Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Terbungkam dengan 1 pukulan


__ADS_3

Aron melihat empat orang yang mengenakan pakaian yang sama persis, penampilannya juga sangat mirip, tanpa berpikir panjang juga dapat diketahui bahwa empat orang ini adalah kembar empat!


Namun, empat orang ini semuanya merupakan Master Guru, dan ini membuat raut wajah Aron menjadi muram.


“Siapa kalian?” Di mana Arthur?”


Aron bertanya dan menatap empat orang itu.


“Kamu tidak perlu tahu siapa kami, kamu hanya perlu mengingat kami empat saudara inilah yang mengantarmu ke kematian!”


Salah satu di antara mereka berkata ringan.


Aron yang mendengarnya menjadi sangat marah : “Arthur, bajingan kamu tua bangka penipu, kalau punya nyali, keluar…”


“Kamu tidak perlu berteriak lagi, kalau kamu mempunyai kemampuan untuk membunuh kami berempat, Ketua Arthur akan keluar dengan sendirinya…”


Setelah selesai berkata, empat orang itu meledakkan aura mereka, cahaya mulai berkedip di tubuh mereka masing-masing.


Namun empat orang ini memancarkan cahaya berkedip yang berbeda, jelas empat orang ini tidak berlatih teknik yang sama.


“Apakah kamu akan bunuh diri? Atau perlu kami berempat turun tangan? Kalau kamu bunuh diri, kamu bisa mati sedikit lebih nyaman, jika jatuh ke tangan kami berempat, maka…”


Kakak pertama dari empat orang itu terkekeh.


“Kakak pertama, untuk apa kamu basa basi dengannya, daging imut seperti dia, jika ingin membunuhnya juga harus membiarkan kita bersenang-senang dulu dengannya…”


Kakak ketiga dari empat orang itu menunjukkan ekspresi cabul!

__ADS_1


Aron yang mendengarnya tidak bisa menahan diri untuk bergidik, lalu menatap empat orang itu : “Dasar menjijikkan, kalian berempat baru menerobos ranah Master Guru, juga berani membual seperti itu.”


Setelah selesai berkata, Aron melangkah maju dan cahaya keemasan di tubuhnya langsung meledak.


Saat ini Aron seperti seorang dewa perang yang menatap empat orang di depannya dengan jijik.


“Hm, benar-benar tidak tahu diri, kalau begitu saya akan mengantarmu ke kematian…”


Adik keempat mendengus dingin, sosoknya menerjang ke arah Aron, dan energi yang menakutkan langsung menerjang ke arah Aron.


“Adik keempat, anak ini memiliki harta karun di tubuhnya, kamu harus berhati-hati…”


Kakak ketiga berteriak.


“Kakak ketiga, jangan khawatir…”


Sambil berkata, adik keempat sudah tiba di hadapan Aron dan melayangkan tinjunya ke tulang belikat Aron.


“Berisik…”


Kemarahan Aron memuncak saat melihat orang-orang ini meremehkannya.


“Tinju Cahaya Suci…”


Aron berteriak marah, cahaya keemasan yang terang menyinari tinju Aron, kekuatan Naga Ilahi menyatu dan Aron mengayunkan tinjunya.


Bam!

__ADS_1


Cahaya keemasan menyebar dan niat membunuh yang menakutkan memenuhi tempat itu.


Segera setelah itu terdengar suara retakan tulang dan teriakan kesakitan yang nyaring!


​“Adik keempat ini menyerang begitu ganas, bagaimana bisa memainkannya lagi nanti…”


Kakak ketiga sedang mengeluh namun terlihat sebuah sosok yang terbang lurus ke arah mereka.


Sosok itu terjatuh dengan keras di hadapan mereka.


Pada saat itu, lengan adik keempat sudah terpelintir, tulang-tulang putihnya terlihat dan tubuhnya berlumuran darah, penampilannya sangat tragis!


Hal ini membuat raut wajah beberapa orang itu berubah drastis dan tampak tidak percaya!


Sedangkan Aron yang sudah menghantam adik keempat hingga terlempar, aura di tubuhnya masih sangat kuat, dan dipenuhi dengan keinginan membunuh!


​Tiga orang yang tersisa saling menatap dan bergegas memapah adik keempat untuk berdiri.


Kakak pertama kemudian mengeluarkan sebuah pil berwarna hitam, baunya sangat busuk dan memasukkan pil itu ke dalam mulut adik keempat.


Setelah menelan pil itu, kakak pertama melafalkan mantra dan sebuah kambut hitam mulai menyelimuti luka adik keempat, dan adegan yang tidak masuk akal terjadi.


Lengan adik keempat yang terpelintir perlahan-lahan pulih, dan tulang-tulangnya yang terlihat juga mulai sembuh!


Aron mengernyitkan keningnya : “Ternyata kalian adalah Kultivator Iblis, sepertinya Aliansi Seni Bela Diri ini juga tidak bersih…”


​Aron menatap empat orang di depannya dengan marah, aura di tubuhnya terus meledak.

__ADS_1


Melihat Aron di hadapan mereka, raut wajah empat orang itu berubah menjadi muram dan tidak lagi terlihat penuh penghinaan seperti di awal.



__ADS_2