
Di antara tulang-tulang ini ginseng liar berayun-ayun karena tertiup angin dengan tali merah yang diikatkan padanya, melihat sekilas Aron bisa memastikan itu memang ginseng puluhan ribu tahun.
“Ini…kenapa ada begitu banyak tulang manusia di sini?”
Imam bertanya dengan kaget.
Sekarang perhatian mereka semua tertuju pada tulang-tulang ini, dan tidak ada orang yang memperhatikan ginseng puluhan ribu tahun itu.
“Kalau tebakanku tidak salah, maka tempat ini dulunya adalah medan perang atau mungkin tempat eksekusi….”
Aron berkata dengan ringan.
“Benar, seingatku dulu pernah terjadi perang di sini, dan pada saat itu mereka melawan penjajah, sering terdengar ada suara tembakan di hutan ini….”
Imam yang mendengar perkataan Aron seketika menganggukkan kepalanya.
“Kalau….kalau begitu tulang-tulang manusia ini, adalah korban perang?”
Jeremy bertanya dengan suara pelan pada Aron.
“Belum tentu….” Aron menggelengkan kepalanya : “Kalau ingin tahu bagaimana orang-orang ini bisa mati maka harus bertanya pada mereka…”
Setelah selesai bicara, Aron menjentikkan tangannya dan tiba-tiba sebuah nyala api muncul di tangannya.
__ADS_1
Api itu meledak di udara seperti kembang api yang bermekaran.
Namun seiring dengan ledakan api itu, tiba-tiba ada banyak partisipasi dan seketika langit menjadi gelap dan kabut hitam yang tidak terhitung jumlahnya menghalangi sinar matahari.
Kabut hitam itu seperti hantu dengan gigi taring dan cakar yang tidak berhenti berteriak, dan gumpalan kabut hitam itu jatuh ke tanah, dan seketika membentuk sosok manusia, itu adalah hantu yang tadi kabur dari kediaman Keluarga Teguh.
“Ini…..apa ini…”
Jordi terkejut dan berteriak.
Hanya saja orang-orang yang tadi sudah melihatnya tidak terlalu heboh, hanya saja saat melihat ada begitu banyak hantu yang muncul di langit mereka semua sangat ketakutan.
“Saya tidak menyangka kamu akan mengejar sampai kesini, apa kamu bergegas membunuh?”
“Sebenarnya siapa kalian? Kenapa masih mencelakai manusia setelah mati?”
Aron bertanya dengan dingin.
Mata hantu itu berwarna merah dan dia membuka mulutnya untuk memperlihatkan taringnya.
Melihat hantu itu tidak mengatakan apa-apa, Aron membuka telapak tangannya dan nyala api muncul di telapak tangan Aron.
Saat melihat nyala api itu, mata hantu itu dipenuhi kengerian dan dia seketika ketakutan.
__ADS_1
“Kami tidak mencelakai siapapun, orang-orang ini menggali tulang kami demi uang dan mengganggu meditasi kami…”
Hantu itu berkata sambil menunjuk Jordi.
“Lalu kenapa kalian tidak bereinkarnasi dan berkeliaran di hutan ini?”
Tanya Aron.
Hantu itu terdiam, dan setelah beberapa saat dia menyimpan kembali taringnya dan berkata dengan pelan : “Kami tidak memiliki tempat untuk pulang, tidak memiliki kuburan dan tidak ada cara untuk bereinkarnasi….”
“Lalu siapa sebenarnya kalian ini? Bagaimana kalian mati?” Aron terus bertanya.
Hantu itu mengangkat kepalanya dengan perlahan dan menatap ke langit : “Kami semua adalah tentara dan mereka yang dimakamkan disini adalah rekan seperjuanganku, kami semua dibunuh oleh penjajah….”
Aron yang mendengar ini langsung mematikan nyala api di tangannya, sepertinya tebakannya tidak salah, orang-orang ini tidak mati secara alami, kalau tidak, tidak mungkin hawa Yin disini begitu berat.
“Kami terjebak di hutan ini, dan karena tidak ada orang yang menguburkan kami, kami tidak bisa keluar dari sini, tapi untunglah ada ginseng liar ini, kami menggunakan darah dan daging untuk mengembangkan ginseng liar ini dan berharap dengan menyerap esensi ginseng ini setidaknya bisa berubah menjadi sosok manusia, dan mengeluarkan saudara-saudaraku dari hutan ini, tapi….tapi orang-orang ini malah menggali tulang kami demi ginseng liar ini….”
Hantu itu menatap Jordi dengan kesal.
Perkataan hantu itu bisa didengar oleh semua orang, saat mengetahui kalau mereka ternyata adalah tentara, hati mereka dipenuhi dengan rasa hormat dan kagum, saat memikirkan jasad para tentara yang dilemparkan kemana-mana ini, bahkan anggota Keluarga Teguh sendiri juga menatap Jordi dengan tatapan aneh.
Bahkan Jeffry juga tidak terkecuali, dia menatap ayahnya sendiri dengan tatapan penuh amarah.
__ADS_1