
“Kekanak-kanakkan……….”
Dan pada saat Jekson selesai bicara, terdengar suara manja dari luar.
Semua orang melihat sekeliling dan menemukan seorang gadis yang sangat cantik berjalan dari luar, gadis itu menguncir rambutnya dan terlihat seperti seorang siswa.
“Siapa kamu?”
Jekson menatap gadis itu dan bertanya dengan wajah dingin.
Kalau gadis biasa pasti sudah ketakutan saat melihat penampilan Jekson, tapi gadis ini sama sekali tidak menganggapnya serius dan berkata : “Saya datang dari Kota Dama untuk mencari Aron….”
Perkataan gadis itu membuat semua orang saling bertukar pandang dengan cemas, dan kemudian menatap Nuri.
Mereka semua tahu kalau Aron sudah menetap selama beberapa hari di Kota Dama sendirian, dan belum lama dia kembali sudah ada seorang gadis dari Kota Dama yang mengejarnya hingga ke rumah.
“Kamu siapanya Aron? Untuk apa mencari Aron?”
Nuri menatap gadis itu dengan tatapan permusuhan dan bertanya padanya.
Gadis itu menatap Nuri sekilas lalu tersenyum jijik : “Kamu Nuri kan? Penampilanmu sebenarnya cantik juga, tapi sayangnya kamu seperti vas bunga, tubuhmu bahkan tidak memiliki sedikit energi pun, kalau kamu berada di sisi Aron seperti ini, cepat atau lambat pasti akan ada masalah, Aron tidak bisa terus menerus melindungimu setiap saat.”
“Kamu……..” Nuri membelalak, wajahnya terlihat marah dan dia hendak menerjang ke arah gadis itu, tapi Kurniawan menghentikannya.
__ADS_1
Kurniawan dapat melihat kalau gadis ini memiliki temperamen yang luar biasa dan dia datang dari Kota Dama, jadi sebaiknya tidak perlu menjadikannya musuh saat ini.
“Nona, entah ada urusan apa kamu mencari Aron?”
Kurniawan bertanya pada gadis itu.
“Saya datang untuk mengantarkan sesuatu padanya, dimana Aron?”
Tanya gadis itu.
“Tuan Aron sedang berkultivasi di dalam kamar, dan dia belum bangun selama tiga hari ini…..”
Kurniawan berkata dengan jujur.
Gadis itu berkata lalu hendak membuka pintu dan membangunkan Aron.
Hanya saja Jekson dan Lyla menghentikannya : “Tuan Aron sedang berkultivasi, tidak ada orang yang boleh mengganggu, kecuali Tuan Aron bangun sendiri….”
Jekson dan Lyla tahu, saat Aron sedang berkultivasi dia tidak suka diganggu oleh orang lain, jadi mereka menghentikan gadis itu.
Gadis itu menatap Jekson dan Lyla, dia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak memutar matanya tapi dia juga tidak bersikeras dan berjalan ke samping.
Sebuah indera spiritual memancar dari tubuh gadis itu dan langsung menuju ke arah Aron.
__ADS_1
Aron yang sedang berkultivasi tiba-tiba membuka matanya saat merasakan ada indera spiritual yang menyelidikinya dan melompat lalu bergegas keluar dari kamar.
Dan saat dia melihat ada begitu banyak orang di ruang tamu, dia tercengang.
“Kalian…kenapa kalian semua datang kemari? Hari apa ini?”
Aron bertanya dengan bingung.
“Mereka di sini untuk mengantar kepergianmu, dua hari lagi kamu akan mati…”
Gadis itu melangkah maju dan berkata.
“Elen, kamu…kapan kamu kemari?”
Melihat gadis itu, Aron seketika kaget lalu matanya terus melihat sekeliling, kalau Elen ada di sini mungkin Danu juga datang.
“Tidak usah lihat lagi, Paman Danu tidak kemari, hanya saya yang kemari!”
Elen berkata sambil mengeluarkan cermin perunggu yang seukuran dengan telapak tangan, cermin itu penuh dengan karat seolah-olah baru digali dari tanah.
“Ini adalah Cermin Perunggu Pelindung Jiwa, Paman Danu benar-benar baik padamu, ini adalah harta karunnya, dia memintaku untuk membawakannya kemari untukmu dan kalau kamu mengenakan Cermin Perunggu Pelindung Jiwa ini kamu bisa menangkis pukulan maut dari Dika, Paman Danu juga memintaku untuk memberitahumu, Dika sudah mencapai tahap great grand master Seni Bela Diri, dan dengan tubuhmu ini, kamu tidak bisa menahan pukulan dari dia, oleh karena itu jangan bersikeras cari mati……”
Elen melemparkan Cermin Perunggu Pelindung Jiwa pada Aron lalu berbalik dan berjalan keluar setelah selesai bicara tanpa menoleh lagi.
__ADS_1