
Aron perlahan berlutut dan mengelus perut serigala salju itu yang menghitam itu dengan satu tangannya, aliran kekuatan spiritual perlahan-lahan masuk ke dalam tubuh serigala salju dan memaksa semua energi jahat keluar dari dalam tubuhnya.
Serigala salju seolah tahu Aron sedang mengobati dirinya, jadi dia berbaring dan tidak bergerak membiarkan Aron menyentuh dirinya.
Segera, bagian perut serigala salju kembali ke bentuk semulanya yang seputih salju dan dia perlahan-lahan mulai berdiri.
Sambil mengibaskan salju dari tubuhnya, serigala salju itu menatap Aron dengan tatapan penuh syukur.
“A wu…”
Serigala salju mengangkat kepalanya dan melolong seolah-olah sedang berterima kasih kepada Aron.
“Sudah, sekarang kamu sudah baik-baik saja, kamu sudah boleh pergi, lain kali jangan sampai ketahuan lagi…”
Aron menepuk-nepuk kepala serigala salju itu dan berkata.
Serigala salju itu tiba-tiba mengeluarkan suara rengekan dan menggosokkan diri pada kaki Aron.
“Kamu tidak mau pergi?” Aron melihat sikap serigala salju itu dan bertanya dengan suara kecil.
Serigala salju itu mengangguk.
“Serigala salju ini cukup berperikemanusiaan juga, bisa memahami ucapan manusia…”
Lina melihat serigala salju yang bisa memahami perkataan Aron seketika berkata dengan penuh semangat.
__ADS_1
“Serigala salju ini cukup baik, tapi ukurannya sedikit menakutkan, kalau benar-benar digigit olehnya maka kepala bisa langsung hilang…”
Niri menatap serigala salju di depannya, walau serigala salju itu tidak bermaksud jahat tapi Nuri masih merasa takut padanya.
Serigala salju itu tampaknya memahami perkataan Nuri dan bergegas menunduk dan perlahan-lahan menggosokkan tubuhnya pada Nuri.
Seperti seekor anjing serigala peliharaan, yang tidak berhenti menggosokkan kepalanya pada kaki Nuri.
Pada awalnya Nuri merasa kaget, tapi melihat serigala salju yang begitu patuh dia perlahan-lahan mengulurkan tangan dan mengusapnya, bulu putih serigala salju itu terasa halus dan hangat di tangan.
Semakin diusap Nuri semakin menyukainya, pada akhirnya dia bahkan berjongkok dan menempelkan wajahnya pada tubuh serigala salju itu dengan erat, dan merasakan kehangatan di sekujur tubuhnya dalam sekejap.
“Uw uw…”
Serigala salju itu melengkungkan kepalanya pada Nuri, dan Nuri langsung memahami apa yang dimaksud oleh serigala salju itu.
Serigala salju itu kemudian mengangkat Nuri dan mulai berlari melintasi salju.
Suara angin bersiul, Nuri mencengkram bulu serigala salju dengan erat dengan kedua tangannya, dia menjadi kegirangan dan mulai berteriak dengan bersemangat.
Lina dan Wenny yang melihat itu segera mengejarnya.
“Saya juga mau naik, saya juga mau naik…”
Lina dan Wenny berteriak.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, Nuri sudah selesai berkeliling dan turun, lalu Lina naik, dan kemudian berganti Wenny, tiga gadis itu bersenang-senang dengan serigala salju!
Aron tersenyum tidak berdaya saat melihat pemandangan ini, dia tahu kalau serigala salju ini sangat licik, demi membuat dirinya membiarkan dia menetap, dia berusaha membahagiakan para gadis-gadis itu dulu, karena saat ini banyak wanita yang memegang kendali!
Setelah bermain selama sesaat, tiga gadis itu kembali dengan serigala salju dan saat melihat Aron, Nuri adalah orang pertama yang berkata : “Aron, biarkan serigala salju ini menetap ya, kamu tidak boleh mengusirnya!”
“Benar, kamu tidak boleh mengusirnya, kalau tidak kami bertiga juga akan pergi bersama dengan serigala salju, tidak mau ikut denganmu lagi…”
Lina juga mengancam Aron.
“Kak Aron, serigala salju ini sangat baik, biarkan dia tinggal ya…” Wenny juga mulai memohon untuk serigala salju itu!
Aron menatap tiga gadis itu dengan tidak berdaya, masalah sudah menjadi seperti ini, tidak membiarkan dia tinggal juga tidak bisa.
Aron melirik serigala salju itu sekilas, dan menemukan secerca kepuasan dari tatapan serigala salju itu, jelas-jelas itu adalah taktik yang digunakan oleh serigala salju!
“Baiklah, biarkan serigala salju ini tetap tinggal!”
Aron mengangguk.
Tiga gadis itu kegirangan, dengan adanya serigala salju ini maka perjalanan mereka tidak akan terlalu membosankan, dan saat mereka lelah mereka bisa menunggangi serigala salju, akan jauh lebih nyaman.
Tommy membawa bawahannya mengikuti Aron dan yang lainnya berjalan menuju pedalaman Pulau Naga, kali ini Wenny tidak mengusir Tommy dan Aron tidak mengatakan apapun.
__ADS_1
#berhubung saya ulang tahun, saya kasi sedikit bonus bab