
“Tuan Muda Robi…”
Rael berjalan ke hadapan Robi dan berteriak dengan penuh hormat.
Adegan ini membuat Aron yang melihatnya dipenuhi dengan rasa tidak percaya.
Bagaimanapun, Keluarga Dayo dan Keluarga Himawan adalah keluarga besar di Kota Dama dan memiliki kedudukan yang setara.
Selain itu, senioritas Rael juga jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Robi, tidak seharusnya dia memperlakukan Robi dengan begitu hormat.
“Cepat kamu bunuh Aron, ingat kamu harus membiarkan mayatnya tetap utuh, saya menginginkan harta karun yang ada di dalam tubuhnya!”
Robi memerintah Rael.
Rael tercengang lalu perlahan-lahan menatap Aron, raut wajahnya sedikit rumit.
“Kenapa? Kamu tidak ingin mematuhi perintahku?”
Robi melihat Rael yang ragu-ragu menunjukkan ekspresi dingin : “Jangan lupa statusmu sekarang.”
Perkataan Robi dipenuhi dengan kebanggaan, yang perlu dia lakukan saat ini adalah menunjukkan kewenangannya di depan banyak klan dan keluarga bela diri ini.
Keluarga Dayo yang merupakan keluarga konglomerat di Kota Dama saja sudah begitu patuh, keluarga lainnya mana berani membangkang.
Kemarahan membuncah di hati Rael, namun karena Lion masih berada di tangan Robi, Rael tidak berani mengatakan apa pun, dia hanya bisa menahan kemarahannya itu.
“Tidak berani!”
Rael bersikap sangat patuh, dan setelah selesai bicara, dia berjalan perlahan ke arah Aron.
Tatapan mata Aron menatap Rael dengan penuh keterkejutan.
Dia tidak berani mempercayai, kepala keluarga Keluarga Dayo akan tunduk pada seorang junior seperti Robi.
“Aron, jangan salahkan saya, saya juga tidak punya pilihan!"
__ADS_1
“Saat kamu tiba di neraka, saya akan membakar uang kertas untukmu.”
Rael berkata lalu meledakkan aura di tubuhnya!
Aura Master Guru yang meledak bukan sesuatu yang dapat dibandingkan dengan Great Grand Master.
Merasakan aura di tubuh Rael, Aron merasa hatinya tenggelam.
Dia tahu dia sudah tidak bisa melarikan diri.
Kalau dirinya tidak terluka parah saat ini, mungkin dia bisa bertarung melawan Rael.
Dia bahkan mungkin bisa mengalahkan Rael karena kekuatan Aron sudah meningkat sepuluh kali lipat.
Tapi sekarang, jangankan Master Guru, walau hanya seorang Master biasa juga dapat membunuh Aron dengan mudah.
Melihat Rael sudah berada di hadapannya, Aron memejamkan matanya perlahan dan menunggu kematian datang menjemputnya!
Namun jika dia tidak melakukannya, maka Robi tidak akan melepaskan putranya, Rael tidak punya pilihan lain.
Dia sama sekali tidak pernah menyangka, dirinya akan berada dalam situasi seperti ini.
Mungkin ini adalah karma yang disiapkan Tuhan untuknya!
“Aron, apakah kamu punya kata-kata terakhir?”
Rael mengangkat telapak tangannya, tidak menurunkannya untuk waktu yang lama dan berkata pada Aron.
“Lakukanlah…”
Aron tidak membuka matanya, kata-kata terakhir atau apa pun itu sudah tidak ada gunanya.
“Cepat lakukan…”
Robi mengernyitkan keningnya dan berteriak.
__ADS_1
Rael tidak punya pilihan, telapak tangannya berkilau dengan kabut putih yang samar, lalu sebuah tamparan mengarah ke kepala Aron.
Suara deru angin terdengar di telinga Aron.
Aron tahu dia akan segera mati.
Namun tepat saat tamparan Rael akan mengenai kepala Aron, sebuah gelombang energi yang sangat kuat menghantamnya.
Aron membuka matanya dan mendapati Rael yang berada di depannya terhempas mundur, seperti layang-layang yang talinya putus.
Hal ini membuat semua orang membelalak kaget.
Perlu diketahui Rael adalah seorang Master Guru.
Seorang Master Guru bisa dihantam mundur dengan mudah.
“Siapa? Tunjukkan dirimu?”
Robi berteriak dengan ekspresi muram.
“Apakah komunitas bela diri saat ini begitu merajalela? Sama sekali tidak menganggap keberadaan kami para pejabat!”
Perlahan-lahan, Tuan Gino berjalan masuk diikuti oleh Eddyt di belakangnya.
Melihat kedatangan Tuan Gino, semua orang terkejut.
“Saya tidak tahu Tuan Gino datang kemari, maaf saya tidak menyambut…”
Seliar apa pun Robi, di hadapan Tuan Gino dia juga tidak berani menunjukkan temperamennya sama sekali.
Dan berkata sambil bergegas menurunkan sikapnya.
“Tuan Gino…”
Para ketua klan dan kepala keluarga juga berteriak menyapa dengan penuh hormat.
Keluarga atau klan apa pun, tidak ada apa-apanya di hadapan para pejabat.
__ADS_1