Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Di lerai


__ADS_3

Urat-urat di kening Aron menonjol, saat ini semua kekuatan spiritualnya dikerahkan pada sepasang kakinya, dia ingin berdiri dan menatap Wiwanto dengan putus asa.


“Hm, tidak tahu batas kemampuan diri sendiri…”


Wiwanto mendengus lalu mengerahkan kekuatan di kakinya untuk menginjak tubuh Aron, raut wajah Aron menjadi semakin pucat.


Aron yang baru menerobos ranah Great Grand Master, masih kesulitan untuk melawan Great Grand Master tingkat puncak, namun Aron percaya, jika dia diberi sedikit waktu lagi, membunuh Great Grand Master tingkat puncak bukanlah masalah.


“Seorang Ketua Dewan Aliansi Seni Bela Diri, ahli bela diri yang berada di tingkat Great Grand Master puncak melawan seorang pemuda, tidak takut ditertawakan oleh orang lain?”


Terdengar suara teriakan yang dingin dan sosok Lion melompat dan mengarahkan tendangannya kepada Wiwanto.


Lion hanyalah Great Grand Master tingkat enam, berani melawan dan menyerang Wiwanto yang sudah berada di puncak ranah Great Grand Master, bisa dibilang bernyali besar.


Wiwanto yang melihatnya segera menghindari serangan Lion.


“Tuan Muda Lion, kalian tidak lebih dari tamu, kalian juga ingin ikut campur dalam masalah Aliansi Seni Bela Diri kami?”


Wiwanto berkata dengan raut wajah muram.

__ADS_1


“Saya sudah tidak sanggup melihatnya, tidak ada yang menindas orang lain seperti kalian, klan terkenal apanya, Aliansi Seni Bela Diri Kota Dama kalian hanyalah sekumpulan penipu, sudah bertahun-tahun, berapa banyak kultivator iblis yang dibunuh oleh Aliansi Seni Bela Diri Kota Dama? Setiap hari mengerjakan perintah dari atasan dan membuat kehebohan atas hal itu, menggertak keluarga dan klan bela diri lainnya!


Lion mencaci maki Wiwanto dengan keras, lalu mengulurkan tangannya untuk menarik Aron berdiri.


“Kak Aron, apa kamu baik-baik saja?” Tommy berlari menghampiri dan bertanya dengan penuh perhatian.


Aron menggelengkan kepalanya lalu berkata pada Lion : “Saudara, terima kasih!”


“Bukan masalah, saya sarankan kamu harus memiliki pandangan yang tajam, jangan bergabung dengan Aliansi Seni Bela Diri Kota Dama, bajingan-bajingan itu tidak ada yang baik!”


Perkataan Lion telah menyinggung banyak klan dan keluarga bela diri yang ada disana.


“Lion, apa maksudmu?” August sebagai yang terkuat di generasi muda keluarga bela diri langsung berdiri dan berkata : “Jangan kira semua orang takut padamu, kalau merasa hebat ayo kita bertarung…”


“Lion, sekarang saya persilahkan kamu keluar, kamu tidak diterima di pelatihan kami!”


Wiwanto mengernyitkan keningnya, aura di tubuhnya tiba-tiba meledak dan langsung menekan ke arah Lion.


Meskipun aura Lion ditekan, tapi auranya tidak kalah dan mengangkat tubuhnya sambil berkata : “Saya tidak mau keluar, apa yang bisa kamu lakukan? Kalau kamu punya kemampuan, bunuh saya, saya mau lihat siapa yang berani melakukannya!”

__ADS_1


“Kamu…”


Aura menakutkan dari tubuh Wiwanto menekan ke arah Lion.


Tapi saat aura dari tubuh Wiwanto menuju ke Lion, sebuah aura yang sama kuatnya dan tidak tertandingi langsung menekan aura dari tubuh Wiwanto.


Wiwanto tercengang, dan langsung menatap ke arah lelaki tua yang ada di belakang Robi, karena disini hanya lelaki tua itu yang memiliki aura sekuat itu.


“Ketua Dewan Wiwanto, semuanya sama-sama anak muda, masih labil, untuk apa kamu menjadi serius dan perhitungan, sebagai Ketua Dewan Aliansi Seni Bela Diri Kota Dama yang terhormat, melawan seorang pemuda berusia dua puluh tahunan, walau kamu menang juga akan memalukan sekali, kalau sampai berita ini tersebar kamu pasti akan ditertawakan, saya rasa sudahi saja!”


Robi menghampiri Wiwanto dan membujuknya sambil tersenyum.


Wiwanto berada dalam posisi yang sulit saat ini, ada begitu banyak keluarga dan klan bela diri yang melihatnya saat ini, kalau dia dihina oleh Lion dan tidak melakukan apapun bagaimana dengan gengsinya, sekarang Robi melangkah maju juga merupakan cara Wiwanto untuk mundur.


​“Karena Tuan Muda Robi sudah berkata seperti itu, maka saya juga tidak akan perhitungan lagi dengan anak-anak ini!”


Wiwanto menyimpan kembali auranya dan berkata.


Lion masih ingin mengatakan sesuatu, tapi Robi langsung menyela : “Kak Lion, sudah dibantu terima saja!”

__ADS_1


Lion berpikir sejenak dan tidak mengatakan apapun lagi.



__ADS_2