
Aron merasakan aura mengerikan di sekelilingnya tiba-tiba lenyap, dan membuat Aron menatap Khu dengan penuh keterkejutan!
Sedangkan saat ini sepasang mata Khu melekat pada cincin yang ada di tangan Aron, alasan kenapa dia berhenti adalah karena dia melihat cincin itu!
Melihat raut wajah Khu, Aron mengernyitkan keningnya seolah teringat sesuatu, dulu Jekson dan Lyla juga menunjukkan ekspresi yang sama saat melihat cincin miliknya.
Segera, Khu tersadar kembali dan raut wajahnya sedikit berubah, dia kembali ke dirinya yang normal dan berkata pada Aron : “Karena kamu adalah teman putraku, lupakan saja masalah hari ini, ikutlah denganku…”
Perubahan Khu yang mendadak membuat Nuri dan Lina tercengang, mereka mengira Aron pasti akan mati hari ini, tidak disangka Khu malah berhenti!
Yang sama-sama merasa terkejut adalah Roddy dan Sutai, mereka tidak paham apa yang sedang dilakukan oleh Khu Tang!
Namun perubahan Khu membuat Aron merasa lega dalam hatinya, karena apa yang dia pikirkan mungkin benar.
“Nuri, Lina, ayo kita pergi…”
Aron berkata pada Nuri dan Lina.
Dua gadis itu mengikuti Aron dari belakang, dan Aron mengikuti Khu berjalan menuju ke pantai.
Aron, Nuri dan Lina sesekali menoleh ke belakang untuk melihat Wenny yang sudah membeku dan menjadi patung es, mereka bertiga tidak bisa mengutarakan kesedihan dalam hati mereka.
“Paman Khu…”
__ADS_1
Roddy melihat Khu yang hendak membawa Aron pergi bergegas mengejarnya.
“Ada masalah apa?”
Khu bertanya pada Roddy dengan dingin.
“Paman Khu, Aron sudah memakan Kristal Naga, sesuatu yang seharusnya menjadi milik kita semua, demi menghadapi Naga Es kami semua sudah berusaha sekuat tenaga, sekarang kamu malah membawa Aron pergi, kalau begitu bukankah usaha kami menjadi sia-sia?”
Kata Roddy.
“Apakah kamu keberatan kalau saya membawanya pergi?”
Khu menyipitkan sepasang matanya, dan auranya seketika menyelimuti Roddy.
“Tidak…tidak keberatan!” wajah Roddy memucat tapi dia tetap menggertakkan giginya dan berkata : “Paman Khu, kamu membawa Aron pergi begitu saja, saya yakin ayah saya dan Ketua Klan Petir pasti akan datang mencarimu untuk meminta penjelasan…”
Roddy menggunakan ayahnya sendiri dan ayah Sutai untuk mengancam Khu.
“Kamu berani mengancamku?” Khu mengernyitkan keningnya : “Jangan kira kamu adalah anggota Keluarga Tanu jadi saya tidak berani menyentuhmu, saya bisa membunuhmu dengan satu jentikan jari, saya mau lihat apakah kalian Keluarga Tanu masih berani mencari kami Lembah Tanpa Bayangan?”
Setelah Khu menyelesaikan kalimatnya, dia langsung melambaikan lengan bajunya dan membuat Roddy seketika terhempas, dan jatuh dengan keras ke tanah.
Meskipun Khu tidak menyerangnya dengan jurus mematikan, tapi Roddy masih tetap terluka parah!
__ADS_1
Lalu Khu menatap Sutai dan berkata : “Sekarang saya akan membawa mereka pergi, apakah kamu keberatan?”
Sutai bergegas menggelengkan kepalanya : “Paman Khu, kami sebagai generasi penerus tidak berani merasa keberatan…”
Saat ini walau Sutai keberatan dia juga tidak berani mengatakan apa-apa, karena Roddy sudah menjadi contoh di depannya, dia tidak ingin dipukuli hingga terluka juga!
Khu mendengus lalu menyapu pandangannya ke arah Raul dan rombongannya!
“Tuan Sutai, silahkan saja, kami tidak berani merasa keberatan…”
Raul melihat Khu menoleh ke arahnya dan seketika melambaikan tangannya dengan ketakutan.
Khu kemudian merasa puas dan membawa Aron pergi!
“Kakak kedua, Aron akan pergi begitu saja, kita tidak membalas dendam lagi?”
Boyca melihat Aron akan dibawa pergi begitu saja seketika merasa gelisah.
“Tenang saja, dia tidak akan bisa bertahan hidup, Lembah Tanpa Bayangan tidak akan mungkin membiarkan dia tetap hidup…”
Setelah selesai berkata, Raul membawa bawahannya pergi…
__ADS_1