Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Membuka Peti Mati


__ADS_3

Aron melepaskan tangannya dan August terjatuh ke tanah seperti genangan lumpur.


Saat itulah Teflon membiarkan dua Great Grand Master dari Keluarga King untuk memapah August.


“Lukisan ini adalah milikku, siapapun jangan harap bisa mengambilnya, kalau ada orang yang menginginkan lukisan ini, maka silahkan datang dan coba saja, kalau tidak ada yang menginginkannya, maka enyahlah…”


Aron berkata dan menyapu kerumunan di sekelilingnya.


Sudah sampai titik ini, siapa lagi yang berani menginginkan lukisan itu, mereka semua segera berjalan kembali dari jalur mereka datang.


August dan Wiwanto dipapah dan dibawa pergi oleh bawahan Keluarga King.


“Sebelum membalaskan dendam ini saya bersumpah tidak akan menjadi manusia, saya pasti akan membunuhnya…”


Setelah berjalan keluar dari gua, August yang energinya sudah pulih berteriak dengan marah.


“Tenang saja, sampah kecil itu tidak akan bisa keluar dari makam kuno ini, kalau dia berani keluar maka saya akan mencabik-cabik mayatnya…”


Tatapan mata Wiwanto dipenuhi dengan keinginan membunuh.


Saat ini di dalam gua, semua orang sudah pergi, tapi Robi masih belum pergi, dia berdiri di samping dengan tenang seperti sedang menunggu sesuatu.


​“Saudara Robi, semuanya sudah pergi kenapa kamu masih disini?”


Lion menatap Robi dan bertanya padanya.

__ADS_1


“Saya hanya penasaran apa yang ada di dalam peti mati perunggu itu, ingin melihat apa yang terjadi…”


Robi berkata dengan ringan.


“Sekarang energi kita sudah ditekan, siapapun tidak bisa mendekati peti mati perunggu itu, bagaimana kamu bisa melihatnya?”


Lion bertanya dengan bingung.


“Bukankah masih ada dia disini?” Robi menunjuk Aron : “Dia pasti memiliki cara untuk membuka peti mati perunggu itu.”


Lion menatap Aron dan bertanya : “Aron, apakah kamu berniat membuka peti mati perunggu itu?”


Aron menganggukkan kepalanya, karena dia sudah datang kemari maka dia tentu akan melihat apakah ada harta karun di dalam peti mati perunggu itu atau tidak.


“Tapi kamu harus berhati-hati, ada terlalu banyak perangkap di tempat ini, lalu walau kamu mendapatkan harta karun itu, sepertinya kamu juga tidak bisa keluar dari sini, orang-orang itu pasti menunggumu di luar…”


“saya tahu, tapi saya lebih baik melihat apa yang ada di dalam peti mati itu terlebih dulu!”


Aron berkata lalu sosoknya seketika melompat ke atas peti mati perunggu itu.


Saat melihat kepala naga yang timbul di atas peti mati perunggu itu, Aron memutarnya dengan lembut menggunakan tangannya dan dia menahan nafasnya.


Krek krek krek…


Suara gesekan terdengar dan tutup peti mati perunggu itu perlahan-lahan terbuka.

__ADS_1


Saat terbuka, sebuah cahaya keemasan memancar dari dalam peti mati, dan yang muncul di hadapan Aron adalah sebuah mayat yang mengenakan pakaian yang ditenun dengan benang emas, dan mengenakan sebuah mahkota raja di atas kepalanya.


Entah sudah berapa tahun berlalu, mayat itu masih dalam bentuk aslinya, tidak membusuk sama sekali, dan di kedua sisinya terdapat sejumlah artefak batu giok.


Saat peti mati itu terbuka, Aron merasakan energi spiritual yang sangat besar muncul dari dalam peti mati tersebut, keberadaan energi spiritual ini mungkin menjadi alasan mengapa mayat ini tidak membusuk.


“Aron, apakah ada harta karun di dalamnya?”


Lion melihat peti mati sudah terbuka dan bertanya dengan penasaran.


“Tidak ada harta karun, hanya artefak batu giok biasa dan tidak banyak membantu dalam latihan!”


Aron menggelengkan kepalanya, dia tidak tertarik pada artefak batu giok seperti ini, dia tidak kekurangan uang jadi dia tidak menginginkan barang-barang ini, dan pada akhirnya dia hanya memilih beberapa buah artefak batu giok yang mengandung energi spiritual dan memasukkannya ke dalam sakunya.


Saat Aron hendak menutup kembali peti mati itu, sebuah cincin hitam di tangan mayat itu menarik perhatian Aron.


Para kaisar biasanya suka mengenakan cincin giok, tapi tidak pernah terlihat seorang kaisar yang mengenakan cincin giok berwarna hitam, dan kelihatannya tidak terlalu indah.


Merasa ada yang aneh dengan cincin itu, Aron melepaskannya dan memasukkannya ke dalam sakunya, lalu menutup peti mati itu.


Setelah melompat turun dari peti mati perunggu, Lion segera menghampirinya, Tomny juga mendekat dengan penasaran.


“Kak Aron, ada harta karun apa, coba perlihatkan pada kami…”


Tonmy bertanya dengan tidak sabar.

__ADS_1


Saat itu, Robi juga mendekat bersama dengan lelaki tua bungkuk itu.


__ADS_2