Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Nyawa Bawahan Sebagai Kompensasi


__ADS_3

“Ayo pergi….”


Setelah berkata Dika menoleh ke arah dua bawahannya.


Dua bawahan Keluarga Bara itu saling memapah dan berdiri lalu mengikuti di belakang Dika dan hendak berjalan keluar.


Melihat Dika membawa bawahannya pergi, orang-orang yang berdiri di depan pintu tidak berani menghalangi.


“Tidak ada orang yang berani berhutang padaku….”


Tepat saat Dika berpapasan dengan Aron bersama dua orang bawahannya, Aron tiba-tiba menyerang.


Hanya saja Aron tidak menyerang ke arah Dika, melainkan dua bawahan yang ada di belakang Dika.


Bam bam…..


Setelah dua suara keras terdengar, kepala dua orang bawahan yang dibawa oleh Dika sudah meledak, dan mereka bahkan tidak punya waktu untuk bereaksi.


“Karena kamu tidak ingin mengganti rugi, maka gunakan nyawa bawahanmu untuk membayarnya….”


Aron merenggangkan tangannya, dan dua bawahan Dika seketika jatuh ke lantai, mata mereka terbuka lebar dan sudah mati…..


“Kamu……”

__ADS_1


Dika yang melihatnya seketika menjadi geram.


Aron menoleh ke arah Jekson : “Bawa pergi semua orang, tidak perlu menunggu sampai besok, kita selesaikan semuanya hari ini….”


Aron tahu setelah dia bertarung dengan Dika, dia tidak akan bisa memperdulikan orang lain lagi, dan pertarungan dua orang ini sepertinya akan melukai banyak orang.


Jekson juga tahu kalau mereka tetap disitu juga tidak akan bisa membantu Aron, pertarungan tingkat tinggi seperti ini, walau mereka sudah menjadi master juga sepertinya tidak bisa ikut campur.


Dika menatap Aron yang hendak bertarung hingga mati, dan tiba-tiba menarik amarahnya dan menatap Aron dengan dingin : “Besok saya akan merusak reputasimu, dan menginjakmu sampai mati di hadapan seluruh dunia bela diri……”


Setelah berkata, Dika berbalik dan pergi, dia melompat dan menghilang dalam seketika.


Dika tidak bertarung dengan Aron, dia berencana membiarkan semua orang melihat Aron mati dengan tragis sebagai balasan karena sudah membunuh putranya.


Sedangkan Nuri yang melihat dua mayat di tanah dengan organ yang berjatuhan berusaha keras untuk tidak muntah.


Dia hanyalah orang biasa dan jarang melihat adegan berdarah seperti ini.


Melihat sikap Nuro, Aron bergegas berdiri di depan Nuri dan memeluknya : “Jangan dilihat, cepat pulang ke rumah….”


Aron memberi isyarat pada Jekson, dan Jekson segera menyuruh orang untuk membawa pergi mayat itu, dan membereskan lokasi kejadian.


Nuri yang berada di dalam pelukan Aron menggelengkan kepalanya : “Tidak, saya tidak takut, kedepannya saya akan menjadi ahli bela diri, saya juga akan membunuh orang, jadi kalau sekarang saya takut, bagaimana saya bisa membantumu….”

__ADS_1


Mendengar perkataan Nuri, Aron sangat tersentuh, hanya saja sekarang bukan waktunya bagi Nuri untuk berkultivasi, dan dia juga tidak memiliki kemampuan itu, dia harus menunggu sampai dia bertemu dengan Danu.


“Pulanglah, kalau kamu ada disini saya tidak bisa berkultivasi dengan tenang, apa kamu ingin melihat saya dikalahkan besok….”


Aron tersenyum tipis.


Nuri bergegas melepaskan diri dari pelukan Aron dan menggunakan Liontin Giok untuk menyumbat mulut Dave : “Cuih cuih cuih, jangan bicara sembarangan, kamu mana mungkin kalah, saya tidak mengizinkan kamu kalah….”


“Nuri, kita jangan mengganggu Aron lagi disini, biarkan dia berkultivasi sebentar, dan peluang menangnya akan bertambah tinggi, ayo pulang saya akan mengajarimu cara melatih energi…”


Lina berkata pada Nuri.


Nuri mengangguk, dia menatap Aeon dengan cemas lalu pergi.


Setelah semua orang pergi, Aron melihat ruang utama yang kacau balau berjalan ke kamar tidur dengan berat hati.


Aron yang sudah mencapai tahap Inedia tidak akan kenapa-kenapa walau tidak makan dan minum selama sebulan, oleh karena itu dia langsung duduk bersila di atas kasur dan awalnya dia ingin berkultivasi tapi energi spiritual yang tipis membuat dia tidak tertarik sama sekali.


Akhirnya Aron berbaring di kasur dan mengeluarkan Cermin Perunggu Pelindung Jiwa perlahan dan terus memikirkan identitas aslinya, banyak hal yang tidak dia pahami, sayangnya Danu tidak mau memberitahunya.


Sekarang Aron hanya bisa berharap di hari ke lima belas bulan ke tujuh nanti, Aron bisa mengetahui identitas dirinya.


__ADS_1


__ADS_2