Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Di Hadang Musuh kain


__ADS_3

Raut wajah Rafael memucat karena kesal, nafasnya terengah-engah : “Anak pemberontak, anak pemberontak…”


“Cepat bicara, segera lepaskan orang itu, kalau sesuatu terjadi pada putraku, tidak akan ada satu pun dari kita yang bisa hidup…”


Ibu Lion berteriak dengan marah kepada Rafael.


Sebagai seorang ibu, dia tentu saja ingin melihat Lion baik-baik dan sehat sentosa, dia tidak peduli dengan ranah atau tingkatan kultivasi, dia hanya peduli dengan putranya sendiri.


“Saya…”


Wajah Rafael memerah, dia tahu jika dia melepaskan Aron sekarang, dia tidak akan punya kesempatan lagi selamanya.


Dan mungkin saja, akan menjadi masalah bagi Keluarga Dayo.


Tapi, jika tidak melepaskannya maka anak dan istrinya sendiri akan memaksanya, ini membuat Rafael serba salah.


“Apa yang kamu inginkan? Lantas kamu ingin melihatku mati di hadapanmu juga?”


Ibu Lion berteriak dengan penuh kemarahan pada Rafael.


Rafael yang dipaksa menjadi tidak berdaya dan hanya bisa memejamkan matanya lalu mengibaskan tangannya : “Pergilah…”


Aron menatap Lion dengan tatapan berterima kasih, lalu berbalik dan pergi dengan cepat tanpa mengatakan apa pun lagi.


​“Aduh…”


Melihat puing-puing yang memenuhi tanah, Rafael menghela nafasnya dengan tidak berdaya.

__ADS_1


Dia ingin mengambil keuntungan tapi malah berakhir mengalami kerugian.


Pada saat ini Rafael penuh dengan kemarahan dan tidak bisa melampiaskannya, dia juga tidak bisa melampiaskan kepada istri dan anaknya sendiri.


Jadi sekarang dia akan melampiaskan kemarahannya ini kepada orang yang menjual Pil Pengontrol Energi kepadanya.


Rafael mengira pil obat itu palsu, jadi masalah menjadi seperti ini.


Kalau tidak, Aron pasti sudah lama kehilangan kemampuannya dan tidak akan terjadi masalah seperti ini.


​…


Aron yang meninggalkan Keluarga Dayo segera menyeret tubuhnya yang lelah menuju Lembah Pengobatan.


Dia tidak berani menetap di Kota Dama lagi, awalnya dia mengira Kota Dama sudah menjadi tenang, namun setelah masalah hari ini, Aron baru tahu kalau pengalamannya masih terlalu dangkal.


Komunitas bela diri Kota Dama yang terlihat tenang, mungkin sudah berada di dalam arus secara diam-diam, satu per satu mengincarnya dalam diam bagaikan serigala dan harimau, mencari kesempatan untuk membunuhnya.


Sekarang kartu terkuat yang ada di tangan Aron adalah Lembah Iblis.


​Agar Aron dapat berlatih dengan tenang, dia harus memiliki orang yang melindunginya, dan Empat Tetua Iblis dari Lembah Iblis adalah yang paling cocok untuk tugas itu.


Namun saat Aron sedang dalam perjalanan menuju Lembah Pengobatan, tiba-tiba ada beberapa aura yang seketika melesat ke arahnya.


Aron mengernyitkan keningnya dan raut wajahnya tampak berubah dalam sekejap.


“Secepat itu? Lantas orang-orang dari Keluarga Dayo sudah mengejar?”

__ADS_1


Aron merenung dalam hati, namun tidak menghentikan langkah kakinya dan terus menambah kecepatannya.


Aron sudah kelelahan saat ini, kekuatan spiritual di dalam tubuhnya sudah terkuras bahkan kekuatan Naga Ilahi pun sudah hampir habis, dia bahkan belum sempat mengisinya.


Karena dia memiliki Lukisan Pegunungan dan Sungai Sembilan Puluh ribu mil dan Menara Setan yang dapat membantu Aron pulih dengan cepat.


Namun sekarang Aron tidak bisa berhenti, sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk memulihkan diri.


Beberapa aura semakin mendekat, dan sudah berada dalam posisi mengepung Aron!


Aron melihat hal ini dan tahu kalau dia sudah tidak bisa melarikan diri lagi, jadi dia berhenti dan segera mengatur nafas serta kondisinya.


Karena dia tidak bisa melarikan diri maka dia akan bertarung sampai mati.


Segera, beberapa sosok muncul dan semakin mendekat!


“Aron, tidak disangka kita akan bertemu secepat ini, kamu bersembunyi cukup dalam dan membuatku mencarimu ke mana-mana.”


Rein menyeringai licik dan berkata dengan perlahan pada Aron.


Di saat Aron melihat Rein dengan jelas, dia merasa lega dalam hatinya.


Selama bukan Rafael yang mengejar, Rein hanya memiliki kekuatan Great Grand Master puncak, saat ini Aron tidak akan kesulitan menghadapi Rein walaupun sedang kelelahan.


“Beraninya kamu mengejarku dari Kota Letta hingga ke Kota Dama, benar-benar mengira seluruh Arunika adalah rumahmu ya?”


“Saat di Kota Letta, saya tidak bertarung denganmu namun sesampainya di sini, hanya mengandalkan kekuatanmu, kamu bisa membunuhku?”

__ADS_1


​Aron menatap Rein dengan penuh penghinaan dan nada bicaranya juga penuh ejekan.



__ADS_2