Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Sepupu berniat merebut lukisan


__ADS_3

Perkataan Lion membuat orang-orang dari berbagai klan dan keluarga yang dibawa oleh Wiwanto melihat ke arahnya, dan tatapan mereka dipenuhi dengan kemarahan.


Mereka yang awalnya sudah melalui banyak perangkap untuk mencapai tempat ini, sudah merasa tertekan dalam hatinya, dan sekarang mereka malah ditertawakan oleh Lion, ini membuat mereka semakin marah.


“Ketua Dewan Wiwanto…”


August melihat kemunculan Wiwanto dan seketika menunjukkan raut wajah bahagia, dengan adanya Wiwanto, dia tidak perlu takut lagi pada Aron dan Lion.


“Tuan Muda August, tidak disangka kalian juga menemukan tempat ini, apakah kalian menemukan harta karun di sepanjang perjalanan?”


Wiwanto bertanya pada August.


Selain perangkap, Wiwanto dan yang lainnya tidak menemukan harta karun maupun sumber daya di sepanjang perjalanan, benar-benar menyedihkan.


Ketika August mendengar Ketua Dewan Wiwanto menanyakan hal ini, dia segera menceritakan apa yang terjadi pada Ketua Dewan Wiwanto.


Saat Ketua Dewan Wiwanto mendengar bahwa Aron telah mendapatkan Lukisan Pegunungan dan Sungai Sembilan Puluh ribu mil, dan lukisan itu dapat berubah dengan sendirinya, ekspresi keserakahan muncul di matanya.


"Aron, tunjukkan lukisan yang ada di tanganku untuk saya lihat…”


Wiwanto berjalan ke arah Aron, dan berkata pada Aron dengan nada bicara yang memerintah.


“Saya yang mendapatkannya untuk apa ditunjukkan kepadamu?”

__ADS_1


Aron langsung menolak permintaan Wiwanto.


Wiwanto tercengang, dia tidak menyangka Aron berani langsung membantahnya di depan semua orang dan seketika mengamuk : “Kamu berani mengabaikan perintahku, saya yang berhak memutuskan di pelatihan ini, kamu kira kalau sudah mendapatkannya maka itu akan menjadi milikmu, semua orang yang ada disini juga dapat merebutnya darimu, sebaiknya kamu bisa mempertahankannya…”


Saat Wiwanto selesai bicara, banyak orang-orang dari klan dan keluarga bela diri yang menatap Aron dengan erat, seperti sudah siap untuk menyerang kapan saja.


Dengan adanya begitu banyak orang yang menatap Aron, walau Aron memiliki kekuatan yang tinggi dia juga akan sulit menahan serangan dari begitu banyak orang.


“Sebagai Ketua Dewan dari Aliansi Seni Bela Diri kamu mencampuri urusan pelatihan dengan sesuka hati, dan sengaja membahas tentang memperebutkan harta karun, bajingan sepertimu juga mengira dirimu berhak memerintahku, kamu kira kamu siapa…”


Aron sudah menyadari sejak awal, Wiwanto dan August berada di pihak yang sama dan terus mengincar dirinya dalam setiap kesempatan!


Wiwanto dimaki, semua orang menatap Aron dengan kaget, hanya Lion yang tertawa terbahak-bahak : “Aron, cukup berani, tidak perlu mendengarkan orang-orang yang sok suci ini.”


August yang mendengarnya merasa serba salah : “Ketua Dewan Wiwanto, Lion…”


“Tenang saja, siapapun yang berani membantu Aron hari ini, saya akan memastikan dia hancur berkeping-keping…”


Setelah selesai bicara, Wiwanto mengeluarkan aura menakutkan dari tubuhnya dan menyelimuti semua orang yang ada di sana.


Raut wajah Lion sedikit berubah, ledakan aura Wiwanto ini membuat dia benar-benar tidak berani membantu Aron, dengan kekuatannya saat ini walau ditambah dengan dua Great Grand Master yang dia bawa, juga tidak bisa menandingi Wiwanto.


Mendengar Wiwanto berkata demikian, August kegirangan : “Ketua Dewan Wiwanto, kalau begitu saya akan mewakilimu memberi pelajaran pada Aron ini…”

__ADS_1


Setelah selesai bicara, August meledakkan aura di tubuhnya, penghinaan yang baru saja dia alami di ruangan makam, saat ini ingin dia balaskan.


August mengangkat telapak tangannya dan menamparkannya ke arah Aron.


Sepasang mata Aron menyipit, dia meletakkan lukisan di tangannya ke belakang punggungnya dan menyambut pukulan August.


Bam…


Setelah suara dentuman yang keras, tubuh August mundur beberapa langkah ke belakang, sedangkan tubuh Aron juga mundur beberapa langkah lalu kembali stabil.


Dengan satu tamparan itu dapat terlihat keduanya memiliki kekuatan yang imbang.


“Ternyata memang punya kemampuan, sepertinya saya harus menggunakan kekuatan penuhku…”


August mengangkat tangannya dan Teflon langsung melemparkan sebuah pedang pusaka padanya.


Pedang itu keluar dari sarungnya dan hawa dingin yang menakutkan langsung mengarah pada Aron.


Aron juga tidak berani bersikap sombong, dia mengulurkan tangannya dan Pedang Naga muncul di tangannya, Pedang Naga terbakar oleh api, dan menebas dengan ganas.



__ADS_1


terima kasih kepada Go'man Tholo dan SN, pembaca terbanyak dan teraktif Minggu ini, Dan terima kasih juga buat teman² yang setia membaca, komen dan mendukung Novel ini🙏🙏🙏


__ADS_2