela Diri saja sudah cukup untuk Aron tangani.
Mengenai para pendekar Negara Partan yang sudah dijadikan manusia tongkat oleh Aron, serta memenggal kepala Wiwanto, dilakukan agar mencegah keluarga dan klan bela diri Kota Dama mencari masalah dengan dirinya.
Entah berapa kali wajah Robi ditampar, hingga akhirnya, wajah Robi sudah bengkak dan tidak berbentuk lagi.
Matanya sudah menjadi satu garis, seperti anjing Pekingese yang disengat lebah.
Aron melepaskannya, dan Robi tergeletak di tanah seperti seekor anjing mati.
“Kamu bukan lawanku, pergilah, kalau kamu berani memprovokasiku lagi, saya pasti akan membunuhmu…”
__ADS_1
Aron menatap Robi dengan dingin, lalu berjalan masuk ke dalam Menara Setan.