Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Betrokan Di Mulai


__ADS_3

Lembah Iblis!


Amon membawa kerumunan orang berjaga di depan pintu Lembah Iblis.


Sedangkan Gera di sisi lain sudah tiba di Lembah Iblis bersama ratusan orang dari komunitas bela diri Kota Dawa.


Kedua belah pihak melihat satu sama lain dari kejauhan, dan sudah berada dalam posisi siap bertempur!


Situasi di lokasi menjadi sangat tegang.


Banyak orang yang datang untuk menonton keramaian bergegas pergi ke puncak gunung yang ada di kedua sisi untuk menunggu pertarungan bersejarah ini.


“Penguasa Lembah Amon, jika kamu menyerahkan Aron sekarang, maka saya akan menunjukkan kemurahan hati dan mengampuni Lembah Iblis!”


Gera melangkah maju dan mencibir.


“Hentikan omong kosongmu, ini adalah wilayah Lembah Iblis, kalian yang datang dari jauh-jauh kesini, apa tidak pernah mendengar tentang pepatah naga kuat tidak bisa mengalahkan ular lokal?”


Daniel menunjuk Gera dan berteriak geram.


“Hm, sepertinya Lembah Iblis bahkan tidak pantas disebut ular lokal, bukan?”


Gera mencibir lalu berkata dengan jijik : “Sekarang saya beri kalian waktu dua menit, kalau tidak menyerahkan Aron.”


“Maka saya pasti akan membuat tempat ini dibanjiri oleh darah…”


“Hanya mengandalkan pasukan ikan teri ini? Kamu juga berani membuat keributan?”


Daniel menyipitkan sepasang matanya.

__ADS_1


“Daniel, kalau begitu, maka biarkan saya menunjukkan apa yang bisa kamu lakukan…”


Saat ini, di belakang Gera, seorang ketua klan muda yang berusia sekitar tiga puluh tahunan langsung melompat.


Daniel melihat pemuda yang tiba-tiba menyerang itu tidak bisa menahan diri untuk tidak mencibir : “Komunitas bela diri di Kota Dawa sudah tidak ada orang lain lagi ya? Sampai mengutus seorang bocah untuk mengantar diri ke kematian?”


Dibandingkan dengan Daniel, ketua klan yang berusia tiga puluh tahunan ini memang tampak lebih kecil.


“Daniel, bukankah kamu hanya memiliki kekuatan setengah Master Guru, apa hebatnya, kekuatan tidak didasarkan oleh usia.”


Pemuda itu menatap Daniel dengan dingin : “Saya, Aster Putro, Ketua Klan Aster hari ini akan melihat apakah reputasi dari Empat Tetua Iblis dari Lembah Iblis adalah reputasi palsu.”


Pemuda itu sudah memperkenalkan dirinya, jelas ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan popularitasnya sendiri, dan meningkatkan popularitas dari klannya.


Dengan begitu, akan membuat dia lebih mudah untuk merekrut murid.


“Tidak perlu omong kosong, apakah kamu berani melawanku?”


Aster berteriak marah.


“Meskipun bertarung denganmu akan menjatuhkan martabatku, tapi kalau tidak bertarung denganmu sepertinya kamu selamanya tidak akan tahu kalau dirimu adalah sampah!”


Daniel menatap Aster dengan dingin.


“Apa katamu?”


Aster mengamuk dan langsung meledakkan energi Qi di sekujur tubuhnya, energi yang kuat itu menyatu di tangan Aster.


“Tua bangka, masa kalian sudah berlalu, hari ini saya akan menunjukkan kepada kalian sehebat apa kekuatanku…”

__ADS_1


Aster berteriak marah lalu melayangkan tamparannya ke arah Daniel.


Aura Aster sangat kuat, jelas dia juga sudah mencapai kekuatan setengah Master Guru.


“Tidak disangka, masih begitu muda sudah berhasil mencapai ranah setengah Master Guru!”


“Kamu lihat dulu, dia sudah berhasil membangun klannya sendiri di usia tiga puluh tahun, sudah pasti kekuatannya tidak rendah!”


“Di atas Daftar Peringkat Progresif juga tidak pernah melihat nama anak ini, dengan kekuatan seperti itu pasti bisa mendapatkan tempat di dalam Daftar Peringkat Progresif!”


Beberapa orang yang menonton dari puncak gunung mulai berdiskusi.


“Hm, bocah ingusan juga berani bertindak semena-mena!”


Daniel berkata lalu mengangkat tangannya dengan acuh tak acuh untuk menyambut serangan itu.


Bam!


Suara ledakan besar terdengar, diikuti oleh gelombang energi besar yang menyebar ke segala penjuru.


Untung saja orang-orang yang menyaksikan pertarungan ini adalah para ahli, kalau mereka adalah orang biasa maka energi yang menyebar barusan sudah bisa membunuh mereka!


Raut wajah Aster berubah, tubuhnya seketika terhempas dan terbang lurus di udara membentuk garis melengkung.


Lalu menyemburkan seteguk darah segar dan menghantam tanah dengan keras.


“Ini? Bagaimana mungkin ini terjadi?”


Aster tidak percaya, sama-sama berada di ranah setengah Master Guru tapi Daniel dapat mengalahkannya dengan mudah.

__ADS_1


__ADS_2