Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Kedatangan Paman Danu


__ADS_3

Tepat saat Aron hendak tidur tiba-tiba dia merasakan ada dua sosok di depannya dan ini membuat Aron berkeringat dingin, dengan kekuatannya dia bisa merasakan walau hanya sedikit gerakan dalam radius 100 meter tapi dua orang ini sudah di hadapannya dan Aron baru merasakannya, bagaimana mungkin Aron tidak panik!


Kalau dua orang ini datang untuk membunuhnya bukankah Aron akan berada dalam bahaya saat ini.


Aron tersentak dan melompat dari tempat tidurnya, namun setelah dilihat dari dekat, hati Aron merasa lega karena ternyata dua orang yang masuk ke kamarnya adalah Danu dan Elen.


“Otot otot kecil di seluruh tubuhnya terlihat sangat kuat…..”


Elen menatap tubuh Aron yang hanya dibalut pakaian dalam berkata sambil menyeringai.


Aron tersipu malu dan bergegas mengenakan pakaiannya, lalu menatap Danu dan Elen dengan penasaran, dia tidak tahu kenapa dua orang ini datang ke rumahnya.


“Benar, tidak disangka tidak bertemu beberapa hari saja kekuatannya sudah meningkat pesat, sepertinya dia bertemu dengan kesempatan bagus….”


Melihat Aron, Danu menganggukkan kepalanya, dia sama sekali tidak tahu kalau Aron sudah menyerap ginseng puluhan ribu tahun.


“Pa…..Paman Danu, untuk apa kalian datang ke Kota Sanur?”


Aron bertanya dengan bingung.

__ADS_1


“Untuk apa lagi, bukankah itu karena Paman Danu mengkhawatirkan keselamatanmu dan tidak bisa merasa tenang, tidak disangka kamu sudah bertemu dengan kesempatan langka dan kekuatanmu berkembang dengan cepat….”


Elen berkata dengan iri.


Aron yang mendengar Danu datang dari Kota Dama karena mengkhawatirkannya segera mengungkapkan rasa terima kasihnya : “Terima kasih Paman Danu sudah mengkhawatirkanku….saya percaya saya bisa mengalahkan Dika….”


Melihat Aron yang dipenuhi dengan rasa percaya diri, Danu sedikit senang, tapi dia tetap berkata dengan wajah serius : “Meskipun kamu sudah mencapai tingkat ketiga Tahap Inedia, tapi jangan remehkan kekuatan seorang Great Grand Master, Dika tidak mengandalkan kesempatan, dia mengandalkan kekuatannya sendiri untuk menerobos paksa ke tahapan Great Grand Master, jadi jangan remehkan musuh yang memiliki kekuatan seperti itu….”


“Terima kasih Paman Danu atas pengajarannya, saya akan mengingatnya….”


Aron menganggukkan kepalanya.


Danu seperti seorang tetua yang memperingatkan Aron dan memberi Aron rasa percaya diri.


Perkataan Danu sudah sangat jelas kalau Aron tidak perlu takut, kalau dia benar-benar kalah pada Dika, Danu tidak akan berdiam diri dan menonton saja, dia akan memastikan keselamatan Aron.


Dengan begini, Aron akan merasa lebih tenang karena tidak akan ada ancaman nyawa, dan dia bisa lega.


“Iya, saya mengerti!” Aron kembali menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Setelah mengucapkan beberapa patah kata lagi pada Aron, Danu berbalik pergi tapi setelah Danu berbalik, Aron menghentikannya.


“Paman Danu, saya…..ada satu hal yang saya ingin minta bantuanmu….”


Aron berkata pada Danu.


​“Bukankah saya sudah bilang, setelah hari ke lima belas bulan ketujuh kamu akan mengetahui semua yang ingin kamu ketahui, kamu bertanya sekarang saya juga tidak akan menjawabnya….”


Danu mengira Aron ingin bertanya tentang identitas dirinya lagi.


“Paman Danu salah paham, saya tidak mau bertanya tentang hal itu, saya ingin memintamu apakah kamu bisa menerima pacarku sebagai murid? Dia hanya orang biasa, tapi saya ingin membantunya memasuki jalan keabadian, dengan begitu kami bisa bersama untuk waktu yang lama….”


Aron ingin Nuri berkultivasi, dan setelah Nuri mencapai tahapan yang lebih tinggi, usia hidupnya akan semakin lama, kalau tidak setelah beberapa dekade, Aron hanya bisa meratapi kematian Nuri begitu saja, dan dia akan menunggu kematian dalam kesendirian.


“Apa kamu merasa semua orang bisa menjadi makhluk abadi begitu saja? Saya sudah pernah bertemu dengan pacarmu, dia hanyalah orang biasa, dan bahkan bukan ahli bela diri, ingin menjadi makhluk abadi? Kamu bermimpi terlalu indah…..”


​Elen melihat Aron yang ingin membuat pacarnya menjadi seorang kultivator seketika tertawa mengejek.


__ADS_1


__ADS_2