Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Mempermainkan kucing cantik


__ADS_3

Melihat pemandangan ini, Aron mengernyitkan keningnya dan menggelengkan kepalanya sambil mencibir : “Jurus ini tidak ada gunanya.”


Kalau lawan gadis ini memiliki tingkat yang lebih rendah di bawahnya maka jurus ini pasti akan berguna, tapi dia menghadapi Dave yang baru membunuh seorang Great Grand Master, jadi jurus seperti ini terlalu lemah dan tidak ada gunanya.


Aron memejamkan matanya dan berdiri diam, seolah-olah dia tidak memiliki kekuatan untuk melawan dan beberapa pisau itu langsung mengarah ke arah Aron.


“Kena kamu!”


Gadis itu berteriak kegirangan karena dia melihat dengan matanya sendiri pisau itu sudah hampir mengenai tubuh Aron.


Namun saat gadis itu berteriak gembira, detik berikutnya wajahnya seketika hitam menjadi seperti arang!


Karena dia melihat pisau yang menyentuh tubuh Aron meledak dan jatuh ke tanah setelah suara benturan logam, dan saat melihat Aron, dia tidak terluka sama sekali.


“Kamu…kamu bukan manusia?!”


Gadis itu menatap Aron dengan mata lebar.


​“Hentikanlah, kamu bukan lawanku, beritahu saya siapa sebenarnya kamu? Siapa orang tuamu?”


Kalau Aron tahu orang tuanya, maka mungkin Elen bisa menemukan keluarganya.


“Jangan berharap, saya tidak akan mengatakannya!” gadis itu menunjukkan ekspresi dingin dan tatapan matanya menjadi dingin.

__ADS_1


Kekuatan di dalam tubuhnya dikeluarkan dengan gila-gilaan, dan hawa dingin meracuni tumbuhan di sekitarnya yang berada dalam jarak sepuluh kaki, dan gas beracun yang begitu kuat terkandung dalam tubuhnya yang kurus dan kecil!


Dalam sekejap mata, belati di tangan gadis itu sudah menembus udara lagi, dan seolah merobek dan membelah ruang dengan keinginan membunuh yang tidak tergoyahkan.


Belati itu menunjukkan cahaya hijau yang samar, terlihat jelas kalau belati itu sudah diberi racun dan selama mengenainya pasti akan langsung membunuhnya!


Sepertinya gadis itu tahu kalau dia tidak akan bisa menangkap Aron, jadi berniat membunuhnya.


Melihat ini Aron menghela nafasnya dan bahkan tidak mengelak, dan langsung mengangkat tangannya dan menerbangkan tubuh gadis itu.


Bam!


Tubuh gadis itu membentur tembok dengan keras dan membuat gadis itu hampir pingsan, Aron sudah berbelas kasihan, kalau tidak gadis itu pasti sudah muntah darah dan mati.


“Matilah!”


Sambil berteriak, gadis itu bergegas menerjang ke arah Aron lagi.


Melihat ini Aron menghela nafasnya : “Sudah cukup.”


Kemudian gelombang kekuatan spiritualnya membentuk pedang yang tak terlihat di tangannya, dan Aron bergegas ke arah gadis itu dengan kecepatan yang lebih cepat.


Kedua sosok itu bertemu dan bergerak sepersekian detik, lalu terpisah saat bersentuhan.

__ADS_1


Kedua orang itu berdiri tegak saling membelakangi satu sama lain, tapi tidak satupun dari mereka bergerak.


Setelah beberapa tarikan nafas, gadis itu tahu kalau dia sudah benar-benar kalah, dan tidak memiliki kesempatan sama sekali!


“Bajingan! Kamu berani…..”


Gadis itu berteriak dan sepasang tangannya mencengkram pakaian Aron dengan erat dan menatapnya dengan marah.


​Karena ada beberapa celah pada pakaian gadis itu dan kulitnya yang seputih salju terlihat, semua kancing bajunya hilang dan kalau dia tidak memegangi bajunya dengan tangannya, Aron pasti sudah melihat semuanya.


“Bunuh saja saya, tapi jangan coba mengambil kesempatan dariku, saya lebih memilih menggigit lidahku dan bunuh diri daripada membiarkanmu berhasil….”


Gadis itu tampak bertekad, jika Aron benar-benar menyentuhnya maka dia akan bunuh diri.


“Kalau begitu gigit saja lidahmu dan bunuh diri, lagipula yang saya inginkan memang tubuhmu, walau kamu menggigit lidahmu dan bunuh diri, saya masih bisa mendapatkan kesenangan dari tubuhmu….”


Aron berbalik dan menatap gadis itu dengan penuh nafsu seperti orang cabul.


“Kamu……kamu tidak tahu malu, kamu bukan manusia….”


​Gadis itu tidak menyangka Aron berani mengatakan hal yang menjijikan seperti itu.


​Gadis itu seketika merinding saat membayangkan bagaimana tubuhnya akan dimainkan oleh Aron setelah dia menggigit lidahnya dan bunuh diri.

__ADS_1



__ADS_2