Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Lepaskan Mereka


__ADS_3

Dan benar saja, orang-orang itu terlalu takut untuk bersuara lagi.


Baga melirik sekilas lalu tatapannya jatuh pada Aron.


Saat ini Aron sudah menyembunyikan auranya, dengan kekuatan Baga yang kecil, dia tidak akan bisa melihat menembus Aron.


“Bos, semua orangnya ada di sini…”


Baga mengangguk lalu perlahan-lahan berjalan ke arah Aron.


Sedangkan Aron melihat Baga dan sama sekali tidak panik, hanya saja saat Baga semakin dekat, bau busuk dan bau darah di tubuhnya membuat Aron mengernyitkan keningnya.


Baga mencoba mendekat ke arah Aron, namun Aron mengulurkan tangannya dan menghentikannya : “Berhenti, kamu jangan maju lagi, walau tidak membuat orang mati ketakutan juga bisa membuat orang mati sesak nafas.”


“Ada begitu banyak air di tempat ini, mandilah kalau tidak ada yang bisa kamu lakukan, bau sekali…”


Perkataan Aron membuat Baga seketika tercengang.


Karena selama bertahun-tahun ini belum pernah ada orang yang berbicara seperti itu kepadanya, juga tidak ada yang mengatakan bahwa dia bau.


“Dasar bajingan, bagaimana caramu berbicara? Kamu mau mati ya?”


Bloody melotot lalu melangkah maju dan berada di hadapan Aron dengan cepat, bersiap memberi pelajaran kepadanya.


​Tapi siapa sangka, saat tubuh Bloody baru mendekat pada Aron.


Dia merasakan kekuatan mengerikan yang terpancar dari tubuh Aron, Aron bahkan tidak bergerak dan tubuh Bloody seketika terhempas terbang.


Dia menghantam dinding batu dengan keras dan memuntahkan darah.


Kejadian yang mendadak ini membuat Baga tercengang.


Bagaimanapun Bloody memiliki kekuatan Master puncak, dan sudah hampir masuk ke ranah Grand Master.

__ADS_1


Sekarang dia bahkan belum menyentuh lawannya dan sudah langsung terpental.


Ini terlalu tidak masuk akal.


Bahkan walau dirinya yang sudah berada di tingkat puncak ranah Grand Master juga tidak akan bisa melakukan hal ini, kecuali sudah berada di ranah Great Grand Master.


Lantas orang di hadapannya adalah seorang Great Grand Master?


Memikirkan hal ini membuat kening Baga penuh dengan keringat dingin!


Sedangkan tubuh Aron perlahan-lahan memancarkan cahaya keemasan yang samar-samar dan auranya seketika meningkat!


Baga yang berdiri di hadapan Aron, merasa seperti ada sebuah gunung besar yang menekannya, lututnya seketika tertekuk dan jatuh ke tanah.


Di saat itulah Baga mengetahui bahwa orang di hadapannya adalah seorang Great Grand Master, dan pasti sudah melebihi tingkat lima dari Great Grand Master.


Dia tidak memahami bagaimana seorang Great Grand Master bisa ditangkap kemari?


“Kamu adalah bos dari pulau ini?”


“Benar benar benar, saya adalah bosnya, namaku Baga, kalau boleh tahu siapa nama Tuan?”


Baga menganggukkan kepalanya.


Di hadapan Aron, Baga tidak berani macam-macam.


Perbedaan kekuatan yang begitu besar membuat dia tahu apa pun yang akan sia-sia.


Satu-satunya yang bisa dia lakukan sekarang adalah patuh!


“Nama saya Aron Collin…”


​Aron berkata dengan ringan.

__ADS_1


Saat mendengar nama Aron, Baga seketika terduduk di lantai.


Lalu menatap Aron dengan tatapan penuh kengerian.


“Kamu…kamu adalah Aron?”


Baga berkata sambil gemetar.


“Kamu mengenalku?” Aron sedikit bingung.


Bagaimana mungkin Baga yang berada di pulau terpencil yang bahkan tidak memiliki jaringan internet ini bisa mengenal dirinya.


Baga mengangguk : “Saya pernah mendengar reputasi Tuan Aron, orang yang memenggal Ketua Dewan Aliansi Seni Bela Diri, Wiwanto…”


Aron yang mendengarnya sedikit terkejut, dia tidak menyangka dampak dari masalah itu ternyata begitu besar.


Bahkan di pulau terpencil seperti ini juga dapat mengetahui perbuatannya.


“Sekarang lepaskan mereka semua…”


Aron melihat ke arah para awak kapal yang berkerumun di pojokkan lalu berkata pada Baga.


“Baik baik baik, akan segera dilepaskan…”


Baga berkata lalu berbalik ke arah Bloody : “Cepat lakukan perkataan Tuan Aron, lepaskan mereka…”


Bloody bangkit dengan susah payah lalu memanggil orang untuk melepaskan para awak kapal itu.


Mereka hanyalah orang biasa, mana pernah melihat adegan seperti ini!


Jadi setelah diizinkan untuk kembali ke kapal pesiar, mereka langsung berlayar dan melarikan diri, tanpa memedulikan Aron.


“Tuan Aron, kami juga terpaksa menjadi bajak laut, saya berharap kamu bisa berbelas kasihan dan mengampuni kami…”

__ADS_1


Bagas memohon kepada Aron.



__ADS_2