Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Wenny Demi Aron


__ADS_3

Sutai membawa bawahannya dan bergabung dengan bawahan yang dibawa Roddy, semuanya sudah bersiap untuk menyerang.


“Kakak kedua, bagaimana dengan kita? Haruskah kita juga bergabung?”


Boyca melihat dua keluarga itu membentuk aliansi dan bertanya dengan cemas.


Kalau dua keluarga itu benar-benar mendapatkan Kristal Naga, maka Keluarga Bara tidak akan mendapatkan apapun.


Bukankah sebaiknya mereka bergabung saat ini, dan mungkin nanti mereka akan mendapatkan sedikit bagian.


“Diam, walau kita ingin bergabung sekarang, mereka juga tidak akan membiarkan, pada saatnya kita tidak akan mendapatkan apapun, sekarang sebaiknya kita tunggu dan lihat saja…”


Setelah Raul selesai bicara, dia melirik Aron sekilas.


Kalau pada akhirnya mereka tidak bisa mendapatkan Kristal Naga, maka harus memikirkan cara untuk membunuh Aron dan membalaskan dendam kakak pertamanya.


“Tommy, apakah Lembah Tanpa Bayangan kalian juga menginginkan satu bagian, bawa bawahanmu untuk bertarung melawan Naga Es bersama kami…”


Roddy menatap Tommy dan bertanya.


Meskipun orang-orang yang dibawa Tommy lebih lemah dan tidak ada yang sudah mencapai ranah Great Grand Master, tapi bertambah satu orang akan menambah sedikit kekuatan, Roddy ingin bermain aman, apalagi saat ini masih ada Aron dan orang-orang dari Keluarga Bara di sekelilingnya, kalau mereka berhasil mendapatkan Kristal Naga tapi terluka parah, maka pasti akan ada orang yang menusuk mereka dari belakang.


“Kak Roddy, saya tidak menginginkan Kristal Naga itu, dan saya tidak mau terlibat dengan pertarungan kalian dengan kekuatan saya ini…”


Tommy menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


​Dia hanya datang kemari untuk bersenang-senang, bagi Tommy, Kristal Naga atau apapun itu tidaklah penting, nyawanya sendiri adalah yang paling penting.


“Kak Aron…”


Wenny melihat Sutai dan Roddy hendak bersekutu untuk mendapatkan Kristal Naga merasa cemas dan berteriak memanggil Aron.


Aron juga mengernyitkan keningnya saat ini, dia tidak bisa membiarkan orang lain merebut Kristal Naga begitu saja, tapi saat ini Sutai dan Roddy bersekutu, jika Aron benar-benar harus bertarung dengan mereka maka dia tidak akan bisa mendapatkan keuntungan, terlebih lagi di sekitar masih ada Raul dan rombongannya yang sedang memperhatikan dirinya.


Kalau dia terluka, maka rombongan Keluarga Bara pasti tidak akan segan-segan untuk menyerangnya.


Di saat Aron sedang merasa serba salah, Sutai dan Roddy membawa bawahannya untuk menyerang Naga Es.


“Berhenti…”


​Aron melompat dan menghadang di depan Sutai dan Roddy.


Sutai yang melihat Aron menghentikan mereka memelototinya.


“Bisakah kalian membiarkan saya mendapatkan Kristal Naga ini, saya bisa menukarnya dengan pil obat berharga lainnya dengan kalian…”


Aron tahu, dia tidak bisa tidak melakukannya, dia juga tidak boleh menerjang mereka, kalau tidak maka situasi akan merugikan, dan tidak akan ada yang bisa mendapatkan Kristal Naga, dan pada akhirnya orang-orang dari Keluarga Bara lah yang akan mendapatkan keuntungan.


“Minggir, jangan halangi jalan kami, kamu tidak akan bisa menukarnya dengan apapun…”


Sutai yang memiliki emosi berapi-api langsung menebaskan pedangnya ke arah Aron.

__ADS_1


Aron menghindari serangan Sutai, namun Wenny yang ada di samping melihat Sutai menyerang Aron langsung mengayunkan pedangnya!


Saat ini walau usia Wenny masih sangat muda, tapi dia sudah berada di puncak tingkatan Grand Master, dia berada di tingkatan yang sama dengan Roddy, Sutai sama sekali bukan lawannya Wenny.


Ting…


Setelah suara dentingan yang keras, Sutai hanya merasa kalau tangannya mati rasa dan tubuhnya mundur beberapa langkah, sedangkan Wenny berdiri di samping Aron sambil menatap Sutai dengan marah.


Lina dan Nuri yang melihat hal itu juga bergegas menghampiri.


“Roar…” Serigala salju juga segera menghampiri dan menunjukkan gigi tajamnya pada Sutai dan Roddy.


“Sialan, kepung mereka semua…”


Sutai mengumpat dengan marah lalu bawahan dari Klan Petir segera mengepung Aron dan yang lainnya, Roddy yang melihat itu juga menyuruh bawahannya untuk memperhatikan Aron.


“Kak Sutai, Kak Roddy, jangan marah, jangan marah…”


Tommy yang melihat itu segera menghampiri dan berniat melerai pertarungan itu.


“Tommy, minggir kamu, siapapun yang menghalangiku hari ini, akan mati…”


Sutai berkata dengan raut wajah yang kejam.


“Hari ini selain Kak Aron, tidak ada orang lain yang boleh membawa pergi Kristal Naga ini…”

__ADS_1


Wenny berkata dengan tegas.


__ADS_2