
Satu kalimat itu bisa dibilang menusuk hati Rudi, dia sebagai Ketua Detasemen Perlindungan Hukum, bahkan tidak bisa mengurus keluarga konglomerat di Kota taka, apalagi anak-anak
“Tuan Eddyt, maafkan saya, ini memang kelalaian orang kecil seperti saya….”
Rudi bergegas mengakui kesalahannya!
“Sudahlah, apa gunanya kalau kamu mengetahuinya? Apa kamu bisa mengatur Aron, atau mengatur Roy?”
Pria paruh baya itu mengibaskan tangannya.
Satu kalimat itu bisa dibilang menusuk hati Rudi, dia sebagai Ketua Detasemen Perlindungan Hukum, bahkan tidak bisa mengurus keluarga konglomerat di Kota Taka, apalagi anak-anak konglomerat dari Kota Dama!
Ada pepatah yang mengatakan orang yang saling membandingkan akan berakhir mati, barang yang dibandingkan dengan barang akan dibuang, sama-sama merupakan Ketua Detasemen, tapi Ketua Detasemen Perlindungan Hukum di Kota Dama yang ada di hadapannya saat ini memiliki kekuatan dan status, bahkan sepuluh orang Rudi pun tidak akan bisa menandinginya, bahkan pembantu yang mengikutinya seperti Justin juga harus dihormati oleh Rudi.
Segera, Julo sudah kembali dengan hadiah, Rudi mengemudi dan mengantarkan dua orang itu ke villa yang ditempati oleh Aron!
“Tuan Aron, Ketua Detasemen Rudi itu datang lagi!”
Seorang penjaga melapor kepada Aron!
“Rudi ini, benar-benar pantang menyerah……” Aron merasa tidak berdaya : “Minta dia untuk menunggu di ruang tamu!”
Kali ini Aron tidak langsung pergi untuk menemui Rudi, dan membiarkan dia menunggu sebentar.
Rudi, serta pria paruh baya itu dan Julo diantar ke ruang tamu, dan setelah menuangkan beberapa cangkir teh, bawahan itu pun pergi.
Tiga orang itu duduk di ruang tamu, satu menit demi satu menit berlalu, dan Aron masih belum terlihat!
__ADS_1
“Apa yang dilakukan oleh anak ini? Sudah sepuluh menit dia masih belum muncul?”
Julo melihat jam tangannya dan berkata dengan tidak sabar.
“Tidak tergesa-gesa, dia akan datang dengan sendirinya!”
Pria paruh baya itu tidak tergesa-gesa, dia memejamkan matanya dan menunggu dengan tenang, seolah dia tahu kalau Aron sengaja membuat mereka menunggunya!
“Lina, hari ini sepatunya sangat cantik, dan itu edisi terbatas!”
“Tentu saja, pakaian yang saya beli baru saja tiba, yang ini!”
Nuri dan Lina baru saja pulang dari berbelanja, dan dua orang itu sangat senang karena sudah membeli apa yang mereka inginkan!
Tapi saat dua orang itu baru saja masuk, mereka kaget melihat Rudi serta dua orang pria asing sedang duduk disana!
“Ketua Detasemen Rudi, kapan….kapan kamu kemari?”
Bagaimana pun Hans adalah pemimpin Lina sebelumnya, dan walau sekarang Lina sudah mengundurkan diri namun saat melihat Rudi, dia masih sedikit berhat-hati!
“Lina, kami datang untuk menemui Tuan Aron!”
Rudi berkata lalu menunjuk pada pria paruh baya itu : “Ini adalah Tuan Eddyt yang datang dari Kota Dama!”
“Tuan Eddyt, ini adalah cucu perempuan dari Tuan Kurnoawan Tatomo, dulu dia merupakan bawahanku, tapi sekarang dia sudah mengundurkan diri!”
Rudi tersenyum canggung dan saling memperkenalkan keduanya!
__ADS_1
Lina yang mendengar kalau dia merupakan orang penting dari Kota Dama bergegas meletakkan barang-barang yang ada di tangannya dan segera melangkah maju untuk menyapa : “Tuan Eddyt, apa kabar!”
“Hahaha, ternyata cucu perempuannya Tuan Kurniawan ya, senang bisa bertemu, senang bisa bertemu……”
Pria paruh baya itu tertawa!
“Aron tidak dirumah?”
Nuri sedikit bingung, kenapa Aron tidak keluar saat ada orang yang datang ke rumah.
“Oh, Nona Nuri, Tuan Aron mengutus seseorang untuk meminta kami menunggu, hanya saja sudah menunggu selama sepuluh menit, Tuan Aron masih belum terlihat…….”
Rudi berkata dengan sedikit tidak puas!
Nuri juga tidak bodoh, dia sangat mengerti Aron, karena Aron meminta mereka menunggu maka dia pasti punya pemikirannya sendiri.
“Karena dia meminta kalian menunggu, maka dia pasti sedang mengurus sesuatu yang penting, Ketua Detasemen Rudi, kalian duduk saja dulu, kami akan pergi mengganti pakaian dulu……”
Nuri tidak mau ikut campur dengan hal-hal disini, apa yang dilakukan Aron, bagaimana cara dia melakukannya, yang perlu Nuri lakukan hanyalah mendukungnya, mengenai benar atau salah, Nuri tidak akan membantah, dia tahu apa yang harus dilakukan oleh seorang wanita!
“Rudi, ini adalah……….”
Pria paruh baya itu menatap Nuri dan bertanya pada Rudi.
“Tuan Eddyt, dia adalah pacar dari Tuan Aron, Nona Nuri Taka!”
Rudi bergegas memperkenalkan!
__ADS_1
“Ternyata pacar dari Tuan Aron ya, maaf mengganggu ya…..”
Pria paruh baya yang mendengarnya bergegas mengangguk dengan wajah tersenyum pada Nuri.