
“Kamu sudah lihat, Tuan Gino kembali memperingatkan secara khusus mengenai masalah ini, kalau sampai waktunya Aron dibunuh oleh orang, apakah menurutmu Tuan Gino tidak akan mencurigaimu?”
Tanya Arthur.
“Hm, Aron terlalu licik, dia terlebih dulu mencari Tuan Gino, saya tidak percaya Tuan Gino bisa melindunginya seumur hidup…”
Wiwanto menggertakkan giginya dengan keras!
“Sudahlah, akan ada kesempatan untuk menghadapi Aron kedepannya, kamu istirahat saja dulu!”
Arthur pun meninggalkan Wiwanto.
Wiwanto berjalan kembali, Arthur berjalan menuju halaman belakang Aliansi Seni Bela Diri, halaman belakang ini sangat luas dan di tengah halaman terdapat sebuah bukit palsu setinggi belasan meter, dan ada air air mancur di atasnya!
Arthur berjalan ke arah air terjun dan mengetuknya dengan sebuah batu sebanyak tiga kali, tidak lama kemudian air terjun itu berhenti mengalir dan sebuah pintu batu di belakangnya terbuka!
Arthur berjalan masuk dan pintu batu itu tertutup kembali, air terjun kembali mengalir, tidak ada yang bisa menyadari ada pintu rahasia disini.
Setelah menelusuri terowongan yang remang-remang selama beberapa saat, ruangan di depannya menjadi jauh lebih luas, setiap ruangan itu dikelilingi oleh jeruji besi setebal lengan, di antara jeruji besi itu sinar cahaya seperti kilat berwarna biru terus terlihat mengeluarkan suara.
Ini adalah ruang bawah tanah Aliansi Seni Bela Diri, orang-orang yang dikurung di tempat ini adalah kultivator iblis, dan sebagian diantara mereka adalah seniman bela diri yang sangat jahat, cahaya biru yang terus memancar itu adalah formasi sihir, untuk menjebak orang-orang ini di dalam.
“Lepaskan saya, lepaskan saya…”
Arthur berjalan memasuki ruang bawah tanah dan segera ada orang yang mulai berteriak keras agar Arthur melepaskan mereka.
Ada yang berlutut di tanah dan tidak berhenti bersujud pada Arthur memohon agar Arthur melepaskannya.
__ADS_1
Pakaian orang-orang ini compang camping, dan mereka sudah disiksa hingga tidak terlihat seperti manusia lagi.
Namun Arthur tidak melihat orang-orang ini, dia terus berjalan lurus ke dalam penjara bawah tanah.
Setelah tiba di ujung penjara bawah tanah, ada sebuah ruangan, cahaya remang-remang di dalam ruangan itu membuat sosok seseorang yang sedang duduk di dalamnya terlihat.
“Ada apa?”
Sosok itu sepertinya merasakan kedatangan Arthur dan bertanya dengan perlahan.
“Lukisan Pegunungan dan Sungai Sembilan Puluh ribu mil telah ditemukan!”
Kata Arthur.
Sosok itu tampak bergetar sejenak saat Arthur mengatakan Lukisan Pegunungan dan Sungai Sembilan Puluh ribu mil.
Sosok itu berkata dengan nada yang tidak segan-segan.
“Baik!” Seorang Ketua Aliansi Seni Bela Diri Kota Gama yang terhormat berkata dengan penuh hormat kepada orang itu.
Setelah selesai bicara, Arthur langsung pergi!
…
Keesokan paginya!
__ADS_1
Saat Aron, Nuri dan yang lainnya terbangun, mereka mendapati matahari sudah terbit.
Seorang anggota Detasemen Perlindungan Hukum sedang mondar mandir di luar kamar Aron, sepertinya ada urusan mendesak dengan Aron.
Aron bergegas membuka pintu dan berkata : “Ada apa?”
“Instruktur Aron, Ketua Detasemen Eddyt mencarimu, saya rasa kamu sepertinya masih tidur jadi tidak berani mengganggumu…”
Anggota Detasemen Perlindungan Hukum itu berkata.
“Oh, saya akan segera kesana!”
Kata Aron.
Saat itu, Nuri dan Lina juga berjalan keluar dan keduanya merenggangkan tubuh mereka.
Nuri berkata dengan raut wajah malas : “Semalam menyenangkan sekali, malam ini saya masih mau…”
“Benar, sudah lama saya tidak merasa senyaman ini…
Lina mengangguk.
Anggota Detasemen Perlindungan Hukum yang mendengar perkataan Nuri dan Lina tersenyum dan menatap Aron : “Instruktur Aron, tidak disangka kamu begitu ganas, satu lawan dua dan bahkan tidak terkalahkan…”
“Apa yang satu lawan dua?” Aron tampak bingung.
“Instruktur Aron, jangan berpura-pura, kamu tidak tahu betapa banyak orang di Detasemen Perlindungan Hukum yang merasa iri padamu, bahkan Ketua Detasemen Eddyt juga merasa iri padamu…”
__ADS_1
Setelah selesai bicara anggota Detasemen Perlindungan Hukum itu menatap Aron dengan penuh arti lalu pergi!