
Aron bergegas mengulurkan tangannya untuk menghentikan Jon : “Saya sudah punya pacar, dan mengenai siapa yang disukai oleh putrimu sepertinya kamu juga bisa melihat dengan jelas…..”
Jon menghela nafasnya dengan tidak berdaya : “Mereka tidak akan bisa bersama….”
Jon menggelengkan kepalanya lalu berkata : “Tuan Aron, saya berharap kamu bisa tinggal selama beberapa hari lagi, saya ingin menyerahkan Lembah Ilusi kepada putriku dan berharap kamu bisa membantunya!”
“Tidak masalah, saya akan meminta Mars tinggal beberapa hari lagi, selain bisa membantu Nona Chika, kedua orang itu juga bisa memupuk perasaan!”
Aron berkata sambil tersenyum!
Jon tersenyum dan tidak mengatakan apapun lagi!
Keesokan harinya, Aron dan Mars menemani Jon dan Chika pergi ke Lembah Ilusi!
Jon merasa sangat senang bisa kembali ke tempat yang dia bangun sendiri selama bertahun-tahun!
Aron menggunakan pil obat dan bahan obat dari Lembah Ilusi untuk berkultivasi, saat ini dia sudah mencapai puncak dari Tahap Pembangunan Fondasi, dan kurang sedikit lagi dia sudah bisa menembus Tahap puncak Inedia!
Jon mengajari Chika, dan Mars juga membantu!
Lima hari berlalu, dan Jon benar-benar meninggal dunia, Chika memohon kepada Aron, dia ingin Aron membantu menyelamatkan nyawa Jon, di mata Chika, Aron adalah seorang dewa!
__ADS_1
Namun saat ini Aron bukanlah seorang dewa, dan walaupun dirinya adalah seorang dewa, dia juga tidak memiliki kemampuan untuk mengubah hidup seseorang dan melawan takdir langit, batas waktu Jon di dunia sudah habis dan Aron tidak bisa menyelamatkannya!
Setelah Jon dimakamkan, Aron meminta Mars untuk menetap selama beberapa waktu, untuk membantu Chika dan untuk menghiburnya karena dia baru saja kehilangan ayahnya, sedangkan Aron sendiri kembali ke Kota Sanur dengan menggunakan pesawat!
Tiket pesawat yang dipesan oleh Mars adalah tiket pesawat kelas satu, ini adalah pertama kalinya Aron melakukan perjalanan kelas satu!
Setelah menemukan tempat duduknya, Aron duduk di kursi dengan nyaman dan memejamkan matanya sambil menunggu pesawat lepas landas!
Pada saat ini, sepasang anak muda yang berpakaian modis berjalan masuk ke dalam kabin kelas satu, wanita itu memiliki wajah yang runcing dan mengenakan kacamata hitam, dan setelah melirik tiketnya, tempat duduknya ada di samping Aron!
Dan pemuda itu duduk di depan Aron, setelah duduk wanita itu melirik Aron lalu mengernyitkan keningnya, dan menunjukkan ekspresi jijik di matanya!
Wanita itu menatap pemuda yang datang bersama dengannya lalu berkata : “Kak Teddy, saya tidak mau duduk disebelah orang ini, dilihat saja sudah tahu kalau dia ini kampungan, tubuhnya bau sekali…..”
Pemuda itu tidak ingin menyebabkan masalah, karena orang yang sanggup membeli tiket pesawat kelas satu pasti bukan orang biasa!
Wanita itu cemberut dan tampak tidak senang : “Baik, tapi kamu harus cepat memeriksa apakah tiket konsernya Angela masih tersedia, saya tidak ingin datang sia-sia…..”
“Baik baik baik, ayahku punya seorang teman di Kota Sanur, dia sangat hebat, namanya Jekson Herlambang, dengar-dengar saat dia menginjakkan kakinya di Kota Sanur, seluruh Kota Sanur bergetar.” Pemuda itu bergegas membual!
“Kalau begitu cepat hubungi dia dan minta dia menyediakan dua tiket barisan paling depan, saya sangat menyukai Angela, hanya saja saya tidak mengerti kenapa kali ini dia memilih menyelenggarakan konser di Kota Sanur yang kecil itu?”
__ADS_1
Wanita itu tampak bingung!
“Baik, saya akan segera menghubunginya, kamu duduklah terlebih dulu….” Pemuda itu menganggukkan kepalanya!
Aron yang memejamkan matanya terus menguping pembicaraan mereka, saat mendengar kalau Angela menyelenggarakan konser di Kota Sanur, Aron merasa ini ada hubungannya dengan dirinya!
“Apa mungkin Angela tahu kalau saya adalah orang Kota Sanur jadi dia sengaja menyelenggarakan konser di Kota Sanur?”
Aron mengernyitkan keningnya, kalau benar seperti itu, maka Angela pasti akan mencari dirinya, dan pada saat itu bagaimana dia harus menjelaskannya pada Nuri?
Sekarang Lina saja sudah tidak berhenti terus menggoyahkan hatinya, Aron sudah hampir tidak tahan, kalau Angela juga datang, maka Aron sepertinya akan kalang kabut.
“Anak muda, anak muda…..”
Tepat saat Aron sedang memikirkannya, seorang wanita paruh baya tiba-tiba menepuk bahu Aron!
Aron bergegas membuka matanya dan bertanya : “Bibi, ada apa?”
“Oh, saya ingin bertanya padamu, saya dengar kalau tiket pesawat kelas satu kali ini akan mendapatkan diskon 20%, apa kamu mendapatkan diskon?”
Wanita paruh baya itu bertanya dengan sopan.
__ADS_1
“Bibi, maaf saya tidak terlalu tahu tentang ini, tiket saya dibelikan oleh seorang teman, dan saya pertama kali naik pesawat kelas satu!”
Aron bergegas menjelaskan.