Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Berlatih Seni konsentrasi Jiwa


__ADS_3

Angela melirik Nuri lalu tersenyum ringan : “Nona Nuri memang sangat cantik, pantas saja bisa memukau Tuan Aron….”


​Angela mengulurkan tangannya dan menjabat tangan Nuri.


Nuri sedikit kebingungan dan bertanya kepada Angela : “Bagaimana Nona Angela bisa kenal dengan pacarku?”


Dia tidak pernah mendengar Aron membahas dan mengatakan kalau dia kenal dengan artis terkenal seperti Angela sebelumnya!


“Kenal, Tuan Aron pernah tinggal beberapa waktu di rumahku!”


Kata Angela.


“Pernah tinggal di rumahmu?” Nuri menatap Aron dengan kaget!


Lina juga tertegun sejenak dan menatap Aron dengan tidak percaya.


“Kalian jangan salah paham, dia bilang tinggal di rumahnya, dan hanya tinggal di rumahnya, tidak terjadi apa-apa….”


​Aron bergegas menjelaskan!


Namun dia merasa semakin dia menjelaskan masalah ini menjadi semakin gelap, dan dia hanya bisa menatap Angela dan meminta bantuan dengan tidak berdaya!


Angela tersenyum : “Nona Nuri, jangan salah paham, Tuan Aron hanya tinggal di rumahku, karena kebetulan bisnis keluarga kami adalah penambang batu kasar, dan Tuan Aron memerlukan beberapa batu, jadi dia tinggal di rumahku untuk membicarakan tentang kerja sama!”


“Kali ini saya datang untuk mengantarkan batu kasar kepada Tuan Aron, sekarang hubungan kami adalah mitra kerja sama!”

__ADS_1


Setelah mendengar penjelasan Angela, Nurii akhirnya mengerti dia juga teringat Aron yang pergi ke Gunung Hoju dengan Kevin beberapa waktu lalu!


“Nona Angela terlalu banyak berpikir, saya mana mungkin salah paham, ayo duduklah!”


Nuri tersenyum dan memberi isyarat kepada Angela untuk duduk!


​“Kalian mengobrol saja dulu, saya akan meminta seseorang untuk menurunkan batu kasar….”


Aron mencari alasan untuk menyelinap pergi, kalau tidak dia benar-benar tidak tahu harus berkata apa!


Aron menginstruksikan seseorang untuk memindahkan Batu Spiritual ke dalam halaman villa, barang-barang ini sangat bernilai bagi Aron, tapi bagi orang biasa atau para ahli bela diri, ini hanyalah tumpukan batu kasar!


Setelah selesai memindahkan Batu Spiritual, Aron berjalan kembali ke dalam rumah dan menemukan Nuri, Lina serta Angela sedang tertawa dan dia sedikit tidak mengerti bagaimana wanita bisa begitu cepat akrab?


“Batu Spiritual sudah diturunkan dari mobil, kalau tidak ada urusan lagi kamu sudah boleh pergi, bukankah beberapa hari lagi kamu akan menyelenggarakan konser? Apakah kamu bisa memberiku beberapa lembar tiket?”


“Tentu saja boleh!” Angela bangkit berdiri dan tersenyum pada Aron : “Saya akan memberimu beberapa tiket barisan paling depan, dengan begitu kalian bisa melihatku dengan jelas!”


Saat berbicara, tatapan mata Angela mengarah kepada Aron sekilas, dan membuat Aron kaget lalu bergegas mengalihkan pandangannya!


Setelah berkata, Angela pamit, dan setelah Angela pergi Nuri dan Lina menatap Aron dengan tatapan aneh!


“Kenapa….kenapa kalian berdua menatapku seperti itu?”


Aron bertanya dengan gugup.

__ADS_1


“Saya tanya padamu, apakah Angela menyukaimu? Seorang artis terkenal seperti itu datang secara langsung untuk mengantarkan barang padamu? Dia menyelenggarakan konser di Kota Sanur yang kecil ini, saya rasa sebagian besar juga demi kamu kan? Wanita yang begitu cantik dan berbakat, apa hatimu tergerak?”


Nuri menatap Aron dengan tajam dan bertanya padanya!


“Saya tidak tahu dia suka atau tidak denganku, tapi saya tidak menyukainya, saya sudah mengatakan saya adalah orang yang setia, kalau kamu tidak percaya padaku saya juga tidak bisa apa-apa, beberapa hari ini saya akan berlatih, dan tidak ingin diganggu….”


​Aron pura-pura marah dan berbalik lalu kembali ke kamarnya.


Nuri seketika tercengang, Aron membalik keadaan begitu saja dan membuat Nuri tidak bisa menceramahinya lagi.


“Lina, apa….menurutmu saya sedikit keterlaluan?


Nurii tidak tahu apakah perkataannya sedikit keterlaluan, jadi dia bertanya dengan suara kecil pada Lina.


Lina menjawab dengan serba salah : “Saya juga tidak tahu, hanya saja kalau dilihat dari sikap Aron, dia sepertinya benar-benar marah, dalam menjalin hubungan, yang paling penting adalah keduanya saling percaya, kalau kamu tidak mempercayai dia, bisa membuat dia merasa sedih…..”


“Kalau….kalau begitu sekarang bagaimana?” Nurii sedikit panik!


“Tunggu dan lihat saja dulu, mungkin beberapa hari lagi dia akan membaik….”


Lina juga tidak memiliki pengalaman, jadi hanya bisa menunggu!


​Aron yang kembali ke kamarnya menghela nafas lega, kalau dia tidak menggunakan cara ini, entah sampai kapan Nuri akan menanyainya!


Setelah duduk bersila, Aron memulai pelatihan Seni Konsentrasi Jiwa, masih ada lima hari lagi sebelum konser Angela, Aron berharap dalam lima hari ini dia bisa menembus Tahap Puncak.

__ADS_1


Jika dia berhasil mencapai Tahap puncak Kultivasi, maka Aron bisa bertahan tanpa makan apapun selama berbulan-bulan, kekuatannya akan meningkat banyak dan apabila dia bertemu dengan seorang master seperti Picak, dia bisa menghabisinya dengan lambaian tangan!



__ADS_2