
Melihat Baswan yang ada di depannya, raut wajah Bella berubah menjadi seputih kertas!
Orang-orang di Istana Lotus juga menunjukkan perubahan ekspresi yang drastis.
Sementara Aila bersembunyi di belakang Bella.
“Di mana Aron? Suruh dia keluar, termasuk orang yang menyerangku secara diam-diam itu, suruh mereka keluar bersama…”
Baswan melihat Bella dan berteriak dengan suara yang bagaikan guntur.
“Aron dia…dia tidak ada di sini!”
Bella berkata dengan gemetar.
“Omong kosong, saya sudah mengutus orang untuk mengawasi Istana Lotus sejak awal, Aron sama sekali belum meninggalkan tempat ini…”
Baswan melotot : “Sebaiknya kamu segera menyuruh Aron keluar, kalau tidak saya akan menghancurkan Istana Lotus kalian!”
Baswan berkata dan meledakkan aura yang menakutkan dari tubuhnya, sebuah tekanan yang tidak terlihat menyebar ke arah semua orang yang ada di Istana Lotus.
Kekuatan tekanan dari seorang Master Guru, sangat menakutkan!
Dalam sekejap, banyak murid Istana Lotus yang kekuatannya tidak terlalu kuat terjatuh ke tanah dan memuntahkan darah.
Bella memancarkan auranya dan berusaha untuk melawan tekanan itu, tapi kekuatannya sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk melawan di hadapan Baswan.
Hanya tinggal menunggu waktu saja sebelum perlawanan Bella runtuh.
“Saya tanya sekali lagi padamu, suruh Aron keluar…”
Baswan berkata dengan dingin pada Bella.
“Aron, benar-benar…benar-benar tidak ada di Istana Lotus, kalau tidak percaya kamu bisa mencari…”
__ADS_1
Bagaimana Bella bisa menyuruh Aron keluar sekarang, dia saja tidak tahu bagaimana keadaan Aron saat ini.
“Hm, masih mau mempermainkanku…”
Baswan mendengus dingin dan sosoknya melintas ke hadapan Bella dalam sekejap.
Dia mengulurkan tangannya dan langsung mencekik Bella, membuat Bella langsung merasa sesak dan wajahnya memerah.
“Lepaskan kakakku…”
Aila yang melihat itu juga tidak tahu mendapatkan keberanian dari mana dan langsung melayangkan tamparannya pada Baswan.
Tatapan Baswan dilintasi kilatan dingin, dia mengulurkan tangannya dan langsung membuat Aila terhempas oleh pukulannya.
Aila memuntahkan seteguk darah dan jatuh ke lantai!
“Aila…”
Baswan melihat Bella begitu menyayangi adiknya, melepaskan dia dan melambaikan tangannya, sebuah kekuatan hisap yang besar langsung membuat Aila berada di dalam cengkeramannya.
“Bella, sebaiknya kamu menyuruh Aron keluar dengan patuh, kalau tidak saya tidak akan menjamin apa yang akan terjadi pada adikmu…”
Baswan berkata lalu mendekatkan tubuhnya dengan keras dan mengendus-endus leher Aila.
Hal ini membuat Aila sangat ketakutan!
Dia hanya bisa meronta-ronta dengan putus asa dan menangis tidak berdaya…
“Jangan, jangan…”
Bella berteriak keras dan tatapan matanya dipenuhi dengan ketidakberdayaan dan ketakutan!
Dia tidak takut mati, tapi dia tidak bisa duduk diam melihat adiknya dilukai oleh orang lain!
__ADS_1
“Kalau tidak ingin adikmu terluka, maka segera suruh Aron keluar…”
Baswan memberikan perintah terakhir pada Bella.
Bella menangis dengan tidak berdaya, menutupi wajahnya dengan kedua tangannya saat ini dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
Dia juga tidak tahu harus mencari Aron ke mana.
Di saat Bella sedang tidak berdaya, tiba-tiba sebuah tangan besar memegang pundaknya dengan lembut!
Bella terkejut dan diikuti dengan sebuah perasaan yang tidak asing lagi.
Bella mengangkat kepalanya dan menemukan Aron sedang menatapnya dengan ekspresi yang menenangkan.
“Aron…”
Bella langsung merasa mendapatkan kembali dukungannya dan menjatuhkan diri pada pelukan Aron.
Aron membelai rambut Bella dengan lembut dan menghiburnya!
“Aron, akhirnya kamu sudah berani keluar…”
Melihat Aron, sepasang mata Baswan dipenuhi dengan niat membunuh.
“Lepaskan Aila, kalau tidak saya akan membuat hidupmu lebih buruk daripada kematian…”
Aron menatap Baswan dan berkata dengan dingin.
“Hahaha, anak muda kamu terlalu gila, kalau bukan karena bantuanmu menyerangku secara diam-diam, kamu pasti sudah mati di tanganku, sekarang kamu malah membual…”
Baswan tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1