Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Desiran Asmara Lina


__ADS_3

Roy yang merasakan hawa membunuh ini seketika berhenti, dan saat melihat keluar jendela dia menemukan Aron yang menatapnya dari luar jendela dan terkejut, lalu bergegas melompat keluar dari tubuh Lina!


Bam…..


Aron langsung menendang jendela dan melompat masuk ke dalam kamar!


“Aroon……”


Hati Lina yang sudah mati seketika menemukan harapan saat melihat Aron, dia langsung melompat dari tempat tidur dan melemparkan dirinya ke dalam pelukan Aron!


Aron seketika tertegun, pada saat ini Lina hanya mengenakan pakaian dalam dan memeluk Aron begitu saja, ini membuat darah dalam tubuh Aron seketika mendidih!


Bagaimanapun Aron adalah seorang pria yang normal, dalam situasi seperti ini tidak mungkin dia tidak memiliki reaksi sama sekali!


Namun Aron segera menekan pikiran liarnya dan menarik selimut dari ranjang : “Sebaiknya kamu membungkus dirimu dulu!”


Setelah Aron berkata seperti itu, Lina baru tersadar dan bergegas mengambil selimut untuk membungkus dirinya!


Dan saat mendengar suara jendela yang pecah, Tronton yang berada di luar bergegas menendang pintu hingga terbuka!


“Paman Tronton itu dia, dia adalah Aron…….”


Roy menunjuk Aron dan tatapannya penuh kebencian.


Tronton menatap Aron, dan tatapannya terlihat sangat meremehkan : “Hanya seorang bocah ingusan, bisakah dia menjadi lawanmu?”


Tronton sedikit tidak percaya, Roy termasuk salah satu generasi muda di Kota Dama yang memiliki kemampuan hebat, bagaimana mungkin dia tidak bisa mengalahkan Aron!


“Paman Tronton, jangan remehkan dia, bocah ini membunuh Denni hanya dengan satu pukulan, saya bukan lawannya!”


Roy memperingatkan Tronton!

__ADS_1


“Hm, Denni itu memiliki reputasi palsu, saya juga bisa membunuhnya dengan satu pukulan, hanya seseorang seperti dia bahkan berani menjadi guru!”


Tronton jelas meremehkan Denni juga.


“Benar, benar, benar, Denni itu mana bisa dibandingkan dengan Paman Tronton, Paman Tronton adalah Grand master…..”


Roy merasa dirinya sudah mengatakan hal yang salah dan segera memperbaiki perkataannya!


Saat ini Roy mengandalkan Tronton, dia tidak berani menyinggung, walaupun dia adalah Tuan Muda dari Keluarga Bara tapi menghadapi Grand master yang ada di dalam keluarganya, Roy juga harus bersikap hormat!


“Bocah, berlutut dan minta maaf sekarang juga, mungkin saya akan membuat kematianmu sedikit lebih menyenangkan, kalau tidak saya akan membuat hidupmu lebih buruk daripada kematian!”


Tronton berkata dan aura dari tubuhnya tiba-tiba meningkat dan menekan ke seluruh ruangan!


Roy merasakan jantungnya berdebar dengan kencang, dan sulit bernafas!


Lina yang merasakan tekanan itu seketika menjadi pucat, matanya melebar dan mulutnya terbuka lebar, dia hampir tidak bisa bernafas!


Tronton menarik kembali auranya, dan menatap Aron dengan dingin!


“Aron, ada Paman Tronton disini, walau kamu memiliki kemampuan ajaib, kamu juga tidak akan bisa melarikan diri, sekarang berlutut dan minta maaf dengan patuh.”


Roy menatap Aron dengan ekspresi puas di wajahnya!


Mendengar Roy yang menyebut dirinya sebagai wanita Aron, seketika tersipu malu dan melirik Aron diam-diam!


Sedangkan Aron terlihat acuh tak acuh dan tersenyum dingin : “Kalau kamu hebat, boleh dicoba saja!”


​Begitu selesai bicara, sosok Aron seketika menghilang!


Semua orang tercengang, dan kemudian Roy merasakan ada hawa berbahaya yang datang, dan ingin menghindar tapi sudah terlambat!

__ADS_1


Melihat Aron mengangkat kakinya dan langsung menendang bagian bawah Roy, dan terdengar ada suara retakan!


Raut wajah Roy memerah, dan tubuhnya langsung memeluk kedua kakinya dengan erat!


“Ah………….”


Suara teriakan yang menembus langit terdengar dari mulut Roy!


Melihat Roy seperti itu, dua orang master dari Keluarga Bara tanpa sadar menutupi bagian privat mereka dengan kedua tangannya!


Tronton tidak bisa menahan gemetarnya, dan untuk sesaat dia masih belum tersadar!


Dan saat dia sudah tersadar, Aron sudah kembali ke posisi semulanya!


​“Roy, Roy……”


Melihat Roy seperti itu Tronton terus memanggilnya!


Dan saat melihat bagian bawah Roy, darah sudah mengalir, dan bisa dibilang dia sudah menjadi orang cacat dan tidak tahu apakah dia masih bisa menjadi seorang pria!


“Paman…..Paman Tronton, bunuh….bunuh dia…..”


Rasa sakit yang parah membuat Roy hampir tidak bisa berkata-kata!


“Baik, tunggu saja, saya akan membalaskan dendammu!”


Tronton berbalik dan menatap Aron dengan marah, tapi dalam hatinya ada sedikit kegembiraan!


Sekarang Roy sudah menjadi cacat, nanti setelah dia membunuh Aron, maka Lina akan menjadi miliknya!


“Bocah, antarkan nyawamu…..”

__ADS_1


Tronton melayangkan tinjunya kepada Aron, tapi dia tidak menggunakan seluruh kekuatannya, karena kalau dia menggunakan seluruh kekuatannya dalam ruangan sekecil ini, bisa saja seluruh ruangan ini akan runtuh, dia tidak takut, hanya takut Lina akan menderita.


__ADS_2